Translate

Minggu, 04 Januari 2026

Indonesia Bisa Bangkit Melalui Sistem Meritokrasi

 

Sejarah peradaban dunia telah membuktikan, bahwa negara- negara maju berbasis industri sangat berambisi untuk  menguasai ekonomi (SDA) dan perdangan dunia (pangsa pasar). Sementara negara-negara makmur yang kaya dengan sumber daya alam, mayoritas dimiliki oleh negara-negara Muslim.






-----

Seni, 05 Januari 2026


Indonesia Bisa Bangkit Melalui Sistem Meritokrasi

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Dongeng perpindahan kerajaan Ratu Bilqis oleh Raja Sulaiman adalah kisah tentang bagaimana Nabi Sulaiman menggunakan mukjizat untuk membuktikan kebenaran ilahiyah dan membuat Ratu Bilqis masuk Islam. Setelah Nabi Sulaiman mengirim surat ajakan untuk menyembah Allah, Ratu Bilqis datang ke istana. Di sana, seorang tokoh saleh bernama Ashif bin Bharkaya memindahkan singgasana Ratu Bilqis ke istana Sulaiman dalam sekejap mata, yang membuat Ratu Bilqis sangat takjub dan akhirnya menyatakan keimanannya.

Presiden Prabowo bukan Raja Sulaiman yang bisa meminta tolong kepada mahluk jin memindahkan singgasana Ratu Bilqis dalam sekejap mata, akan tetapi Prabowo bisa menyulap dan merubah wajah Indonesia dalam sekejap jika berani menerapkan konsep " *meritokrasi* " Seperti yang diperankan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Hal ini sangat penting untuk mewujudkan cita-cita nasional Indonesia, yang hanya bisa diwujudkan jika Presiden berani mempertahankan konsep Meritokrasi tersebut. sebab  Indonesia sekarang sedang di persimpangan tiga jalan, yaitu; jalan keimanan (Ketuhanan YME), jalan liberalisme (Sekuler & Islamofobia), dan jalan sejarah (komunisme). Jika melanjutkan jalan sebelumnya yang memisahkan agama dengan negara, maka Indonesia dipastikan akan bubar oleh faktor disintegrasi bangsa. Karena kaum sekuler, islamofobia, dan komunisme mengindikasikan adanya kospirasi politik untuk mengganti prinsip iman dan taqwa (Ketuhanan YME) menjadi "Ketuhanan Yang Berbudaya". Hal ini menunjukkan adanya upaya memisahkan norma agama dengan politik (kebijakan publik) di nusantara step by step. Sementara Indonesia dibangun diatas pundasi kerajaan islam Nusantara.

Kerajaan Islam di Nusantara sangat banyak, termasuk Kerajaan Perlak (tertua), Samudera Pasai (sering disebut tertua dan pusat studi Islam), Kesultanan Malaka (memegang peranan penting dalam perdagangan), Kerajaan Aceh, Kerajaan Demak (kerajaan Islam pertama di Jawa), Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, Kerajaan Pajang, Kerajaan Mataram Islam, serta Kerajaan Ternate dan Tidore (terkenal dengan kekayaan rempah-rempah). Setiap kerajaan memiliki sejarah dan keunikan sendiri, seperti alat tukar dinar emas di Samudera Pasai.

Sejarah peradaban dunia telah membuktikan, bahwa negara- negara maju berbasis industri sangat berambisi untuk  menguasai ekonomi (SDA) dan perdangan dunia (pangsa pasar). Sementara negara-negara makmur yang kaya dengan sumber daya alam, mayoritas dimiliki oleh negara-negara Muslim. Oleh karena itu kaum kapitalis (pemilik modal) berupaya menguasai sistem politik, ekonomi, dan perdagangan negara-negara berkembang dengan menerapkan politik dagang (kapitalisme), dalam pemberian bantuan atau pinjaman kepada negara miskin atau negara berkembang.

Apalagi Keuntungan Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, dan posisinya sebagai jalur perdagangan dunia meliputi posisi strategisnya di antara dua benua dan dua samudra, yang menjadikannya jalur pelayaran utama dan sumber devisa negara dari aktivitas perdagangan, serta menarik investasi asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan lapangan kerja. Posisi strategis inilah yang menyebabkan nusantara diperebutkan oleh dua kekuatan kapitslis, yaitu; Amerika Serikat dari Barat dan RRT dari blok selatan. Sehingga kedua negara industri tersebut saling bersaing, untuk menanamkan pengaruh dan ekspansinya nusantata. Namun perlu di ingat oleh para elit politik dan anggita legislatif, bahwa tidak akan pernah kedua negara industri tersebut, akan membiarkan Indonesia menjadi negara maju. Melainkan tetap sebagai negara berkembang agar tetap tergantung pada negara maju, sebagai sumber bahan baku bagi industrinya.

