Translate

Jumat, 09 Januari 2026

Negara Rusak Jika Pemimpin & Ulama Sudah Rusak

 Mutiara Hikmah

 

"Apabila pemimpin-pemimpin negara dan para ulama itu baik, maka baiklah alam; dan apabila pemimpin-pemimpin negara dan para ulama itu rusak, maka rusaklah alam dan negara (masyarakat dan negara)." Kalimat di dalam kurung seolah menegaskan bahwa alam yang dimaksud adalah alam sosial atau masyarakat.




-----

Sabtu, 10 Januari 2026


Negara Rusak Jika Pemimpin & Ulama Sudah Rusak


(Pesan KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah)

 

Dalam buku karya KRH Hadjid, Pelajaran Kiai Haji Ahmad Dahlan 7 Falsafah & 17 Kelompok Ayat Al-Qur'an (2018), terbitan Suara Muhammadiyah, terdapat kutipan serupa. Kiai Hadjid merupakan salah satu murid dan sahabat dekat Kiai Dahlan yang banyak menulis dan mendokumentasikan gagasan dan pemikiran Kiai Dahlan. Pada halaman 59 buku tersebut, Kiai Hadjid mengutip pernyataan Kiai Dahlan sebagai berikut:

"Apabila pemimpin-pemimpin negara dan para ulama itu baik, maka baiklah alam; dan apabila pemimpin-pemimpin negara dan para ulama itu rusak, maka rusaklah alam dan negara (masyarakat dan negara)." Kalimat di dalam kurung seolah menegaskan bahwa alam yang dimaksud adalah alam sosial atau masyarakat.

Konteksnya, sebagaimana dijelaskan Kiai Hadjid, terjadi pada bulan Maulud tahun 1335 Hijriyah. Ketika itu, di hadapan para penghulu, ketib (khatib), ulama, kiai, dan tokoh agama di serambi Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Kiai Dahlan menerangkan kitab Hidayatul Bidayah karangan Imam Ghozali, tentang kerusakan umat Islam dan sifat-sifat ulama suu' (ulama yang busuk).

Kiai Dahlan lantas mengajak para pemuka agama yang hadir untuk melakukan introspeksi diri. Tidak saling menuduh dan menunjuk tokoh agama selain dirinya sebagai ulama suu' dan menganggap dirinya sendiri sebagai orang suci. Kiai Dahlan melanjutkan uraiannya dengan mengutip pernyataan Imam Ghozali, bahwa kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para raja atau pemimpin, dan kerusakan pemimpin adalah karena kerusakan ulama. Kerusakan ulama ini terjadi ketika ulama sudah menjilat dan tidak lagi berani memberi nasihat kepada pemimpin yang telah melenceng (Tidak ber-Amar ma'ruf nahimungkar).

Kemudian, Kiai Dahlan mengajak para ulama dan pemuka agama yang hadir untuk bertobat dan memohon ampun kepada Allah. Seraya berdoa semoga dapat terus berbuat kebajikan di dalam agama Islam. Lantas Kiai Dahlan mengucapkan pernyataan itu. Sekali lagi, Kiai Dahlan berbicara di hadapan pemuka agama supaya mereka sebagai pemimpin agama bisa memperbaiki diri dan masyarakatnya, termasuk memberi nasihat secara santun dan bijak kepada para pemimpin bangsa.

Kiai Hadjid ketika menjelaskan bagian ini menyatakan, "Kiai Dahlan mengajak untuk memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, sebelum mengajak orang lain, atau sambil mengajak orang lain dan sambil memperbaiki masyarakat, mulai mendidik perseorangan serta membersihkan dirinya sendiri. Itulah cara yang dikerjakan oleh beberapa atau para rasul (yang ditiru oleh Kiai Dahlan).

Makassar, 10 Januari 2026

Disalin kembali,

 

Achmad Ramli Karim

 

--------------- 

 

Jika Ingin Karomah Jadilah Orang Istiqomah

كن طالبا الإستقامة ولاكن طالبا الكرامة، فإن الكرامة تأتي من الستقامة.

(كلام العلماء الصوفي)

Jadilah kalian orang yang mencari Istiqomah dan jangan lah kalian menjadi orang yang mencari karomah. Karena sesungguhnya karomah akan sampai kepada seseorang yang istiqomah.

(Kalam ulama sufi). Semoga mencerahkan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar