Translate

Jumat, 09 Januari 2026

Negara Chaotic Ketika Iblis Ikut Berpolitik

 

Bagaimana bisa mewujudkan "Visi Indonesia Emas 2045" Jika negara dalam keadaan kacau balau (chaotic)?. Indonesia Emas 2045 adalah suatu gagasan yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045. 





-----

Sabtu, 10 Januari 2026


Negara Chaotic Ketika Iblis Ikut Berpolitik

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Bagaimana bisa mewujudkan "Visi Indonesia Emas 2045" Jika negara dalam keadaan kacau balau (chaotic)?. Indonesia Emas 2045 adalah suatu gagasan yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045. Tujuan dari gagasan ini ditargetkan pada tahun 2045, peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Jika sebuah negara kacau balau (chaotic), dampaknya meliputi krisis ekonomi yang parah (seperti inflasi tinggi, pengangguran, dan penurunan daya beli), masalah sosial dan politik (seperti perpecahan dan meningkatnya kemiskinan), serta dampak negatif jangka panjang yang mempengaruhi stabilitas dan harapan hidup masyarakat. Krisis ini bisa berujung pada kebangkrutan negara dan ketergantungan pada bantuan luar negeri. Manalagi pihak asing pemilik modal (investor) ikut menentukan kebijakan dan arah politik nasional melalui invasi ekonomi dan perdagangan global, yang mersa dirugikan jika Indonesia Indonesia menjadi negara Industri karena tidak lagi tergantung pada negara maju.

1. Dampak ekonomi, antara lain;

(a) Krisis ekonomi: Terjadi inflasi yang sangat tinggi, di mana harga barang-barang meroket, membuat nilai uang menurun drastis. (b) Pengangguran massal: Banyak perusahaan gulung tikar, menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. (c) Penurunan daya beli: Inflasi dan pengangguran menyebabkan masyarakat sulit membeli kebutuhan pokok, sehingga daya beli menurun. (d) Pelemahan ekspor: Biaya ekspor menjadi lebih mahal akibat inflasi, sehingga daya saing produk ekspor menurun dan devisa negara berkurang. (e) Krisis utang: Negara mungkin terpaksa gagal bayar utang, yang berujung pada kerusakan ekonomi berkepanjangan dan kesulitan mendapatkan pinjaman di masa depan.

2. Dampak sosial dan politik.

(a) Perpecahan sosial: Ketidakpuasan dan krisis dapat memicu perpecahan di dalam masyarakat. (b) Kekacauan sosial: Kondisi ini bisa menimbulkan gejolak sosial yang tidak terkendali. (c) Peningkatan kemiskinan: Ketidaksetaraan distribusi pendapatan dan kesulitan ekonomi secara umum dapat memperburuk tingkat kemiskinan. (d) Ketidakstabilan politik: Pemerintah yang lemah tidak mampu menyediakan layanan publik, memotong anggaran sosial, dan bahkan dapat kehilangan legitimasi.

3. Dampak jangka panjang.

(a) Gangguan kesehatan dan pendidikan: Krisis ekonomi dan sosial dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, bahkan meningkatkan angka kematian bayi dan menurunkan harapan hidup, seperti yang ditunjukkan oleh studi tentang gagal bayar utang. (b) Ketergantungan finansial: Negara yang kacau balau bisa menjadi sangat bergantung pada bantuan dari negara lain untuk bertahan hidup. (c) Keterpurukan pembangunan: Krisis dapat menghambat kemajuan jangka panjang dan membuat negara sulit mencapai status negara maju.

Hal ini yang harus menjadi kajian ilmiah bagi akademisi di Perguruan Tinggi, dan kajian kalbu (renungan) bagi para politisi dan penguasa sebagai wujud tanggungjawab moral dalam mengembangkan amanah rakyat. Karena kondisi politik kacau balau (chaotic) ini yang sedang melanda bangsa Indonesia, akibat ulah dan perilaku (dosa jamaah) dari para elit politik dan pemimpin bangsa yang diberi amanah oleh rakyat sebagai pemegang kedaulatan rakyat.

Pemimpin ideal adalah seseorang pemimpin yang memiliki visi besar, integritas tinggi, tegas, jujur, adil dan bijaksana, serta bersifat ananah. Memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi timnya, bertanggung jawab, cerdas, komunikatif, dan empatik dalam mengelola tim serta mampu membuat keputusan yang tepat. Sifat-sifat ini akan mampu membangun kepercayaan publik dan membantu tim mencapai tujuan bersama secara efektif.

Namun ada hal prinsipil yang terkadang terlupakan oleh setiap individu khususnya bagi pemimpin, yaitu kodrat manusia yang memiliki dua sisi "baik dan buruk". Dan jika sisi buruk (iblis) menguasai seorang pemimpin, maka setiap kebijakan yang lahir untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Pengaruh iblis pada manusia adalah godaan untuk menjauhkan dari kebenaran dan mengarahkannya pada perbuatan buruk, seperti membuat maksiat terlihat indah dan menimbulkan sifat-sifat tercela. Pengaruh ini bisa bersifat halus melalui bisikan dan tipu daya atau manifestasi yang lebih ekstrem seperti "kerasukan setan". Iblis membuat manusia tertarik pada kemaksiatan dan bentuk-bentuk kedzaliman dengan memperindahnya, sehingga membuat mereka terjerumus. Iblis mampu menanamkan pada diri manusia sifat-sifat seperti kesombongan, ujub (bangga diri), apatis, tidak sabar, dan hilangnya rasa malu pada manusia. Menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan kebenaran dan keselamatan dengan menghalalkan berbagai cara.

Sifat-sifat iblis inilah yang banyak menghiasi dan menguasai relung-relung hati seseorang, sehingga nurani dan akal sehatnya tidak lagi berfungsi karena ambisi dan hawa nafsunya lebih dominan. Apalagi jika seorang pemimpin digoda oleh iblis dari sisi materi dan kepentingan jabatan, maka nilai-nilai etika moral, agama, dan hukum menjadi tumpul, karena kekuasaan dan materi menjadi raja nusantara.

Sumpah iblis di hadapan Allah ketika Adam diciptakan adalah janjinya untuk menyesatkan seluruh keturunan Adam dengan cara menghiasi keburukan agar manusia terjerumus ke dalam kesesatan, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas. Sumpah ini diucapkan setelah iblis membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam.

Latar belakang: Ketika Allah SWT menciptakan Adam, Dia memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud kepadanya. Iblis, yang diciptakan dari api, menolak karena merasa lebih mulia daripada Adam yang diciptakan dari tanah. Karena keingkarannya, iblis dilaknat. Namun, ia kemudian memohon penangguhan azab sampai hari kiamat dan bersumpah, "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka" (Q.S. Al-A'raf: 16-17).

Iblis akan menyesatkan manusia dari berbagai arah, termasuk: (1) Menjanjikan keburukan akan tampak indah dan menghiasinya. (2) Mengajak manusia untuk mengejar dunia dan melalaikan urusan akhirat. (3) Menghambat jalan kebaikan dengan menipu dan menyesatkan mereka. (4) Menyesatkan mereka dari sisi kanan (kebaikan) dan dari sisi kiri (keburukan). Tujuan akhir: Iblis bertekad akan menghalangi manusia untuk menempuh seluruh jalan kebenaran dan keselamatan.

Sebuah negara kacau balau (chaotic), berdampak pada krisis ekonomi yang parah (seperti inflasi tinggi, pengangguran, dan penurunan daya beli), masalah sosial dan politik (seperti perpecahan dan meningkatnya kemiskinan), serta dampak negatif jangka panjang yang mempengaruhi stabilitas dan harapan hidup masyarakat. Krisis ini muncul sebagai dampak dari buruknya sifat dan karakter pemimpin akibat kelemahan iman dan tagwa-nya kepada Tuhan YME. Sebab manusia cenderug mengikuti sumpah iblis di hadapan Allah ketika Adam diciptakan adalah janjinya untuk menyesatkan seluruh keturunan Adam dengan cara menghiasi keburukan agar manusia terjerumus ke dalam kesesatan. Sifat-sifat iblis banyak menghiasi dan menguasai relung-relung hati seseorang, sehingga nurani dan akal sehatnya tidak lagi berfungsi karena ambisi dan hawa nafsunya lebih dominan. Apalagi jika seorang pemimpin digoda oleh iblis dari sisi materi dan kepentingan jabatan. Kecuali pemimpin (hamba-hamba Allah) yang ikhlas dan tulus karena amanah. Sumpah iblis ini diucapkan setelah iblis membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam.

 

Makassar, 27 Oktober 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar