Translate

Kamis, 08 Januari 2026

Ini Darah & Tulangku Tunjukkan Merah Putihmu

 

Kutitipkan pesan public: jangan menyerah dan patah semangat, karena bukan pikiranku yang diteror dan  dipenjara, melainkan semangat dan gelora merah putihmu yang ingin dirobohkan. Teruslah gelorakan kebenaran dalam dadamu, negeri ini membutuhkan pejuang patriotik tanpa pamri seperti "Purbaya Yudhi Sadewa".




-----

Jum'at, 09 Januari 2026. 


Mutiara Hikmah: Untuk Purbaya Yudhi Sadewa

 

Ini Darah & Tulangku Tunjukkan Merah Putihmu

 


Indonesia, merah darahku putih tulangku, bersatu dalam semangatmu. Indonesia, debar jantungku getar nadiku, berbaur dalam angan-anganmu...

Meskipun seringkali digunakan secara bergantian, ada perbedaan antara sikap patriotisme dan nasionalisme. Patriotisme adalah kecintaan seseorang terhadap negara, sementara nasionalisme adalah keyakinan bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di atas kepentingan individu atau kelompok.

Patriotisme dan Nasionalisme menunjukkan “Merah Putihmu”, wahai “Purbaya Yudhi Sadewa” keberanianmu menunjukkan sikap patriotisme, dan semangat menggelora mu menunjukkan cinta tanah air. Kedua makna yang kau tonjolkan menunjukkan merah darahmu putih tulangmu, adalah simbol bendera bangsamu.

Kenapa kau mampu meresapi dan memahami " sikap patriotisme, semangat nasionalisme, dan cita-cita perjuangan para suhada bangsa ", pada hal kamu bukan darah pejuang. Sementara banyak pejabat public bahkan pewaris kemerdekaan tidak mampu tegas seperti sikapmu, bahkan banyak yang berkhianat pada bangsa dan negaranya karena rela menggadaikan moral dan integritasnya demi uang dan kepentingan.

Engkau rela dicaci maki, didemo dan digruduk bahkan diteror, tetapi kau tetap kobarkan semangat merah Putih darah dan tulangmu sebagai simbol kau telah kibarkan semangat bendera bangsamu. Sungguh mulia hatimu semulia semangat para pendahulumu, itulah kesucian hatimu (tekadmu).

Kutitipkan pesan public: jangan menyerah dan patah semangat, karena bukan pikiranku yang diteror dan  dipenjara, melainkan semangat dan gelora merah putihmu yang ingin dirobohkan. Teruslah gelorakan kebenaran dalam dadamu, negeri ini membutuhkan pejuang patriotik tanpa pamrih. Tidakkah kita malu kepada para leluhur  yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsanya.

Semoga sikap patriotisme dan semangat nasionalismemu, mampu diteladani oleh generasi sekarang pelanjut cita-cita bangsa. Aaamiin...

Makassar, 17 Agustus 2026

 

Achmad Ramli Karim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar