Translate

Senin, 23 Februari 2026

Sejarah Kepanduan & Hizbul Wathan Melebur Jadi Parmuka

 

22 Februari. Hari Kepanduan Sedunia menjadi momen untuk mengenang Robert Baden-Powell sekaligus meneguhkan semangat membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan peduli sesama.







-----

Selasa, 24 Pebruari 2026



Sejarah Kepanduan & Hizbul Wathan Melebur Jadi Parmuka

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Mantan Gudep Pramuka IKIP UP)

 

22 Februari. Hari Kepanduan Sedunia menjadi momen untuk mengenang Robert Baden-Powell sekaligus meneguhkan semangat membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan peduli sesama.

A. Pengalaman Baden Powell

Baden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London. Namun nama sesungguhnya adalah Robert Stephenson Smyth, sedangkan nama Baden Powell adalah nama ayahnya, seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman-pengalaman Baden Powell sejak kecil yang berpengaruh pada adanya kegiatan kepramukaan banyak sekali dan cukup menarik, diantaranya:

1. Ditinggal mati Bapak sejak kecil, dan mendapat pembinaan watak dari ibunya. Sifat kasih sayang seorang ibulah yang menurun kepada Baden Powell sehingga berhasil membina, mengembangkan kepramukaan dengan semangat, jiwa kasih sayang yang berkepantasan.

2. Latihan ketrampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya didapat dari kakak-kakaknya.

3. Sifat Baden Powell yang selalu gembira, lucu, cerdas, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar.

4. Pengalaman di India sebagai Pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang dan diketemukan di puncak gunung serta keberhasilan melalui panca indera Kimbal O’Hara. Pengalaman ini dibukukan dalam ketrampilan mencari jejak.

5. Pengalaman terkepung Bangsa Boer di Kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan. Bagaimana bias bertahan hidup dan mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika serta mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Pengalaman tersebut ditulisnya dalam sebuah buku berjudul “Aids to Scouting”. Buku tersebut ditulis untuk memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan dengan baik. Buku ini sangat menarik, tidak hanya bagi para pemuda, bahkan juga orang dewasa. Tuan William Smith sebagai salah seorang Pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pangalaman beliau. Maka dipanggillah 21 orang pemuda dari Boys Brigade dari berbagai wilayah negeri Inggris, diajak berkemah dan belatih di Pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Tahun 1910 Baden Powell pension dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Beliau mendapat title Lord dari Raja George pada tahun 1929. Baden Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugerahi 3 orang anak. Baden Powell meninggal pada tanggal 9 Januari 1941 di Nyeri, Afrika.

B.  Sejarah Kepramukaan Sedunia

1. Pada awal tahun 1908 Baden Powell selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku “Scouting for Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris, bahkan ke negara-negara lainnya dimana-mana berdirilah organisasi kepramukaan, yang semula untuk anak laki-laki seusia penggalang yang disebut Boy Scout.

2. Kemudian disusul organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girls Guides atas bantuan Agnes, adik perempuan Baden Powell, yang kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell.

3. Tahun 1916 berdiri kelompok Pramuka seusia Siaga, yang disebut Cub (anak srigala) dengan buku The Jungle Book, berisi tentang Mowgli anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh didikan induk srigala) karangan Rudyyard Kipling sebagai cerita pembungkus Cub.

4. Tahun 1918bp membentuk Rover Scout (Pramuka usia Penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun, tapi masih senang giat dibidang kepramukaan. Tahun 1922 Baden Powell menerbitkan buku Rovering to Success (mengembara menuju kebahagiaan) yang berisi petunjuk bagi para Pramuka Penegak dalam menghadapi tantangan hidupnya untuk mencapai kebahagiaan. Di hadapannya terdapat karang-karang berbahaya, yaitu: karang perjudian, karant wanita, karang minuman keras dan merokok, karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain/munafik, karang tak ber-Tuhan.

5. Tahun 1920 dislenggarakan Jambore Sedunia, di arena Olympia, London. Baden Powell telah mengundang Pramuka dari 27 negara, dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai BAPAK PANDU SEDUNIA (CHIEF SCOUT OF THE WORLD). Kelak Jambore Dunia tersebut diselenggarakan 5 tahun sekali.

6. Tahun 1914 Baden Powell mulai menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka. Rencana ini baru dapat dilaksanakan tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. De Boys Mac Leren, Baden Powell mendapat sebidang tanahdi Chingford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka. Tempat ini terkenal dengan nama GILWELL PARK.

7. Tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya yang berada di London, Inggris. Biro kepramukaan sedunia memiliki tenaga staf yang dapat diandalkan.

8. Gerakan Baden Powell itu ditiru oleh negara-negara lain. Belanda mendirikan Padvinder dan Padvinderij di negerinya.

Pemerintah Belanda yang berada di Indonesia juga mendirikan Padvinder dan Padvinderij, seperti NIPV (Netherland Indische Padvinders Vereniging/Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Tokoh Pergerakan Nasional Indonesia mendirikan Gerakan Kepanduan yang jumlahnya mencapai 100 organisasi kepanduan, antara lain:

– JPO (Javaanese Padvinders Organisaatie)

– JJP (Jong Java Padvinderij)

– SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij)

– NATIPI (Nasionale Islamitische Padvinderij)

– HW (Hisbul Wathon)

 

C. Hizbul Wathan Melebur Menjadi Pramuka

Mengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah

Hari Pramuka setiap 14 Agustus, perlu mempelajari kembali gerakan kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan.

Dikutip dari - TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, 14 Agustus merupakan Hari Pramuka. Salah satu gerakan kepanduan yang ada di Indonesia adalah Hizbul Wathan atau yang lebih dikenal dengan HW. HW merupakan salah satu organisasi otonom di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

Dibentuknya HW berawal dari perjalanan dakwah Kyai Haji Ahmad Dahlan yang sedang mengikuti pengajian SAFT (Sidiq, Amananah, Fathonah, Tabligh) di Surakarta pada 1916. Pengajian tersebut diadakan secara rutin di rumah Kyai Haji Imam Mukhtar Bukhari.

Berdasarkan hizbulwathan.or.id, Di kota tersebut, Kyai Haji Ahmad Dahlan melihat anak-anak JPO (Javansche Padvinders Organisatie), dengan pakaian seragam, latihan baris berbaris di halaman Mangkunegaran. Sesampainya di Jogja, Kyai Haji Ahmad Dahlan segera menceritakan apa yang telah ia lihat ketika perjalanan dakwah tersebut.

“Alangkah baiknya kalau Muhammadiyah memiliki padvinder untuk mendidik anak-anak mudanya agar memiliki badan sehat serta jiwa yang luhur untuk mengabdi kepada Allah,” begitulah gagasan Kyai Haji Ahmad Dahlan yang juga disepakati oleh para pemimpin Muhammadiyah, seperti KH Muchtar, KH Hisyam, hingga KRH Hadjid.

Hal ini ia bicarakan juga kepada kedua muridnya, Sumodirjo dan Sarbini. Ia berharap para pemuda Muhammadiyah, dapat latihan kepanduan utnuk berbakti kepada Allah subahanahu wa ta’ala. Ketika itu pula Sumodirjo dan Sarbini segera merintis berdirinya kepanduan di Muhammadiyah dengan latihan pertama kali baris berbaris, olah raga, dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Latihan berbaris dan berolahraga setiap hari Ahad sore di halaman Sekolah Muhammadiyah Suronatan. Seiring berjalannya waktu, pengikut HW semakin bertambah dan tidak lagi terbatas pada guru saja, juga banyak para pemuda Kauman yang ikut berlatih. Yang cukup menarik perhatian masyarakat yaitu barisan Padvinder Muhammadiyah yang tegap, disiplin, dan rapi, yang merupakan hal yang sangat menarik bagi masyarakat saat itu.

Menukil dari arsip.muhammadiyah.or.id, semboyan Hizbul Wathan pada waktu itu ialah setia kepada util amri; sungguh berhajat akan menjadi orang utama; tahu akan sopan santun dan tidak akan membesarkan diri; boleh dipercaya; bermuka manis; hemat dan cermat; penyayang; suka pada sekalian kerukunan; tangkas, pemberani, tahan, serta terpercaya; kuat pikiran menerjang segata kebenaran; ringan menolong dan rajin akan kewajiban; menetapi akan undang-undang Hizbul Wathan (Almanak Muhammadiyah, 1924: 50).

Hizbul Wathan (HW) adalah gerakan kepanduan Islam di bawah Muhammadiyah yang menjadi salah satu inspirator dan pendahulu gerakan kepanduan di Indonesia, termasuk Pramuka. Pada tahun 1961, HW melebur ke dalam Gerakan Pramuka (peleburan), namun kemudian aktif kembali (reorganisasi) pasca-reformasi sebagai organisasi otonom yang tetap berfokus pada pendidikan karakter berbasis keislaman.

Kaitan Utama Hizbul Wathan dan Pramuka:

Sejarah Pendahulu (Inspirator): HW didirikan pada tahun 1918 (sebelum era Pramuka) dan perannya sangat krusial dalam membentuk kepanduan nasional, dengan tokoh seperti Panglima Besar Soedirman yang merupakan pandu HW.

Peleburan (Tahun 1961): HW meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada tahun 1961 berdasarkan Keppres No. 238 tahun 1961 yang menyatukan seluruh organisasi kepanduan, dan sempat vakum selama puluhan tahun.

Reorganisasi.

(Pasca-Reformasi): HW diaktifkan kembali sebagai organisasi otonom di bawah Muhammadiyah yang bergerak berdampingan dengan Pramuka, bukan sebagai pesaing, melainkan saling melengkapi dalam pembentukan karakter bangsa.

Persamaan Dasar: Keduanya memiliki metode pendidikan yang sama, yaitu learning by doing, berinteraksi dengan alam, disiplin, dan cinta tanah air.

Perbedaan Fokus: Pramuka lebih menekankan pada nilai-nilai kebangsaan secara umum (Pancasila), sedangkan HW menguatkan internalisasi nilai-nilai Islam (rahmatan lilalamin) dalam setiap kegiatannya.

Meskipun pernah melebur, Hizbul Wathan tetap mempertahankan identitasnya sebagai gerakan kepanduan yang berbasis pada Janji Pandu HW dan Undang-undang HW.

Semoga jasa-jasa Baden Powell dalam melahirkan kepanduan, menjadi pondasi pembentukan karakter bangsa (character building), dan peradaban dunia yang memanusiakan manusia ditengah ancaman globalisasi.

 

 

Makassar, 22 Pebruari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar