Pesan Spritual Buya Hamka Ketua Mui Pertama
Nama Buya Hamka selalu
disebut pada setiap peringatan milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang
dirayakan setiap tanggal 26 Juli. Buya Hamka yang bernama lengkap Abdul Karim
Amrullah Datuk Indomo adalah ketua umum pertama MUI. Ia tidak hanya dikenal
sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai sastrawan dan jurnalis.
Buya Hamka lahir di Tanah
Sirah, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908. Hamka merupakan nama pena yang
merupakan singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Hamka berasal dari
keluarga ulama. Ayahnya adalah Abdul Karim Amrullah atau biasa dipanggil Haji
Rasul, pembaru Islam di Minangkabau.
Hamka melangkahkan kaki ke
Pulau Jawa pada 1924 dan bertemu dengan para tokoh bangsa seperti Bagoes
Hadikoesoemo, Tjokroaminoto, Abdul Rozak Fachruddin, dan Suryopranoto. Ia juga
bertemu dengan tokoh-tokoh Masyumi, seperti Ahmad Hassan dan Mohammad Natsir. Pada
tahun 1927, untuk memperluas pengetahuan agama dan mendalami bahasa Arab
sekaligus beribadah haji, Hamka pergi ke Makkah. Di sana, ia bertemu dengan
Agus Salim, seorang ulama dan tokoh Indonesia, yang memintanya untuk kembali ke
tanah air.
Ketika masa revolusi
berkecamuk, Hamka juga ikut menjadi ‘api’ dalam pergerakan dengan khutbah-
khutbahnya. Ia digambarkan sebagai seorang jurnalis yang ikut bergerilya
sebagai penghubung antara ulama dan pejuang. Buya Hamka dikenal publik lewat
ceramah dan pelbagai tulisannya, mulai dari buku tasawuf agama hingga novel.
H. Abdul Karim Amrullah
yang lebih dikenal dengan panggilan " Buya Hamka " seorang ulama
besar, sastrawan, sejarawan, dan juga politikus yang tidak asing lagi bagi
masyarakat Indonedia. Lahir 17 Pebruari 1908 dan wafat pada 24 Juli 1981 di
Jakarta dalam usia 73 tahun. Meskipun sudah lama wafat, akan tetapi
karya-karyanya tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang karena
pesan-pesann Buya Hamka begitu menggugah. Diantaranya prsan-pesan spritual bagi
umat muslim tentang sholat subuh sbb:
1.
Jika subuhnya senantiasa dipelihara, itu tandanya akan selamat dari neraka;
2.
Jika subuhnya selalu didahului dengan sholat Sunnah, pasti seluruh dunia
beserta isinya dia
dapat;
3.
Jika subuhnya bergelap-gelap menuju mushollah, di kegelapan akhirat ia akan
mendapatkan
cahaya;
4.
Jika subuhnya tiada ia jaga, maka pada wajahnya pun tak ada cahaya;
5.
Jika subuhnya sengaja terlupa, tanda iman tiada bernyawa;
6.
Jika subuhnya terasa berat, tanda nunafik sudah mendekat;
7.
Jika subuh tiada peduli, tanda iman menghampiri mati;
8.
Jika subuhnya tiada berjamaah, tanda hidupnya hilang barokah;
9.
Jika subuhnya tiada di masjid, tanda imannya ada penyakit;
10.
Jika subuhnya selalu terlewat, tanda imannya semakin cacat;
11.
Jika subuhnya diakhir waktu, tanda imannya semakin kelabu;
12.
Jika subuhnya hari sudah siang, tanda rejekinya sudah hilang;
13.
Jika diwaktu subuh masih mendengkur, tanda setan memeluknya dalam tidur.
Semoga
menginspirasi, untuk selalu mengintropeksi dan memperbaiki diri masing-masing.
Makassar, 28 Mei
2023
Achmad Ramli Karim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar