Translate

Senin, 05 Januari 2026

Pesan Spritual Buya Hamka Ketua Mui Pertama

Nama Buya Hamka selalu disebut pada setiap peringatan milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dirayakan setiap tanggal 26 Juli. Buya Hamka yang bernama lengkap Abdul Karim Amrullah Datuk Indomo adalah ketua umum pertama.













-----

Selasa, 06 Januari 2026


Mutiara Hikmah 


Pesan Spritual Buya Hamka Ketua Mui Pertama

 

Nama Buya Hamka selalu disebut pada setiap peringatan milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dirayakan setiap tanggal 26 Juli. Buya Hamka yang bernama lengkap Abdul Karim Amrullah Datuk Indomo adalah ketua umum pertama MUI. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai sastrawan dan jurnalis.

Buya Hamka lahir di Tanah Sirah, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908. Hamka merupakan nama pena yang merupakan singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Hamka berasal dari keluarga ulama. Ayahnya adalah Abdul Karim Amrullah atau biasa dipanggil Haji Rasul, pembaru Islam di Minangkabau.

Hamka melangkahkan kaki ke Pulau Jawa pada 1924 dan bertemu dengan para tokoh bangsa seperti Bagoes Hadikoesoemo, Tjokroaminoto, Abdul Rozak Fachruddin, dan Suryopranoto. Ia juga bertemu dengan tokoh-tokoh Masyumi, seperti Ahmad Hassan dan Mohammad Natsir. Pada tahun 1927, untuk memperluas pengetahuan agama dan mendalami bahasa Arab sekaligus beribadah haji, Hamka pergi ke Makkah. Di sana, ia bertemu dengan Agus Salim, seorang ulama dan tokoh Indonesia, yang memintanya untuk kembali ke tanah air.

Ketika masa revolusi berkecamuk, Hamka juga ikut menjadi ‘api’ dalam pergerakan dengan khutbah- khutbahnya. Ia digambarkan sebagai seorang jurnalis yang ikut bergerilya sebagai penghubung antara ulama dan pejuang. Buya Hamka dikenal publik lewat ceramah dan pelbagai tulisannya, mulai dari buku tasawuf agama hingga novel.

H. Abdul Karim Amrullah yang lebih dikenal dengan panggilan " Buya Hamka " seorang ulama besar, sastrawan, sejarawan, dan juga politikus yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonedia. Lahir 17 Pebruari 1908 dan wafat pada 24 Juli 1981 di Jakarta dalam usia 73 tahun. Meskipun sudah lama wafat, akan tetapi karya-karyanya tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang karena pesan-pesann Buya Hamka begitu menggugah. Diantaranya prsan-pesan spritual bagi umat muslim tentang sholat subuh sbb:

1. Jika subuhnya senantiasa dipelihara, itu tandanya akan selamat dari neraka;

2. Jika subuhnya selalu didahului dengan sholat Sunnah, pasti seluruh dunia beserta isinya dia

    dapat;

3. Jika subuhnya bergelap-gelap menuju mushollah, di kegelapan akhirat ia akan mendapatkan

    cahaya;

4. Jika subuhnya tiada ia jaga, maka pada wajahnya pun tak ada cahaya;

5. Jika subuhnya sengaja terlupa, tanda iman tiada bernyawa;

6. Jika subuhnya terasa berat, tanda nunafik sudah mendekat;

7. Jika subuh tiada peduli, tanda iman menghampiri mati;

8. Jika subuhnya tiada berjamaah, tanda hidupnya hilang barokah;

9. Jika subuhnya tiada di masjid, tanda imannya ada penyakit;

10. Jika subuhnya selalu terlewat, tanda imannya semakin cacat;

11. Jika subuhnya diakhir waktu, tanda imannya semakin kelabu;

12. Jika subuhnya hari sudah siang, tanda rejekinya sudah hilang;

13. Jika diwaktu subuh masih mendengkur, tanda setan memeluknya dalam tidur.

Semoga menginspirasi, untuk selalu mengintropeksi dan memperbaiki diri masing-masing.


Makassar, 28 Mei 2023  

 

 Achmad Ramli Karim

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar