Kutitipkan pesan public: jangan menyerah dan patah semangat, karena bukan pikiranku yang diteror dan dipenjara, melainkan semangat dan gelora merah putihmu yang ingin dirobohkan. Teruslah gelorakan kebenaran dalam dadamu, negeri ini membutuhkan pejuang patriotik tanpa pamri seperti "Purbaya Yudhi Sadewa".
-----
Jum'at, 09 Januari 2026.
Mutiara Hikmah: Untuk Purbaya Yudhi
Sadewa
Ini Darah &
Tulangku Tunjukkan Merah Putihmu
Indonesia,
merah darahku putih tulangku, bersatu dalam semangatmu. Indonesia, debar jantungku
getar nadiku, berbaur dalam angan-anganmu...
Meskipun seringkali
digunakan secara bergantian, ada perbedaan antara sikap patriotisme dan nasionalisme.
Patriotisme adalah kecintaan seseorang terhadap negara, sementara nasionalisme
adalah keyakinan bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di atas
kepentingan individu atau kelompok.
Patriotisme dan Nasionalisme
menunjukkan “Merah Putihmu”, wahai “Purbaya
Yudhi Sadewa” keberanianmu menunjukkan sikap patriotisme, dan semangat
menggelora mu menunjukkan cinta tanah air. Kedua makna yang kau tonjolkan
menunjukkan merah darahmu putih tulangmu, adalah simbol bendera bangsamu.
Kenapa kau mampu meresapi
dan memahami " sikap patriotisme, semangat nasionalisme, dan cita-cita
perjuangan para suhada bangsa ", pada hal kamu bukan darah pejuang.
Sementara banyak pejabat public bahkan pewaris kemerdekaan tidak mampu tegas
seperti sikapmu, bahkan banyak yang berkhianat pada bangsa dan negaranya karena
rela menggadaikan moral dan integritasnya demi uang dan kepentingan.
Engkau rela dicaci maki,
didemo dan digruduk bahkan diteror, tetapi kau tetap kobarkan semangat merah
Putih darah dan tulangmu sebagai simbol kau telah kibarkan semangat bendera
bangsamu. Sungguh mulia hatimu semulia semangat para pendahulumu, itulah
kesucian hatimu (tekadmu).
Kutitipkan pesan public:
jangan menyerah dan patah semangat, karena bukan pikiranku yang diteror dan dipenjara, melainkan semangat dan gelora merah
putihmu yang ingin dirobohkan. Teruslah gelorakan kebenaran dalam dadamu,
negeri ini membutuhkan pejuang patriotik tanpa pamrih. Tidakkah kita malu
kepada para leluhur yang rela mengorbankan
jiwa dan raganya demi bangsanya.
Semoga sikap patriotisme
dan semangat nasionalismemu, mampu diteladani oleh generasi sekarang pelanjut
cita-cita bangsa. Aaamiin...
Makassar, 17
Agustus 2026
Achmad
Ramli Karim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar