Translate

Rabu, 17 Juni 2026

Kumpulan Puisi Kehidupan

 

Puisi tentang kehidupan biasanya menggambarkan bagaimana kehidupan yang dipenuhi dinamika yang tidak dapat ditebak. Kehidupan itu misterius karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.







-----

Kamis, 18 Juni 2026



Kumpulan Puisi Kehidupan

 

 

Puisi tentang kehidupan biasanya menggambarkan bagaimana kehidupan yang dipenuhi dinamika yang tidak dapat ditebak. Kehidupan itu misterius karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Kehidupan yang tak hanya berisi kegembiraan, namun juga kesedihan dan air mata, menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang untuk dituangkan dalam bentuk puisi.

Mereka yang piawai membuat puisi, bisa mendapatkan banyak inspirasi atas apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari diri sendiri maupun orang lain di sekitar mereka, untuk menjadi sebuah karya.

Sementara bagi yang lain, yang tidak memiliki bakat menuangkan perasaan ke dalam bentuk puisi, cukup menikmati jenis karya sastra satu ini.

Mencoba merenungkan kehidupan dan liku di dalamnya melalui puisi menjadi satu di antara hal yang dapat kamu lakukan untuk memahami arti kehidupan,

Puisi tentang kehidupan dapat kamu jadikan sebagai bahan pelajaran dan perenungan dalam proses menjalani kehidupan.

Berikut 9 (Sembilan) puisi tentang kehidupan, yang dapat kamu jadikan sebagai sumber pembelajaran serta perenungan hidup.

 

 

1. Kisah Perjuanganku

 

Sejak awal kumemulai mengenal dunia

Sejak itu juga kumemulai memahami arti hidup

Banyak kisah yang telah aku lewati

Demi mengejar impian

 

Semua kisah itu tak dapat ku lupakan dari memoriku

Tentang perjuangan kehidupanku untuk meraih impianku

Walau banyak rintangan yang harus dihadapi

Namun bukan itu yang membuatku harus menyerah

 

Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa

Maka itu tak ada kata menyerah sebelum mencapai impian yang penuh harapan

 

 

 

2. Jangan Menyerah

 

Aku akan terus melangkah

Berjuang menggapai harapan

Tak peduli anggapan maupun cercaan

Terus bergerak tidak ada keraguan

 

Terpeleset jatuh

Tergores luka

Bangkit tuk melangkah

Tak pernah sudi untuk menyerah

 

Hidup itu sulit

Bagi mereka yang tak mau mencoba

Hidup itu menyebalkan

Bagi mereka yang lemah dan berputus asa

 

Tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakan

Perbanyak pikiran untuk perluas wawasan

Jangan lemah ketika terjatuh

Bangkit lagi teruskan langkah kehidupan

Agar kelak kita sampai juga di tempat tujuan

 

 

 

3. Sang Penyemangat

 

Hatiku begitu menggebu

Setiap kudengar tausiyah suci itu

Rangkai katanya merona hatiku

Alur ritmiknya memerah telingaku

 

Jiwaku menggebu haru bertalu

Setiap derap pergerakan dihentakkan

Menyentak rasa lengang sanubari

Menggetar senyap keterlenaanku

 

Wahai geloraku, jangan tenggelamkan

Rasa cintaku pada perjuangan ini

Hanya karena tak bertemu sang guru

Yang selalu mengetuk pintu hatimu

 

Sematkan dalam ingatanmu

Pandangan optimis penuh harapan

Seperti menatap indahnya langit biru

Penuh cahaya, menghangatkan hati

 

Agar kusambut langkah perjuangan itu

Bersama kalam dan sabda yang telah terpatri

Buktikan rasa peduli, simbol pemberani

Agar sinarnya terangi persada ini

 

Jadilah bunga yang harum di persada ini

Yang menebar wangi, pesona alami

Bangkit dan melangkahlah dengan pasti

Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri

 

 

 

4. Hidup Butuh Perjuangan

 

Jangan sangka, kehidupan selalu bahagia

Jangan dipikir, hidup hanya enak-enak saja

Jika kau berpikir hanya sampai itu saja

Maka, kau perlu melihat luasnya dunia

 

Banyak orang yang ingin menjatuhkan

Tutur katanya yang menyakitkan

Sehingga tak jarang membuat hidup berantakan

Itulah hidup, butuh sebuah perjuangan

 

Jangan sampai kau merasa terlena

Dengan kehidupan yang fana

Suatu ketika akan datang sebuah luka

Dan kau harus pasang kuda-kuda

 

Hidup butuh perjuangan

Di mana kau tak hanya bisa berpangku tangan

Namun harus berani dalam mengambil keputusan

Jika kau benar, kau akan bertemu kesuksesan

Sehingga kehidupan mu akan lebih nyaman.

 

 

 

5. Jangan Lupa Bersyukur

 

Ku lihat tampak bahagia dari wajah istriku

Ditambah bercanda dan tertawa anak-anakku

Aku bukan orang dengan segudang harta

Aku juga bukan orang dengan segudang talenta

Ku hanya kepala keluarga dari desa

 

Rumah ku pun sangat sederhana

Dan jauh dari indahnya emas dan permata

Namun inilah yang membuat hidup ku bahagia

Memiliki semuanya dengan hati dan jiwa yang bersahaja

 

Anak-anak dan istriku contohnya

Mereka tak banyak menuntut dan meminta

Itulah yang membuat aku tersenyum setiap harinya

Jangan merasa kurang akan semua yang didapatkan

Syukuri semua yang maha kuasa berikan

 

Dalam hidup memang butuh pengorbanan

Namun kuasa-Nya lah yang menjadi keputusan

Syukuri nikmat kehidupan dari tuhan

Sehingga kita akan memperoleh indahnya bahtera dalam kehidupan

 

 

 

6. Jejak Waktu

 

Di antara fajar dan senja yang merona

Ada jejak langkah yang tak pernah sirna

Kita berjalan merangkai cerita

Menyulam bahagia di balik air mata

 

Hidup bukan sekadar tentang bernapas

Namun tentang hati yang terus merasa

Terkadang badai datang menghempas

Namun pelangi selalu setia menyapa

 

Setiap detik adalah anugerah terindah

Tempat kita belajar memaafkan dan mengalah

Sebab pada akhirnya, makna hidup yang sejati

Adalah saat kita mampu mensyukuri hari ini

 

 

 

 

7. Mentari Pagiku

 

Akulah malam...

Tempatmu menerima temaram

Setelah seharian memikul kelam

Sedang dirimu, matahari pagiku

Menyaring serpihan pilu

Diantara kabut-kabut resahku.

 

Ketika berangkat dalam perjalanan

Jangan meminta nasehat dari mereka

Yang belum pernah meninggalkan rumah.

 

 

 

 

8. Syarat Pinta

 

Tak semudah itu jika kau meminta

Ada syarat yang harus diterima

Dia sebagai pemegang semesta

Sedang, kau seorang hamba

Bagaimana pinta dapat terpenuhi

Jika perintahnya tak pernah kau patuhi.

 

Sejujurnya aku takut dengan akal

Manakala ia bergerak, aku lekas bertindak

Akupun kerap resah dengan imaji

Ketika ia tergambar, aku hanya bisa mengikuti

Yang paling kutakut adalah  nafsu

Sejujurnya aku lemah

 

Jika engkau tak memberiku arah

Aku hanyalah segelintir pinta

Yang jika dibiarkan

Hanya jadi angan belaka.

 

 

 

 

9.  Renta

 

Dik! Tangan-tangan ini tak sekuat dulu

Menafkahi mu pun mungkin tak mampu

Jika kau dapati aku hanya terbaring lesu

Masihkah kehadiranku kau tunggu?.

 

 

 

Makassar, 18 Juni 2026

Disadur Oleh:

 

 Achmad Ramli Karim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar