Puisi tentang kehidupan biasanya menggambarkan bagaimana kehidupan yang dipenuhi dinamika yang tidak dapat ditebak. Kehidupan itu misterius karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
-----
Kamis, 18 Juni 2026
Kumpulan Puisi Kehidupan
Puisi tentang kehidupan biasanya menggambarkan
bagaimana kehidupan yang dipenuhi dinamika yang tidak dapat ditebak. Kehidupan
itu misterius karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Kehidupan yang tak hanya berisi kegembiraan, namun
juga kesedihan dan air mata, menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang untuk
dituangkan dalam bentuk puisi.
Mereka yang piawai membuat puisi, bisa mendapatkan
banyak inspirasi atas apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari diri sendiri
maupun orang lain di sekitar mereka, untuk menjadi sebuah karya.
Sementara bagi yang lain, yang tidak memiliki bakat
menuangkan perasaan ke dalam bentuk puisi, cukup menikmati jenis karya sastra
satu ini.
Mencoba merenungkan kehidupan dan liku di dalamnya
melalui puisi menjadi satu di antara hal yang dapat kamu lakukan untuk memahami
arti kehidupan,
Puisi tentang kehidupan dapat kamu jadikan sebagai
bahan pelajaran dan perenungan dalam proses menjalani kehidupan.
Berikut 9 (Sembilan) puisi tentang kehidupan, yang
dapat kamu jadikan sebagai sumber pembelajaran serta perenungan hidup.
1. Kisah Perjuanganku
Sejak awal kumemulai mengenal dunia
Sejak itu juga kumemulai memahami arti hidup
Banyak kisah yang telah aku lewati
Demi mengejar impian
Semua kisah itu tak dapat ku lupakan dari memoriku
Tentang perjuangan kehidupanku untuk meraih impianku
Walau banyak rintangan yang harus dihadapi
Namun bukan itu yang membuatku harus menyerah
Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan
yang luar biasa
Maka itu tak ada kata menyerah sebelum mencapai impian
yang penuh harapan
2.
Jangan
Menyerah
Aku akan terus melangkah
Berjuang menggapai harapan
Tak peduli anggapan maupun cercaan
Terus bergerak tidak ada keraguan
Terpeleset jatuh
Tergores luka
Bangkit tuk melangkah
Tak pernah sudi untuk menyerah
Hidup itu sulit
Bagi mereka yang tak mau mencoba
Hidup itu menyebalkan
Bagi mereka yang lemah dan berputus asa
Tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakan
Perbanyak pikiran untuk perluas wawasan
Jangan lemah ketika terjatuh
Bangkit lagi teruskan langkah kehidupan
Agar kelak kita sampai juga di tempat tujuan
3.
Sang
Penyemangat
Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku
Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku
Wahai geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu
Sematkan dalam ingatanmu
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati
Agar kusambut langkah perjuangan itu
Bersama kalam dan sabda yang telah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini
Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri
4.
Hidup
Butuh Perjuangan
Jangan sangka, kehidupan selalu bahagia
Jangan dipikir, hidup hanya enak-enak saja
Jika kau berpikir hanya sampai itu saja
Maka, kau perlu melihat luasnya dunia
Banyak orang yang ingin menjatuhkan
Tutur katanya yang menyakitkan
Sehingga tak jarang membuat hidup berantakan
Itulah hidup, butuh sebuah perjuangan
Jangan sampai kau merasa terlena
Dengan kehidupan yang fana
Suatu ketika akan datang sebuah luka
Dan kau harus pasang kuda-kuda
Hidup butuh perjuangan
Di mana kau tak hanya bisa berpangku tangan
Namun harus berani dalam mengambil keputusan
Jika kau benar, kau akan bertemu kesuksesan
Sehingga kehidupan mu akan lebih nyaman.
5.
Jangan
Lupa Bersyukur
Ku lihat tampak bahagia dari wajah istriku
Ditambah bercanda dan tertawa anak-anakku
Aku bukan orang dengan segudang harta
Aku juga bukan orang dengan segudang talenta
Ku hanya kepala keluarga dari desa
Rumah ku pun sangat sederhana
Dan jauh dari indahnya emas dan permata
Namun inilah yang membuat hidup ku bahagia
Memiliki semuanya dengan hati dan jiwa yang bersahaja
Anak-anak dan istriku contohnya
Mereka tak banyak menuntut dan meminta
Itulah yang membuat aku tersenyum setiap harinya
Jangan merasa kurang akan semua yang didapatkan
Syukuri semua yang maha kuasa berikan
Dalam hidup memang butuh pengorbanan
Namun kuasa-Nya lah yang menjadi keputusan
Syukuri nikmat kehidupan dari tuhan
Sehingga kita akan memperoleh indahnya bahtera dalam
kehidupan
6.
Jejak
Waktu
Di antara fajar dan senja yang merona
Ada jejak langkah yang tak pernah sirna
Kita berjalan merangkai cerita
Menyulam bahagia di balik air mata
Hidup bukan sekadar tentang bernapas
Namun tentang hati yang terus merasa
Terkadang badai datang menghempas
Namun pelangi selalu setia menyapa
Setiap detik adalah anugerah terindah
Tempat kita belajar memaafkan dan mengalah
Sebab pada akhirnya, makna hidup yang sejati
Adalah saat kita mampu mensyukuri hari ini
7.
Mentari
Pagiku
Akulah malam...
Tempatmu menerima temaram
Setelah seharian memikul kelam
Sedang dirimu, matahari pagiku
Menyaring serpihan pilu
Diantara kabut-kabut resahku.
Ketika berangkat dalam perjalanan
Jangan meminta nasehat dari mereka
Yang belum pernah meninggalkan rumah.
8.
Syarat
Pinta
Tak semudah itu jika kau meminta
Ada syarat yang harus diterima
Dia sebagai pemegang semesta
Sedang, kau seorang hamba
Bagaimana pinta dapat terpenuhi
Jika perintahnya tak pernah kau patuhi.
Sejujurnya aku takut dengan akal
Manakala ia bergerak, aku lekas bertindak
Akupun kerap resah dengan imaji
Ketika ia tergambar, aku hanya bisa mengikuti
Yang paling kutakut adalah nafsu
Sejujurnya aku lemah
Jika engkau tak memberiku arah
Aku hanyalah segelintir pinta
Yang jika dibiarkan
Hanya jadi angan belaka.
9.
Renta
Dik! Tangan-tangan ini tak sekuat dulu
Menafkahi mu pun mungkin tak mampu
Jika kau dapati aku hanya terbaring lesu
Masihkah kehadiranku kau tunggu?.
Makassar, 18 Juni 2026
Disadur Oleh:
Achmad Ramli
Karim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar