Bagaimana bisa mewujudkan "Visi Indonesia Emas 2045" Jika negara dalam keadaan kacau balau (chaotic)?. Indonesia Emas 2045 adalah suatu gagasan yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045.
-----
Sabtu, 10 Januari 2026
Negara Chaotic Ketika Iblis Ikut Berpolitik
Oleh: Achmad Ramli
Karim
(Pemerhati Politik & Pendidikan)
Bagaimana bisa mewujudkan
"Visi Indonesia Emas 2045" Jika negara dalam keadaan kacau balau
(chaotic)?. Indonesia Emas 2045 adalah suatu gagasan yang bertujuan untuk
menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada
tahun 2045. Tujuan dari gagasan ini ditargetkan pada tahun 2045, peringatan 100
tahun kemerdekaan Indonesia.
Jika sebuah negara kacau
balau (chaotic), dampaknya meliputi krisis ekonomi yang parah (seperti inflasi
tinggi, pengangguran, dan penurunan daya beli), masalah sosial dan politik
(seperti perpecahan dan meningkatnya kemiskinan), serta dampak negatif jangka
panjang yang mempengaruhi stabilitas dan harapan hidup masyarakat. Krisis ini
bisa berujung pada kebangkrutan negara dan ketergantungan pada bantuan luar negeri.
Manalagi pihak asing pemilik modal (investor) ikut menentukan kebijakan dan
arah politik nasional melalui invasi ekonomi dan perdagangan global, yang mersa
dirugikan jika Indonesia Indonesia menjadi negara Industri karena tidak lagi
tergantung pada negara maju.
1. Dampak ekonomi, antara
lain;
(a) Krisis ekonomi:
Terjadi inflasi yang sangat tinggi, di mana harga barang-barang meroket,
membuat nilai uang menurun drastis. (b) Pengangguran massal: Banyak perusahaan
gulung tikar, menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. (c) Penurunan daya
beli: Inflasi dan pengangguran menyebabkan masyarakat sulit membeli kebutuhan
pokok, sehingga daya beli menurun. (d) Pelemahan ekspor: Biaya ekspor menjadi
lebih mahal akibat inflasi, sehingga daya saing produk ekspor menurun dan
devisa negara berkurang. (e) Krisis utang: Negara mungkin terpaksa gagal bayar
utang, yang berujung pada kerusakan ekonomi berkepanjangan dan kesulitan mendapatkan
pinjaman di masa depan.
2. Dampak sosial dan
politik.
(a) Perpecahan sosial:
Ketidakpuasan dan krisis dapat memicu perpecahan di dalam masyarakat. (b)
Kekacauan sosial: Kondisi ini bisa menimbulkan gejolak sosial yang tidak
terkendali. (c) Peningkatan kemiskinan: Ketidaksetaraan distribusi pendapatan
dan kesulitan ekonomi secara umum dapat memperburuk tingkat kemiskinan. (d)
Ketidakstabilan politik: Pemerintah yang lemah tidak mampu menyediakan layanan
publik, memotong anggaran sosial, dan bahkan dapat kehilangan legitimasi.
3. Dampak jangka panjang.
(a) Gangguan kesehatan
dan pendidikan: Krisis ekonomi dan sosial dapat memperburuk kondisi kesehatan
masyarakat, bahkan meningkatkan angka kematian bayi dan menurunkan harapan
hidup, seperti yang ditunjukkan oleh studi tentang gagal bayar utang. (b)
Ketergantungan finansial: Negara yang kacau balau bisa menjadi sangat
bergantung pada bantuan dari negara lain untuk bertahan hidup. (c) Keterpurukan
pembangunan: Krisis dapat menghambat kemajuan jangka panjang dan membuat negara
sulit mencapai status negara maju.
Hal ini yang harus menjadi
kajian ilmiah bagi akademisi di Perguruan Tinggi, dan kajian kalbu (renungan)
bagi para politisi dan penguasa sebagai wujud tanggungjawab moral dalam
mengembangkan amanah rakyat. Karena kondisi politik kacau balau (chaotic) ini
yang sedang melanda bangsa Indonesia, akibat ulah dan perilaku (dosa jamaah)
dari para elit politik dan pemimpin bangsa yang diberi amanah oleh rakyat sebagai
pemegang kedaulatan rakyat.
Pemimpin ideal adalah
seseorang pemimpin yang memiliki visi besar, integritas tinggi, tegas, jujur,
adil dan bijaksana, serta bersifat ananah. Memiliki kemampuan untuk
menginspirasi dan memotivasi timnya, bertanggung jawab, cerdas, komunikatif,
dan empatik dalam mengelola tim serta mampu membuat keputusan yang tepat.
Sifat-sifat ini akan mampu membangun kepercayaan publik dan membantu tim
mencapai tujuan bersama secara efektif.
Namun ada hal prinsipil
yang terkadang terlupakan oleh setiap individu khususnya bagi pemimpin, yaitu
kodrat manusia yang memiliki dua sisi "baik dan buruk". Dan jika sisi
buruk (iblis) menguasai seorang pemimpin, maka setiap kebijakan yang lahir
untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Pengaruh iblis pada
manusia adalah godaan untuk menjauhkan dari kebenaran dan mengarahkannya pada
perbuatan buruk, seperti membuat maksiat terlihat indah dan menimbulkan
sifat-sifat tercela. Pengaruh ini bisa bersifat halus melalui bisikan dan tipu
daya atau manifestasi yang lebih ekstrem seperti "kerasukan setan".
Iblis membuat manusia tertarik pada kemaksiatan dan bentuk-bentuk kedzaliman
dengan memperindahnya, sehingga membuat mereka terjerumus. Iblis mampu
menanamkan pada diri manusia sifat-sifat seperti kesombongan, ujub (bangga
diri), apatis, tidak sabar, dan hilangnya rasa malu pada manusia. Menyesatkan
dan menghalangi manusia dari jalan kebenaran dan keselamatan dengan
menghalalkan berbagai cara.
Sifat-sifat iblis inilah
yang banyak menghiasi dan menguasai relung-relung hati seseorang, sehingga
nurani dan akal sehatnya tidak lagi berfungsi karena ambisi dan hawa nafsunya
lebih dominan. Apalagi jika seorang pemimpin digoda oleh iblis dari sisi materi
dan kepentingan jabatan, maka nilai-nilai etika moral, agama, dan hukum menjadi
tumpul, karena kekuasaan dan materi menjadi raja nusantara.
Sumpah iblis di hadapan
Allah ketika Adam diciptakan adalah janjinya untuk menyesatkan seluruh
keturunan Adam dengan cara menghiasi keburukan agar manusia terjerumus ke dalam
kesesatan, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas. Sumpah ini diucapkan setelah iblis
membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam.
Latar belakang: Ketika
Allah SWT menciptakan Adam, Dia memerintahkan para malaikat dan iblis untuk
bersujud kepadanya. Iblis, yang diciptakan dari api, menolak karena merasa
lebih mulia daripada Adam yang diciptakan dari tanah. Karena keingkarannya,
iblis dilaknat. Namun, ia kemudian memohon penangguhan azab sampai hari kiamat
dan bersumpah, "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka
semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka" (Q.S.
Al-A'raf: 16-17).
Iblis akan menyesatkan
manusia dari berbagai arah, termasuk: (1) Menjanjikan keburukan akan tampak
indah dan menghiasinya. (2) Mengajak manusia untuk mengejar dunia dan
melalaikan urusan akhirat. (3) Menghambat jalan kebaikan dengan menipu dan
menyesatkan mereka. (4) Menyesatkan mereka dari sisi kanan (kebaikan) dan dari
sisi kiri (keburukan). Tujuan akhir: Iblis bertekad akan menghalangi manusia
untuk menempuh seluruh jalan kebenaran dan keselamatan.
Sebuah negara kacau balau
(chaotic), berdampak pada krisis ekonomi yang parah (seperti inflasi tinggi,
pengangguran, dan penurunan daya beli), masalah sosial dan politik (seperti
perpecahan dan meningkatnya kemiskinan), serta dampak negatif jangka panjang
yang mempengaruhi stabilitas dan harapan hidup masyarakat. Krisis ini muncul
sebagai dampak dari buruknya sifat dan karakter pemimpin akibat kelemahan iman
dan tagwa-nya kepada Tuhan YME. Sebab manusia cenderug mengikuti sumpah iblis
di hadapan Allah ketika Adam diciptakan adalah janjinya untuk menyesatkan
seluruh keturunan Adam dengan cara menghiasi keburukan agar manusia terjerumus
ke dalam kesesatan. Sifat-sifat iblis banyak menghiasi dan menguasai
relung-relung hati seseorang, sehingga nurani dan akal sehatnya tidak lagi
berfungsi karena ambisi dan hawa nafsunya lebih dominan. Apalagi jika seorang
pemimpin digoda oleh iblis dari sisi materi dan kepentingan jabatan. Kecuali
pemimpin (hamba-hamba Allah) yang ikhlas dan tulus karena amanah. Sumpah iblis
ini diucapkan setelah iblis membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam.
Makassar, 27 Oktober 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar