Istilah "idealisme Purbaya" merujuk pada pemikiran dan kebijakan yang dijalankan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, terutama setelah menjabat pada September 2025. Idealisme ini berkaitan dengan pendekatan ekonominya yang menekankan pada nilai-nilai tertentu demi mencapai kemajuan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Idealisme Purbaya Amanah Konstitusi & Harapan
Publik
Oleh: Achmad Ramli
Karim
(Pemerhati Politik & Pendidikan)
Idealisme adalah
pandangan yang menekankan peran sentral ide atau gagasan dalam membentuk
realitas, baik dari sudut pandang filsafat maupun kehidupan sehari-hari. Dalam
filsafat, idealisme berpendapat bahwa realitas pada dasarnya bersifat spiritual
atau mental, sedangkan dalam pengertian umum, ini merujuk pada keyakinan untuk
hidup berdasarkan cita-cita dan nilai yang dianggap sempurna. Dalam filsafat,
Idealisme adalah doktrin yang berpendapat bahwa realitas yang dapat diketahui
pada akhirnya dibentuk oleh ide-ide. Dalam pandangan ini, manusia memahami
dunia melalui ide, bukan materi yang independen dari pikiran. Sedangkan dalam
kehidupan sehari-hari; Idealisme adalah keyakinan untuk hidup atau berusaha
hidup sesuai dengan cita-cita dan prinsip yang diyakini benar. Seseorang yang
idealis sering kali memiliki optimisme, inspirasi, dan teguh pada keyakinannya,
meskipun terkadang dianggap naif.
Istilah "idealisme
Purbaya" merujuk pada pemikiran dan kebijakan yang dijalankan oleh Menteri
Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, terutama setelah menjabat pada
September 2025. Idealisme ini berkaitan dengan pendekatan ekonominya yang
menekankan pada nilai-nilai tertentu demi mencapai kemajuan ekonomi yang
berpihak pada rakyat.
Berikut adalah beberapa
keunggulan dari idealisme Purbaya yang dapat diamati dari berbagai sumber:
1. Kombinasi Idealisme
dan Pragmatisme.
(a) Berani dan jujur:
Purbaya dianggap memiliki keberanian untuk menyatakan fakta secara jujur dan
apa adanya, bahkan jika hal itu tidak populer. Ia berani menanggung konsekuensi
dari pernyataannya. (b) Berbasis data dan realistis: Meskipun didasari pada
idealisme untuk mencapai kesejahteraan, Purbaya tidak mengabaikan data dan
realitas. Ia mengambil langkah-langkah pragmatis untuk memajukan ekonomi, seperti
mendorong likuiditas perbankan dan memaksa bank-bank milik negara untuk
meningkatkan kinerja. (c) Inspirasi dari tokoh ekonomi: Beberapa analis
mengaitkan idealisme Purbaya dengan pemikiran ekonom seperti Milton Friedman
(pendekatan likuiditas) dan Sumitro Djojohadikusumo (terutama pandangannya yang
pragmatis dan berorientasi pada hasil).
2. Transparansi dan
Komunikasi Publik.
(a) Gaya komunikasi yang
lugas: Purbaya dikenal memiliki gaya komunikasi yang langsung dan tidak
bertele-tele. Meskipun sempat menuai kritik, gaya ini kemudian berbalik menjadi
sentimen positif karena dianggap autentik dan kredibel oleh publik. (b)
Membangun kepercayaan publik: Dengan keterbukaannya, Purbaya mampu membangun
kepercayaan publik. Masyarakat merasa bahwa ia tidak menyembunyikan fakta,
melainkan berbicara dengan argumen yang jelas. (c) Dekat dengan publik:
Sikapnya yang membumi dan komunikasinya yang lugas membuatnya terasa lebih
dekat dengan masyarakat, yang menginginkan figur pejabat yang riil dan dapat
dipercaya.
3. Kebijakan yang
Berpihak pada Rakyat.
(a) Fokus pada
kesejahteraan: Salah satu tujuan utama dari kebijakan fiskal Purbaya adalah
memaksimalkan kesejahteraan sosial, yang dilandasi oleh idealisme Pancasila.
Keberhasilan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan semata, tetapi juga
dampaknya pada keadilan ekonomi. (b) Mendorong sektor riil: Langkah-langkah
seperti kucuran dana dari BI ke bank-bank negara bertujuan untuk menghidupkan
kembali sektor riil dan mendorong pasar agar lebih bergeliat. (c) Pendekatan
profesional dalam penegakan pajak: Purbaya menegaskan bahwa penegakan pajak
akan dilakukan secara profesional dengan mengejar potensi kebocoran, bukan
dengan cara yang intimidatif seperti "gedor rumah orang".
4. Otonomi dari Tekanan
Politik.
(a) Fokus pada kinerja:
Purbaya menunjukkan bahwa ia tidak tertarik untuk terikat dengan partai politik
tertentu, dan lebih fokus pada pekerjaannya sebagai Menteri Keuangan. Ia tidak
takut dikritik, tetapi meminta waktu untuk membuktikan kinerjanya. (b) Konsisten
pada substansi: Meskipun banyak tekanan dan opini yang beredar, Purbaya tetap
kuat pada substansi kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Secara keseluruhan,
keunggulan idealisme Purbaya terletak pada kemampuannya memadukan visi ideal
untuk mewujudkan keadilan ekonomi dengan strategi yang pragmatis dan berbasis
data. Ditambah dengan gaya komunikasi yang transparan dan jujur, ia berhasil
membangun kepercayaan publik dan mengarahkan kebijakan fiskal yang berpihak
pada kesejahteraan rakyat.
Imperialisme Modern Mengubur Idealisme Bangsa
Imperialisme adalah
kebijakan atau ideologi suatu negara untuk memperluas kekuasaan dan pengaruhnya
atas negara lain, sering kali melalui penjajahan, kekuatan militer, atau
kontrol ekonomi dan politik. Tujuannya adalah untuk mencapai kepentingan diri
sendiri dengan menguasai sumber daya, pasar, dan wilayah negara lain.
Imperialisme modern
muncul setelah Revolusi Industri karena bertujuan untuk mengembangkan
perekonomian. Tujuan utamanya adalah mencari bahan mentah untuk industri yang
semakin besar dan pasar baru untuk menjual produk-produk industri mereka.
Revolusi industri
menciptakan produksi besar-besaran yang membutuhkan pasokan bahan mentah yang
melimpah. Selain bahan baku, negara-negara industri juga membutuhkan pasar yang
luas untuk menjual produk-produk yang mereka hasilkan. Namun persaingan ekonomi
antar negara-negara maju menjadi salah satu pendorong ekspansi wilayah untuk
mengamankan sumber daya dan pasar.
Ciri-ciri utama
imperialisme modern, antara lain; (1) Perluasan kekuasaan: Melibatkan upaya
suatu negara untuk memperluas dominasi dan kendalinya ke wilayah lain. (2)
Kontrol politik dan ekonomi: Menguasai pemerintahan dan ekonomi negara lain
untuk keuntungan diri sendiri. (3) Penggunaan kekuatan: Sering kali menggunakan
kekuatan politik, ekonomi, atau diplomasi (kekuatan keras dan lunak) untuk
mencapai tujuannya. (4) Dominasi dan eksploitasi: Seringkali berujung pada
dominasi satu bangsa atas bangsa lain, yang mengarah pada eksploitasi sumber
daya alam dan tenaga kerja, serta pemaksaan budaya dan sistem pemerintahan.
Kolonialisme berbeda
dengan imperialisme, dimana Imperialisme lebih luas meliputi dominasi politik
dan ekonomi, sedangkan kolonialisme adalah praktik pendirian pemukiman dan
penguasaan wilayah secara fisik. Seperti dugaan publik terkait proyek imigran
terselubung m, berkedok TKA sebagai syarat tersembunyi dari kerja sama
Indonedia-RRT. Sebuah negara bisa menjadi imperialis tanpa harus menjadi
kolonial, tetapi kolonialisme adalah salah satu bentuk imperialisme.
Idealisme Purbaya sesuai
dengan amanah konstitusi, sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia tercantum
dalam Alinea Kedua dan Keempat Pembukaan UUD 1945. Alinea kedua menyatakan
cita-cita untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan
makmur. Sementara itu, Alinea Keempat menguraikan tujuan spesifik, yaitu
melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Namun sistem kapitalisme
yang diberlakukan oleh kaum kapitalis (pemilik modal) di Nusantara, telah
mengaburkan cita-cita luhur bangsa tersebut. Bahkan kaum kapitalis berhasil
memberdayakan para politikus dan legislatif untuk melakukan kudeta konstitisi,
sebagai benteng invasi ekonomi dan dagang
kaum kapitalis.
Kapitalisme adalah sistem
ekonomi di mana kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi (seperti pabrik dan
modal) menjadi pendorong utama kegiatan ekonomi. Dalam sistem ini, pelaku
swasta memiliki dan mengendalikan bisnis, dan harga barang serta jasa sebagian
besar ditentukan oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Motif utamanya
adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya. Sistem kapitalisme ini juga berlaku
di Indonesia dimana pelaku swasta (investor) memiliki pengaruh politik yang
kuat dalam pemerintahan, serta mengendalikan bisnis, dan harga barang sesuai
keinginan pemilik modal.
Makassar, 1 Nopember 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar