Sepanjang kelompok moderat tidak sadar kalau mereka dihasut dan dibiayai oleh kaum kapitalis untuk menghancurkan kelompok islam garis lurus, maka selama itu pula persatuan dan kesatuan bangsa tidak akan pernah terwujud.
.....
Hentikan Perpecahan Lawan Propaganda Bangun Persatuan
Oleh: Achmad Ramli Karim
(Pemerhati
Politik & Pendidikan)
Menurut KBBI, propaganda adalah penerangan (paham,
pendapat, dsb.) yang benar atau salah, disebarluaskan untuk meyakinkan orang
agar menganut suatu sikap, aliran, atau arah tindakan tertentu, seringkali
tanpa alasan yang kuat, tujuannya memanipulasi opini dan perilaku massa untuk
mencapai tujuan tertentu, baik positif maupun negatif.
Apa tujuan propaganda?
Tujuan propaganda adalah untuk mempengaruhi opini
publik, sikap, dan perilaku masyarakat agar mendukung tujuan tertentu, baik
untuk kebaikan (seperti kesehatan publik) maupun keburukan (seperti memicu
konflik). Ini dilakukan melalui penyebaran pesan yang disengaja untuk membentuk
keyakinan, memanipulasi emosi, dan mendorong tindakan yang diinginkan pembuat
propaganda, seringkali dengan pemilihan fakta atau narasi tertentu.
Inti dari Propaganda: (a) Pengaruh: Berusaha
mempengaruhi reaksi, pandangan, dan perilaku orang lain. (b) Penyampaian Pesan:
Bisa berupa fakta, rumor, atau kebohongan yang disajikan sistematis. (c)
Tujuan: Mencapai tujuan politik, sosial, atau komersial tertentu, seringkali
dengan mengabaikan nilai kebenaran murni.
Propaganda kaum kapitalis melalui pendekatan politik,
ekonomi dan kepentingan, sangat ampuh dalam menguasai elit politik guna
mempengaruhi keputusan politik (kebijakan publik) suatu bangsa termasuk di
Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Sebenarnya yang menceraiberaikan umat
islam berdasarkan perbedaan pandangan, adalah kaum kapitalis (penjajah) yang
ingin menguasai penguasa dan kekayaan nusantara seperti sejarah kolonialisme
Belanda dulu serta negara industri sekarang ini.
"Jika ada pendakwah Islam yang justru
mencerai-beraikan sesama muslim atas nama perbedaan pandangan (golongan),
berarti ia telah mengkhianati nabiullah. Karena nabi mempersatukan perbedaan,
dan tidak mencerai-beraikan”. Nasehat ini sebenarnya ditujukan kepada kelompok
islam garis lurus (sesuai kitab & sunnah) yang menuduh kelompok islam
moderat sesat atau sebaliknya, kelompok islam moderat yang menuduh kelompok
islam garis lurus sebagai wahabi (bukan islam) ?. Jangan-jangan ini upaya pecah
belah kaum sekuler agar umat islam tidak sempat membangun kekuatan (power).
Sebenarnya umat islam sebagian besar masih sangat
bodoh (buta politik) khususnya dalam hal politik dagang (ekonomi kapitalis), karena
tidak mampu membaca strategi "Devide et impera" yang dijalankan oleh
kaum kapitalis (negara industri), yaitu: strategi politik, militer, dan ekonomi
pecah belah dan kuasai. Dengan cara memecah kelompok besar (umat islam) menjadi
kelompok-kelompok kecil yang lebih lemah agar mudah ditaklukkan dan dikuasai,
seperti yang diterapkan Belanda di Nusantara untuk menguasai penguasa
(pemerintah) lokal dengan mengadu domba mereka. Tujuannya adalah mencegah
persatuan, menciptakan permusuhan antar kelompok, dan melemahkan kekuatan lawan
sehingga hegemoni dapat dijalankan dengan mudah.
Kenapa kekuatan Islam Harus di Pecah Belah?. Karena
negara-negara berpenduduk muslim pada umumnya kaya dengan sumber daya alam yang
menjadi sumber bahan baku bagi industri negara maju. Sehingga negara barat
harus menjadikan negara-negara muslim tersebut tetap tergantung pada negara
maju (negara industri) melalui bantuan modal/pinjaman yang mengikat dan
bersyarat, namun punya tujuan terselubung untuk menguasai kekuatan politik,
perdagangan, dan SDA negara itu (imperialisme).
Disinilah politik kapitalisme dijalankan oleh negara
industri agar tetap menguasai SDA, dengan strategi: (1) Pecah belah umat muslim
melui penggiringan isu atau opini publik, agar tidak membangun persatuan dan
kesatuan (tidak memiliki power). (2) Pisahkan agama dengan politik, agar
nilai-nilai islam tidak menjadi acuan kebijakan publik (sistem sekuler). (3)
Memberikan bantuan kepada kelompok islam moderat untuk hancurkan atau
tenggelamkan kelompok islam garis lurus, melalui isu intoleran, Radikal, atau
terorisme.
Kapitalisme
Menjadikan Elit & Pejabat Sebagai Buzzer
Presiden Prabowo mengungkap adanya pihak atau oknum
yang coba menghambat penyelidikan hutan. Prabowo pun menyebut untuk melakukan
penghambatan ini, mereka sampai menghasut rakyat dan membayar preman. Apakah
pihak-pihak yang menghambat penyelididikan hutan (illegal logging), adalah elit
politik dan pejabat publik di pemerintahan yang merupakan kaki tangan pengusaha
kakap (oligarki)?. Kalau benar, berarti yang menghasut rakyat dan membayar
preman adalah para "Buzzer" dari pejabat yang berpangkat, atau
pejabat publik sekaligus berfungsi sebagai buzzer dari oligarki ?.
Buzzer adalah individu atau kelompok di media sosial
yang dibayar atau diberi imbalan untuk menyebarkan pesan, opini, atau promosi
tertentu secara masif untuk memengaruhi opini publik, baik untuk kepentingan
komersial (produk/jasa) maupun politik (isu/tokoh). Mereka bekerja dengan
memanfaatkan akun pribadi atau akun palsu untuk menciptakan
"dengungan" (buzz) yang kuat, menjangkau audiens luas dengan cepat,
dan membentuk persepsi publik terhadap suatu topik, produk, atau merek.
Benarkah pemerintah sungguh-sungguh ingin memberantas
korupsi sampai keakar-akarnya?. Pertanyaan ini sangat penting untuk
mengembalikan kepercayaan publik dari politik pencitraan dan kepalsuan selama
ini. Karena sangat mustahil pemerintah bisa menghapus praktek korupsi dan
perampokan kekayaan alam nusantara (SDA), jika para elit politik dan pejabat
publik masih menjadi buzzerp-buzzerp dari pengusaha raksasa (oligarki) itu
sendiri, termasuk pejabat dari aparat. Sebab mereka memiliki kekuatan politik
melalui Koalisi parpol (politik transaksional), serta menguasai kekuatan
finansial yang mampu menggoyang stabilitas nasional, ataupun menggerakkan massa
untuk menggulingkan seorang Presiden.
Kekuatan finansial adalah kemampuan individu,
kelompok, atau perusahaan untuk mengelola keuangan secara efektif, menghasilkan
pendapatan yang cukup, memiliki cadangan, dan tahan terhadap guncangan ekonomi
(seperti PHK, inflasi, atau krisis) untuk memenuhi kebutuhan, mencapai tujuan,
dan mempertahankan kekuatan tanpa bergantung pada orang lain. Ini bukan hanya
soal kemewahan, tapi tentang kemandirian, kendali atas hidup, dan kemampuan
memenuhi kewajiban serta berinvestasi untuk pertumbuhan dan keuntungan masa
depan.
Kemenhut baru saja menetapkan lima tersangka perederan
kayu ilegal di Kalimantan dengan modus dokumen palsu. Kementerian Kehutanan
(Kemenhut) melalui Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Kalimantan menetapkan
lima tersangka dalam kasus peredaran ratusan meter kubik kayu bulat ilegal di
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Langkah ini merupakan bagian dari
komitmen Kemenhut untuk terus menindak tegas kejahatan kehutanan yang merugikan
negara, merusak ekosistem, dan mengancam kehidupan masyarakat.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi
Januarto Nugroho, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap
praktik-praktik pembalakan liar yang dilakukan oleh individu maupun korporasi
demi kepentingan pribadi. "Penindakan ini penting kita lakukan untuk
menyelamatkan sumber daya alam hutan dan kerugian negara, serta untuk memenuhi
komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim. Kekayaan Bangsa
Indonesia ini harus kita pastikan keberlanjutannya dan sebesar-besarnya bagi
kemakmuran rakyat,” ujarnya dilansir dari Antara.
Namun sangat disayangkan karena penindakan itu hanya
ada pada tatarn wacana dan berita, bukan pada tataran implenentasi karena
pemerintah seperti nya masih tersandera oleh poilitik transaksional oligarki,
sehingga sangat sulit memberantas praktek pembalakan liar atau penebangan liar
(illegal logging). Praktik "Illegal Logging" masih menjadi tantangan
berat dalam perlindungan hutan ditanah air, karena para elit politik dan calon
penguasa di RI dari awal telah tersandera oleh oligarki melalui politik transaksional
dalam Koalisi parpol. Bahkan mereka (elit politik dan calon pemimpin) berutang
budi atas biaya politik (cost politics) yang dapat diduga dibiayai oleh para
investor.
Sistem kapitalisme adalah sistem ekonomi yang
menekankan kepemilikan pribadi atas alat produksi, kebebasan pasar, dan motif
keuntungan sebagai pendorong utama kegiatan ekonomi, di mana harga dan produksi
ditentukan oleh penawaran-permintaan, bukan perencanaan pemerintah terpusat.
Ciri utamanya adalah kepemilikan pribadi, persaingan bebas, kebebasan ekonomi
individu, dan peran pemerintah yang terbatas dalam regulasi. Sistem ini
mendorong inovasi dan efisiensi, namun juga rentan menimbulkan kesenjangan
ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam.
Pembalakan liar atau penebangan liar (Illegal logging)
merupakan kegiatan pemanenan, pengangkutan, pembelian, atau penjualan kayu yang
dilakukan dengan melanggar hukum. Proses penebangannya sendiri dapat bersifat
ilegal, termasuk melalui cara-cara koruptif untuk memperoleh akses ke kawasan hutan;
melakukan penebangan tanpa izin atau di dalam area yang dilindungi.
Sepanjang kelompok moderat tidak sadar kalau mereka
dihasut dan dibiayai oleh kaum kapitalis untuk menghancurkan kelompok islam
garis lurus, maka selama itu pula persatuan dan kesatuan bangsa tidak akan
pernah terwujud. Karena kaum kapitalis (sekuler) akan selalu merintangi syariat
islam diterapkan oleh para pemeluknya dalam kehidupan bermasyarakat, karena
mereka takut jika syariat islam tersebut diterapkan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara yang dapat menghalangi impor prodak haram, seperti; judi online,
narkotika, makanan dan minuman haram, prostitusi dan perdagangan manusia.
Makassar, 1 Januari 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar