Sejarah peradaban dunia telah membuktikan, bahwa negara- negara maju berbasis industri sangat berambisi untuk menguasai ekonomi (SDA) dan perdangan dunia (pangsa pasar). Sementara negara-negara makmur yang kaya dengan sumber daya alam, mayoritas dimiliki oleh negara-negara Muslim.
-----
Seni, 05 Januari 2026
Indonesia Bisa Bangkit Melalui Sistem Meritokrasi
Oleh: Achmad Ramli
Karim
(Pemerhati Politik & Pendidikan)
Dongeng perpindahan
kerajaan Ratu Bilqis oleh Raja Sulaiman adalah kisah tentang bagaimana Nabi
Sulaiman menggunakan mukjizat untuk membuktikan kebenaran ilahiyah dan membuat
Ratu Bilqis masuk Islam. Setelah Nabi Sulaiman mengirim surat ajakan untuk menyembah
Allah, Ratu Bilqis datang ke istana. Di sana, seorang tokoh saleh bernama Ashif
bin Bharkaya memindahkan singgasana Ratu Bilqis ke istana Sulaiman dalam
sekejap mata, yang membuat Ratu Bilqis sangat takjub dan akhirnya menyatakan
keimanannya.
Presiden Prabowo bukan
Raja Sulaiman yang bisa meminta tolong kepada mahluk jin memindahkan singgasana
Ratu Bilqis dalam sekejap mata, akan tetapi Prabowo bisa menyulap dan merubah
wajah Indonesia dalam sekejap jika berani menerapkan konsep "
*meritokrasi* " Seperti yang diperankan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Hal ini
sangat penting untuk mewujudkan cita-cita nasional Indonesia, yang hanya bisa
diwujudkan jika Presiden berani mempertahankan konsep Meritokrasi tersebut.
sebab Indonesia sekarang sedang di
persimpangan tiga jalan, yaitu; jalan keimanan (Ketuhanan YME), jalan
liberalisme (Sekuler & Islamofobia), dan jalan sejarah (komunisme). Jika
melanjutkan jalan sebelumnya yang memisahkan agama dengan negara, maka
Indonesia dipastikan akan bubar oleh faktor disintegrasi bangsa. Karena kaum
sekuler, islamofobia, dan komunisme mengindikasikan adanya kospirasi politik
untuk mengganti prinsip iman dan taqwa (Ketuhanan YME) menjadi "Ketuhanan
Yang Berbudaya". Hal ini menunjukkan adanya upaya memisahkan norma agama
dengan politik (kebijakan publik) di nusantara step by step. Sementara
Indonesia dibangun diatas pundasi kerajaan islam Nusantara.
Kerajaan Islam di
Nusantara sangat banyak, termasuk Kerajaan Perlak (tertua), Samudera Pasai
(sering disebut tertua dan pusat studi Islam), Kesultanan Malaka (memegang
peranan penting dalam perdagangan), Kerajaan Aceh, Kerajaan Demak (kerajaan
Islam pertama di Jawa), Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, Kerajaan Pajang,
Kerajaan Mataram Islam, serta Kerajaan Ternate dan Tidore (terkenal dengan
kekayaan rempah-rempah). Setiap kerajaan memiliki sejarah dan keunikan sendiri,
seperti alat tukar dinar emas di Samudera Pasai.
Sejarah peradaban dunia
telah membuktikan, bahwa negara- negara maju berbasis industri sangat berambisi
untuk menguasai ekonomi (SDA) dan
perdangan dunia (pangsa pasar). Sementara negara-negara makmur yang kaya dengan
sumber daya alam, mayoritas dimiliki oleh negara-negara Muslim. Oleh karena itu
kaum kapitalis (pemilik modal) berupaya menguasai sistem politik, ekonomi, dan
perdagangan negara-negara berkembang dengan menerapkan politik dagang
(kapitalisme), dalam pemberian bantuan atau pinjaman kepada negara miskin atau
negara berkembang.
Apalagi Keuntungan
Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, dan posisinya sebagai
jalur perdagangan dunia meliputi posisi strategisnya di antara dua benua dan
dua samudra, yang menjadikannya jalur pelayaran utama dan sumber devisa negara
dari aktivitas perdagangan, serta menarik investasi asing dan mendorong
pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan lapangan kerja. Posisi
strategis inilah yang menyebabkan nusantara diperebutkan oleh dua kekuatan
kapitslis, yaitu; Amerika Serikat dari Barat dan RRT dari blok selatan.
Sehingga kedua negara industri tersebut saling bersaing, untuk menanamkan
pengaruh dan ekspansinya nusantata. Namun perlu di ingat oleh para elit politik
dan anggita legislatif, bahwa tidak akan pernah kedua negara industri tersebut,
akan membiarkan Indonesia menjadi negara maju. Melainkan tetap sebagai negara
berkembang agar tetap tergantung pada negara maju, sebagai sumber bahan baku
bagi industrinya.
Peradaban dunia adalah
tahapan kemajuan sosial, budaya, dan teknologi suatu masyarakat yang kompleks,
ditandai dengan ciri-ciri seperti kota, pemerintahan, sistem kepercayaan, kelas
sosial, sistem tulisan, dan spesialisasi pekerjaan. Istilah ini sering merujuk
pada periode sejarah manusia yang mencapai tingkat perkembangan signifikan
dalam berbagai aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi.
Indonesia sebenarnya bisa
menjadi negara industri seperti AS dan RRT, jika mental korupsi bisa dibumi
hanguskan di nusantara. Sebab mental koruptor inilah yang dimanfaatkan oleh
kaum kapitalis (pemilik modal) sebagai media pendekatan kepentingan dan
politik, kepada elit politik khususnya para pimpinan parpol di Indobesia.
Karena persoalan politik dan kekuasaan di Indonesia, tidak terlepas dari
kepentingan invasi ekonomi dan dagang kaum kapitalis.
Antara Meritokrasi Dan Ketakutan Ancaman Kudeta
Presiden Prabowo dapat
dipastikan akan mampu merubah wajah Indonesia dalam sekejap, jika berani
mempertahankan dan meneruskan konsep "Meritokrasi" dengan mengangkat
pembantu presiden yang bisa berperan seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Yaitu pembantu yang nemiliki iman (keyakinan) yang kuat, ditunjang oleh
kompetensi, komitmen, serta sikap integritas yang kokoh. Lalu apa sistem
meritokrasi?.
Meritokrasi adalah sistem
yang memberikan kesempatan, jabatan, atau penghargaan berdasarkan kemampuan,
prestasi, kompetensi, dan kinerja seseorang, bukan berdasarkan faktor
kekerabatan, kekayaan, status sosial atau kontrak politik. Dalam sistem
meritokrasi ini, kemajuan didasarkan pada " *merit* " (manfaat atau
prestasi) yang ditunjukkan individu melalui kinerja, usaha, bakat, dan
keterampilan yang dimilikinya. Utamanya ditunjang oleh sikap jujur, berani dan
bijak, serta keyakinan (iman) yang kuat kepada Tuhan YME.
Karakteristik utama
meritokrasi, adalah:
(1) Penekanan pada
prestasi: Individu dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi atau diberi
penghargaan berdasarkan pencapaian dan kinerja mereka yang terbukti. (2)
Kesetaraan kesempatan: Meritokrasi bertujuan menciptakan lingkungan yang adil
di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, tanpa memandang
latar belakang suku, ras, agama, jenis kelamin, atau status sosial. (3) Fokus
pada kualifikasi dan kompetensi: Pengelolaan sumber daya manusia, seperti
rekrutmen dan promosi, didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan potensi
individu. (4) Tujuan: Sistem ini bertujuan untuk menempatkan orang yang paling
mampu di posisi yang paling penting, memastikan efisiensi dan keunggulan dalam
organisasi atau masyarakat.
Dimasa Orde Baru idiologi
barat (sekuler) sangat mempenaguhi idiologi pancasila di Nusantara, karena AS
mendominasi faktor politik, ekonomi, dan perdagangan di Indonesia. Namun sejak
Jokowi berkuasa kiblat ekonomi mengarah ke-RRT (China Komunis). Oleh karena
itu, kemungkinan ada kesepakatan antara AS dan Cina atau persaingan terkait
invasi ekonomi dan dagang di Nusantara, yang masing-masing ingin menguasai SDA
dan pangsa pasar. Hal ini juga berdampak pada pertarungan politik dan kekuasaan
di pemerintahan maupun di parlemen, antara Presiden dukungan barat dengan
Wapres dukungan Cina Komunis.
Namun jika Presiden
Prabowo siap melupakan pengaruh kedua negara indudtri tersebut dan berani
menerapkan "sistem meritokrasi", maka bisa dipastikan Indonesia akan
berkembang menjadi negara maju sejajar AS dan RRT. Karena penerapan sistem
meritokrasi akan menghapus budaya korupsi dalam birokrasi pemerintahan
Indonesia.
Mampukah Presiden Prabowo
menjadi benteng "meritokrasi" Demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan
masyarakat, atau stagnan karena, ancaman kudeta?. Hanya keyakinan (iman) yang
kuat seorang pemimpin kepada Tuhan YME, seperti keyakinan para the founding
fathers yang mampu bertahan dan berhasil. Semoga jiwa patriotisme dan semangat
merah putih Presiden Prabowo seperti jiwa dan semangat para pendiri bangsa.
Makassar, 8 Nopember 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar