Dalam Islam, kebenaran (Al-Haq) adalah sesuatu yang datang dari Allah, sedangkan kebatilan (Al-Bathil) adalah sesuatu yang datang dari setan atau musuh Allah. Allah melarang kita untuk mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan, dan menyembunyikan kebenaran.
Mutiara Hikmah
Cinta Dunia Mengusung Kezaliman Kubur Kebenaran
Apakah benar sekarang ini, kita sudah berada pada fase akhir zaman?.
Sehingga tidak jelas membedakannya; antara kebenaran dan kedzaliman, antara hak
dan bathil. Demikian juga sulitnya membedakan mana ulama pewaris nabi dan mana
ulama su' (jelek, jahat), mana pemimpin jujur dan mana pemimpin yang dusta.
Apalagi dizaman kebodohan, kemunafikan, dan kedzaliman yang
merajalela, sedang melanda umat manusia sekarang ini karena cinta dunia takut
mati. Akibatnya kebanyakan manusia dan pemimpin menggantungkan dirinya kepada
sesamanya manusia yang memiliki kekuasaan, bukan kepada pemilik kekuatan
tertinggi Allah SWT.
Antusiasme manusia kebanyakan memilih jalan tengah (demokrat) untuk
menyelamatkan diri, ketimbang menegakkan kepalanya menyatakan kebenaran adalah
benar dan kebatilan adalah batil walupun itu pahit dampaknya. Hal ini dusebkan
karena manusia khususnya orang muslim, keyakinannya lemah dalam berpegang teguh
pada ketetapan Allah SWT. Mereka kurang yakin menyandarkan dirinya kepada Allah
SWT, bahwa takdir, rezeki, hidup dan matinya ada pada kuasaNYA.
Sekarang kita diperhadapkan pada fase dimana manusia kebanyakan
mengejar kehidupan dunia, dan takut mati mengikuti tren dan propaganda kaum
kapitalis yang tidak beriman. Akibatnya; etika, moral, dan integritas pribadi
ikut digadaikan, dalam pasar liberalisme yang menawarkan nilai-nilai
sekularisme demi kepentingan duniawi. Sehingga keteladanan dan ketokohan
seorang pemimpin dimata publik, menjadi sirna karena takut menegakkan
kebenaran. Sebagai dampak dari kebiasaan berbeda ucapan dan tindakan, yang
sudah menjadi tradisi.
Dalam Islam, kebenaran (Al-Haq) adalah sesuatu yang datang dari Allah,
sedangkan kebatilan (Al-Bathil) adalah sesuatu yang datang dari setan atau
musuh Allah. Allah melarang kita untuk mencampuradukkan kebenaran dan
kebatilan, dan menyembunyikan kebenaran.
Imam Al Ghazali pernah menyampaikan suatu resep penting,
اعلم أن من عرف الحق بالرجال حار في متاهات
الضلال فاعرف الحق تعرف أهله إن كنت سالكاً طريق الحق وإن قنعت بالتقليد والنظر
إلى ما اشتهر من درجات الفضل بين الناس فلا تغفل عن الصحابة وعلو منصبهم فقد أجمع
الذين عرضت بذكرهم على تقدمهم وأنهم لا يدرك في الدين شأوهم ولا يشق غبارهم ولم
يكن تقدمهم بالكلام والفقه بل بعلم الآخرة وسلوك طريقها
"Ketahuilah bahwa siapa yang mengukur kebenaran dengan tokoh, ia
akan tersesat dalam lembah kebingungan. Maka kenalilah kebenaran, pasti kamu
akan tahu siapa pemiliknya, jika kamu benar-benar ingin meniti jalan kebenaran.
Tapi jika kamu hanya puas dengan ikut-ikutan dan melihat tren
ketokohan manusia, maka jangan lupa tentang shahabat dan ketinggian derajat
mereka yang tidak tertandingi.
Semua itu diperoleh bukan melalui jalur kalam atau fikih, melainkan
melalui jalur ilmu akhirat dan meniti jalannya."
[Ihya Ulumiddin, 1/173].
Sadarkah wahai umat manusia khususnya umat muslim, bahwa sampai akhir
zaman sumpah iblish untuk menjerumuskan umat manusia tidak akan pernah sirna.
Dan ketetapan Allah akan akhir zaman pasti terjadi.
Ketetapan Allah tentang akhir zaman, yaitu hari kiamat, adalah pasti
terjadi dan menjadi bagian dari rukun iman kelima bagi umat Islam. Kiamat akan
ditandai dengan berbagai tanda-tanda, baik tanda kiamat sugra (kecil) maupun
tanda kiamat kubra (besar). Tanda-tanda kiamat kubra meliputi kemunculan Imam
Mahdi, Dajjal, turunnya Isa AS, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dan matahari
terbit dari barat. Sedangkan tanda-tanda kiamat sugra meliputi hilangnya ilmu
agama, tersebarnya kebodohan, maraknya perzinaan, dan seringnya gempa bumi.
Semoga bermanfaat bisa menjadi sumber literasi dan renungan. Aamiin...
Makassar, 13 Mei 2025
Achmad Ramli Karim
(Ketua Dewan Kehormatan & Kode Etik APSI
Sulsel, Ketua LHKP PDM Gowa)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar