Patriotisme dan nasionalisme menjadi simpul pemersatu bangsa Indonesia sebagai kristalisasi nilai-nilai pancasila dalam prinsip "Bhinneka Tunggal Ika", artinya "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua", sebuah semboyan nasional Indonesia yang melambangkan persatuan dalam keanekaragaman suku, budaya, agama, ras, dan bahasa yang ada di Nusantara, menjadi satu kesatuan bangsa dan negara.
-----
Sabtu, 09 Januari 2026
Komunisme Anti Pancasila Dan Nasionalisme
Oleh : Achmad
Ramli Karim
(Pemerhati Politik & Pendidikan)
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), patriotisme adalah sikap seseorang yang bersedia
mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah air.
Patriotisme dan nasionalisme memiliki kaitan erat, dimana untuk memiliki jiwa
Kepahlawanan seseorang harus memiliki rasa nasionalisme. Nasionalisme sendiri
adalah paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta
tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan
bangsa.
Patriotisme dan
nasionalisme menjadi simpul pemersatu bangsa Indonesia sebagai
kristalisasi nilai-nilai pancasila dalam prinsip "Bhinneka Tunggal
Ika", artinya "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua", sebuah
semboyan nasional Indonesia yang melambangkan persatuan dalam keanekaragaman
suku, budaya, agama, ras, dan bahasa yang ada di Nusantara, menjadi satu
kesatuan bangsa dan negara. Semboyan ini berasal dari kitab Sutasoma karya Mpu
Tantular pada zaman Majapahit, menekankan bahwa keragaman adalah kekayaan yang
menyatukan, bukan memecah belah.
Apakah
ideologi komunis bertentangan Pancasila ?
Komunisme adalah ideologi
politik dan ekonomi yang bertujuan menciptakan masyarakat tanpa kelas di mana
alat produksi (pabrik, tanah) dimiliki bersama secara komunal, bukan oleh
individu, dengan kekayaan didistribusikan berdasarkan kebutuhan. Ideologi ini,
yang berakar pada ajaran Karl Marx dan Friedrich Engels, menentang kapitalisme
dan demokrasi liberal, menganjurkan kepemilikan kolektif dan kontrol negara
atas ekonomi untuk menghilangkan eksploitasi pekerja dan kesenjangan sosial.
Konsep Utama Komunisme :
(1). Masyarakat Tanpa
Kelas: Menghilangkan hierarki sosial dan perbedaan antara kelas pemilik modal
(borjuis) dan pekerja (proletariat).
(2). Kepemilikan Bersama:
Menghapus kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi; semuanya dimiliki dan
dikelola oleh masyarakat (atau negara).
(3). Ekonomi Terencana:
Pemerintah mengontrol produksi dan alokasi barang, bukan hukum penawaran dan
permintaan. (4). Atheisme (Dalam Praktik): Seringkali tidak mengakui agama,
menganggapnya sebagai racun masyarakat.
Asal-Usul dan Tokoh
Penting
Karl Marx & Friedrich
Engels: Menulis Manifesto Komunis (1848) yang meletakkan dasar teori perjuangan
kelas dan kebutuhan akan revolusi proletariat.
Vladimir Lenin:
Memperkenalkan konsep partai komunis yang otoriter dan negara partai tunggal
untuk menerapkan teori Marx di Rusia (Uni Soviet). Penerapan Sejarah
Setelah Revolusi Rusia,
Uni Soviet menjadi negara komunis pertama, diikuti oleh Tiongkok, Kuba,
Vietnam, dan Laos.
Pemerintah komunis secara
historis cenderung menjadi negara satu partai dengan ekonomi terencana dan
kontrol kuat atas masyarakat.
Di Indonesia :
Komunisme dilarang keras
karena bertentangan dengan ideologi Pancasila, yang mengedepankan hak individu
dan keagamaan.
Sangat jelas kalau
komunisme dianggap Bertentangan dengan sila-sila Pancasila, khususnya sila
pertama Pancasila sebagai dasar negara, yaitu "Ketuhanan Yang Maha
Esa". Sila pertama Pancasila memiliki arti bahwa negara Indonesia memegang
teguh kepercayaan terhadap Tuhan dan menolak paham anti Tuhan (atheisme).
Alasan utama
pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965 adalah ingin menjadikan Indonesia sebagai
negara komunis. PKI pernah melakukan Pemborantakan besar karena dukungan asing
yaitu Partai Komunis Cina (PKC), namun tidak akan pernah memiliki sikap
patriotisme dan rasa nasionalisme karena hanya mementingkan kepentingan
kelompok diatas kepentingan bangsa dan negara. Mereka hanya mampu mempengaruhi
rakyat melalui pendekatan materi dan kepentingan namun bukan untuk membela rakyat banyak.
Karena mereka memiliki sifat bengis (komunis), yang rela menghabisi dan
melenyapkan rakyat yang menjadi penghalangnya.
PKI dimasa lalu bisa kuat
karena pendekatan uang, materi (Bansos),dan kepentingan politik kepada rakyat
miskin dan lawan politikya. Penganut paham Komunisme rela serta mampu
melumpuhkan lawan-lawannya dengan strategi politik pecah belah bambu dan adu
domba. Itulah sejarah prinsip hidup komunis, dimasa lalu.
Begitu juga kondisi
politik sekarang, new komunis berani bangkit tidak lepas karena dukungan Partai
Komunis Cina (PKC) kepada bangsa Indonesia, serta mampu menjebak dan
melumpuhkan lawan (oposisi) yang berjiwa patriotik karena pendekatan uang,
materi, jabatan, dan kepentingan lain. Akan tetapi tetap tidak bisa memiliki
sikap patriotisme dan rasa nasionalisme, karena mereka hanya mementingkan
kepentingan kelompok (oligarki) diatas Kepentingan bangsa dan negara.
Mereka bisa melemahkan
lembaga legislasi dan anti rasuah serta mendekati rakyat banyak melalui
kekuasaan dan birokrasi, karena pendekatan materi, jabatan, dan kepentingan
tersebut; seperti pendekatan bantuan langsung dan tunai.
Dan mereka tetap
memelihara sikap bengis komunis, karena tega dan rela melenyapkan orang-orang
dan tokoh oposisi yang mengkritisinya dengan memanfaatkan pihak ketiga atau
penguasa. Waspadalah !.
Makassar, 2 Juli 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar