Susahnya menanamkan niai-nilai karakter bagi generasi muda khususnya pelajar disatuan pendidikan, adalah tantangan terberat bagi pendidik dalam mempertahankan kultur dan peradaban bangsa diera modern sekarang ini. Karena character bulding dan culture bukan diajarakan, tapi dicontohkan dan dipraktikan dalam lingkungan hidup.
-----
Sabtu, 25 Juli 2026
Pendidikan Itu Membangun Culture & Peradaban
Kata Pengantar
Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan pertolongan Allah SWT, buku ini dapat ditulis dan disusun dari dari beberapa pandangan hukum dan politik seorang pendidik. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini, yang merupakan gambaran kepedulian penulis dalam membangun nasionalisme dan integritas public, serta memberikan pencerahan agar masyarakat umum terhindar dari upaya perpecahan antar kelompok yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Tulisan ini juga diperuntukkan untuk melawan propaganda para influencer dan buzzer-buzzer yang dimanfaatkan oleh kaum kapitalis untuk melemahkan kekuatan persatuandan kesatuan bangsa. Tujuannya: adalah agar Indonesia tetap seagai negara berkembang yang selalu membutuhkan bantuan/pinjaman seperti negara Timur Tengah, supaya kaum kapitalis (negara industri) tetap menguasai pangsa pasar dan sumber daya bangsa Indonesia.
Susahnya menanamkan niai-nilai karakter bagi generasi muda khususnya pelajar disatuan pendidikan, adalah tantangan terberat bagi pendidik dalam mempertahankan kultur dan peradaban bangsa diera modern sekarang ini, karena character bulding dan culture bukan diajarakan tapi dicontohkan dan dipraktikan dalam lingkungan hidup. Selain karena faktor lingkungan sebagai dampak dari perkembangan IPTEK, adalah juga disebabkan oleh terjadinya akulturasi: yaitu benturan antara kultur (budaya) yang mengedepankan etika dan nilai-niai moral dengan peradaban barat yang mengedepankan kesejahteraan kebebasan individu, dan Hak-Hak Asasi Manusia (HAM) akibat pengaruh globalissi tanpa ruang dan batas. Kultur (budaya) dan peradaban adalah dua konsep yang saling berkaitan erat dalam sosiologi, dimana kultur merujuk pada sistem nilai, bahasa, adat istiadat dan seni, sedangkan peradaban adalah wujud kemajuan yang lebih kompleks, seperti imu pengetahuan, teknologi, sistem sosial, dan pemerintahan. Disisi lain tidak semua guru (pendidik) mampu menanamkan niai-nilai karakter karena menanamkan karakter tidak sama denga mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada anak didik, tetapi membutuhkan kompetensi dan keahian tersendiri bagi seorang pendidik seperti kemampuan orang tua membangun karakter dan kultur dalam lingkungan keluarganya, yaitu: kempuan menjadi sosok atau periaku yang dapat ditiru dan digugu oleh lingkungannya (sikap teladan/panutan).
Buku yang sedang anda baca ini denga judu “Pendidikan Itu Membangun Culture & Peradaban” sekedar bacaan ringan bukanlah buku yang “full” ilmiah hasil penelitian, tetapi uraian opini dan pandangan penulis sebagai seorang mantan “Guru Teladan dan Pengawas Sekolah Berprestasi.” Selanjutnya lewat buku ini, diharapan menjadi bahan bacaan ringan dan referensi dalam membangun culture dan peradaban bangsa, agar mamu mempertahankan character building sebagai ciri khas yang membedaan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Buku ini juga banyak terinspirasi dari upaya penulis dalam upaya meningkatkan mutu proses dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan. Demikian juga daam upaya membangun karakter, kultur, dan peradaban selama kurang lebih 42 tahun mengabdi sebagai pendidik, pelatih, pengawas dan pembina pada satuan pendidikan.
Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pemerintah dan Kementerian Pendidian serta teman-teman Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah yang telah memberi amanah sebagai Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah & Madrasah Indonesia Provinsi Sul-sel Periode 2017-2022, sehingga bisa melakuan pembimbingan dan pendampingan satuan pendidikan dalam meningkatkan hasil kinerja yang berdampak pada peningkatan mutu pengelolaan, mutu proses pembelajaran, dan peningkatan capaian hasil Akreditasi Sekoah.
Seoga buku ini dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan dan memberi manfaat bagi orang-orang disekitar. Aamiin….
Penulis,
Drs. Achmad Ramli Karim, SH.,MH
Daftar Isi
Membangun Culture Dan Peradaban………………………………… 1
2. Character Building Peradaban Bukan Iptek…………………………. 6
3. Indonesia Krisis Kepemimpinan Dan Degradasi Moral ……………. 11
4. UU Pesantren & Dihapusnya Madrasah Dampak Isu Radikalisme ....15
5. Tunjukkan Merah Putihmu Simbol Patriotisme …………………….. 20
6. Indonesia Sedang Krisis Character Building ……………………..... 27
7. Pemuda Perlu Pendidikan Politik Dalam Menyelamatkan Semesta . 31
8. Pramuka Tanam Patriotisme Harusnya Wajib Bukan Sukarela ….... 36
9. Menghapus Jurusan Di SMA Dapat Membuka Jalan Inpor Guru ..;. 39
10. PP 28/2024 Melegalkan Sex Bebas Bertentangan UU Pendidikan . 42
11. Aturan Paskibraka Lepas Jilbab Pelanggaran Konstitusi ………… 45
12. Membangun Karakter & Keteladanan Meredam Kasus Perundungan 48
13. Sistem Pendidikan Sekuler Merontokkan Peradaban Bangsa ………. 52
14. Pemuda Sebagai Agent of Change Harapan Masa Depan Bangsa ….. 57
15. Bullying Tantangan Dunia Pendidikan
Dalam Membangun Peradaban ……………………………………… 61
16. Pertimbangan Mutu & Profesional Pengawas Sekolah
17. IPK 3,0 Calon Guru Ikut PPG Syarat Mutu & Kompetensi Akademik 75
18. Character Building & Peradaban Islam Sumber Rumusan Pancasila …78
19. Hari Belajar Guru: Pemantik Penguatan
20. Pancasila Diilhami Oleh Piagam Jakarta …………………………….. 87
21. Tugas Pendidik Transfer of Knowledge Values & Skills ……………... 91
22. Pukulan Upaya Terakhir Mendidik & Mendisiplinkan Anak ………... 94
23. Hilangnya Ruh Pendidikan Anak secara holistik …………………….. 97
24. Tantangan Pendidikan Tidak Mngkin Diatasi Pemerintah Sendiri ….. 103
25. KH Ahmad Dahlan Pencetus Pendidikan Karakter

Tidak ada komentar:
Posting Komentar