Peradaban dunia adalah tahapan kemajuan sosial, budaya, dan teknologi suatu masyarakat yang kompleks, ditandai dengan ciri-ciri seperti kota, pemerintahan, sistem kepercayaan, kelas sosial, sistem tulisan, dan spesialisasi pekerjaan. Istilah ini sering merujuk pada periode sejarah manusia yang mencapai tingkat perkembangan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi.

Indonesia sebenarnya bisa menjadi negara industri seperti AS dan RRT, jika mental korupsi bisa dibumi hanguskan di nusantara. Sebab mental koruptor inilah yang dimanfaatkan oleh kaum kapitalis (pemilik modal) sebagai media pendekatan kepentingan dan politik, kepada elit politik khususnya para pimpinan parpol di Indobesia. Karena persoalan politik dan kekuasaan di Indonesia, tidak terlepas dari kepentingan invasi ekonomi dan dagang kaum kapitalis.

 

Antara Meritokrasi Dan Ketakutan Ancaman Kudeta

Presiden Prabowo dapat dipastikan akan mampu merubah wajah Indonesia dalam sekejap, jika berani mempertahankan dan meneruskan konsep "Meritokrasi" dengan mengangkat pembantu presiden yang bisa berperan seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Yaitu pembantu yang nemiliki iman (keyakinan) yang kuat, ditunjang oleh kompetensi, komitmen, serta sikap integritas yang kokoh. Lalu apa sistem meritokrasi?.

Meritokrasi adalah sistem yang memberikan kesempatan, jabatan, atau penghargaan berdasarkan kemampuan, prestasi, kompetensi, dan kinerja seseorang, bukan berdasarkan faktor kekerabatan, kekayaan, status sosial atau kontrak politik. Dalam sistem meritokrasi ini, kemajuan didasarkan pada " *merit* " (manfaat atau prestasi) yang ditunjukkan individu melalui kinerja, usaha, bakat, dan keterampilan yang dimilikinya. Utamanya ditunjang oleh sikap jujur, berani dan bijak, serta keyakinan (iman) yang kuat kepada Tuhan YME.

Karakteristik utama meritokrasi, adalah:

(1) Penekanan pada prestasi: Individu dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi atau diberi penghargaan berdasarkan pencapaian dan kinerja mereka yang terbukti. (2) Kesetaraan kesempatan: Meritokrasi bertujuan menciptakan lingkungan yang adil di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama, jenis kelamin, atau status sosial. (3) Fokus pada kualifikasi dan kompetensi: Pengelolaan sumber daya manusia, seperti rekrutmen dan promosi, didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan potensi individu. (4) Tujuan: Sistem ini bertujuan untuk menempatkan orang yang paling mampu di posisi yang paling penting, memastikan efisiensi dan keunggulan dalam organisasi atau masyarakat.

Dimasa Orde Baru idiologi barat (sekuler) sangat mempenaguhi idiologi pancasila di Nusantara, karena AS mendominasi faktor politik, ekonomi, dan perdagangan di Indonesia. Namun sejak Jokowi berkuasa kiblat ekonomi mengarah ke-RRT (China Komunis). Oleh karena itu, kemungkinan ada kesepakatan antara AS dan Cina atau persaingan terkait invasi ekonomi dan dagang di Nusantara, yang masing-masing ingin menguasai SDA dan pangsa pasar. Hal ini juga berdampak pada pertarungan politik dan kekuasaan di pemerintahan maupun di parlemen, antara Presiden dukungan barat dengan Wapres dukungan Cina Komunis.

Namun jika Presiden Prabowo siap melupakan pengaruh kedua negara indudtri tersebut dan berani menerapkan "sistem meritokrasi", maka bisa dipastikan Indonesia akan berkembang menjadi negara maju sejajar AS dan RRT. Karena penerapan sistem meritokrasi akan menghapus budaya korupsi dalam birokrasi pemerintahan Indonesia.

Mampukah Presiden Prabowo menjadi benteng "meritokrasi" Demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat, atau stagnan karena, ancaman kudeta?. Hanya keyakinan (iman) yang kuat seorang pemimpin kepada Tuhan YME, seperti keyakinan para the founding fathers yang mampu bertahan dan berhasil. Semoga jiwa patriotisme dan semangat merah putih Presiden Prabowo seperti jiwa dan semangat para pendiri bangsa.

 

Makassar, 8 Nopember 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar