Kemampuan membaca tanda-tanda akhir zaman melibatkan pemahaman ajaran eskatologi (studi tentang akhir zaman) dalam suatu keyakinan agama dan menafsirkan peristiwa-peristiwa kontemporer dalam konteks tersebut. Tujuannya adalah untuk mendorong refleksi, persiapan rohani, dan menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama.
-----
03 Januari 2026
Kemampuan Membaca Tanda-tanda Akhir Zaman
Oleh: Achmad Ramli Karim
(Pemerhati
Politik & Pendidikan)
Kemampuan membaca tanda-tanda akhir zaman melibatkan
pemahaman ajaran eskatologi (studi tentang akhir zaman) dalam suatu keyakinan
agama dan menafsirkan peristiwa-peristiwa kontemporer dalam konteks tersebut.
Tujuannya adalah untuk mendorong refleksi, persiapan rohani, dan menjalani hidup
sesuai dengan tuntunan agama.
Aspek Kemampuan Membaca Tanda-tanda Akhir Zaman,
meliputi; (1) Pemahaman Sumber Utama: Kemampuan ini didasarkan pada pengetahuan
mendalam akan kitab suci dan ajaran agama. Dalam Islam, sumbernya adalah
Al-Qur'an dan Hadits. Dalam Kristen, sumber utamanya adalah Alkitab, khususnya
bagian-bagian seperti Matius 24 dan Kitab Wahyu. (2) Analisis Realitas Sosial:
Ini bukan sekadar menunggu peristiwa supernatural, tetapi juga menafsirkan
perubahan sosial, bencana alam, konflik, dan fenomena moral di dunia sebagai
isyarat. (3) Literasi Eskatologi: Kemampuan untuk membedakan antara tanda-tanda
kecil (yang mungkin sudah terjadi) dan tanda-tanda besar (yang menandai
kedatangan akhir yang sesungguhnya). (4) Tujuan Praktis: Membaca tanda-tanda
ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya persiapan spiritual,
pertobatan, dan menjalani kehidupan yang bermakna. Ini mendorong umat beragama
untuk berjaga-jaga dan tidak terlena dengan kehidupan duniawi.
Tulisan dibawah ini sangat menarik untuk dibaca oleh
setiap insan manusia, khususnya bagi orang-orang yang beriman dan berakal. Agar
dapat mempersiapkan bekal yang cukup bagi diri dan keluarganya, dalam
perjalanan pulang menuju kampung akhirat. Tentu "Selamat dunia
akhirat" adalah permohonan agar mendapatkan keselamatan, kebaikan, dan
perlindungan dari Allah SWT baik di dunia maupun di kehidupan setelah mati
(akhirat). Frasa ini mencakup harapan untuk terhindar dari segala macam bahaya,
keburukan, kemaksiatan, bencana, dan siksa neraka, serta mendapatkan kebaikan
dan kebahagiaan di kedua kehidupan tersebut. Do'a Dan harapan ini hanya bisa
dicapai melalui usaha dan amal kebajikan yang sungguh-sungguh dari orang-orang
yang berakal dan berpikir.
Disalin dari Rahma Indina Harbani - melalui detikEdu
"Siapa Dajjal dan Pengikutnya yang Merupakan Salah Satu Tanda
Kiamat?".
Kemunculan Dajjal di muka bumi merupakan salah satu
tanda-tanda datangnya hari kiamat atau hari berakhirnya kehidupan di dunia. Hal
ini diterangkan dalam salah satu sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ
أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
Artinya: "Tidak ada satu pun mahluk sejak Adam
diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal."
(HR Muslim).
Siapa dajjal, apakah berwujud manusia?
Secara bahasa, kata Dajjal berasal dari bahasa Arab
Dajjala yang bermakna menutupi (sesuatu). Menurut kamus Lisanul 'Arab, ada
beberapa pendapat perihal definisi dari namanya tersebut.
Pertama, ada pendapat yang menyebutkan bahwa arti
menutupi tersebut karena ia sosok pembohong yang suka menutupi kebenaran dengan
kepalsuan. Pendapat lain menyebutkan bahwa karena ia menutupi bumi dengan
bilangannya yang besar.
Lalu, ada pula yang mengatakan bahwa dirinya menutupi
manusia dengan kekafiran. Demikian banyaknya penafsiran kata Dajjal ini, Ustaz
Khalillurrahman El-Mahfan dalam buku Kemunculan Dajjal & Imam Mahdi Semakin
Dekat menyebut, pendapat yang paling kuat adalah merujuk pada manusia keturunan
Yahudi Madinah.
Berikut disampaikan juga ciri fisik dan pengikut
dajjal
A. Ciri fisik dajjal
Dajjal bahkan disebut telah lahir sejak zaman Nabi
Muhammad SAW. Sebab itulah, ada beberapa sabda Rasullah SAW yang mengungkapkan
ciri fisik dari Dajjal ini. Disebutkan bahwa Dajjal adalah sosok pemua yang
mempunyai rambut keriting dan memiliki mata yang buta.
Ia juga digambarkan sebagai sosok yang kelak akan
menjadi pencipta fitnah dan huru-hara di tengah-tengah manusia. Tanpa ada rasa
curiga sedikit pun. Terutama saat sudah membaur dengan mereka. Rasulullah SAW
bersabda,
إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ قَائِمَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ
بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ رَآهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ
سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَلَّةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ
يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالًا يَا عِبَادَ اللَّهِ اثْبُتُوا
Artinya: "Dajjal adalah pemuda yang berambut
keriting, matanya buta (sebelah kanan), aku cenderung menyerupakannya dengan
Abdul Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian menjumpainya, maka
bacakanlah kepadanya permulaan surat Al Kahfi. Sesungguhnya, Dajjal akan muncul
di tempat sepi antara Syam dan Iraq. Lalu, dia merusak ke kanan dan ke kiri.
Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah pendirian kalian!" (HR Muslim).
Selain itu, dalam hadits lain disebutkan bahwa salah
satu matanya ada yang tertulis huruf hijaiyah Kaf, Fa, Ra yang membentuk kata
kafir. Berikut bunyinya,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ
الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ
بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
Artinya: "Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain
telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta.
Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta
sebelah. Tertulis di antara kedua matanya KAAFIR." (HR Bukhari).
Dajjal muncul sebagai sosok yang ahli dalam agama dan
cerdas dalam ilmu pengetahuan. Sebab itulah, banyak orang yang tertipu
dengannya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kemunculannya akan dilakukan
Dajjal dengan mengembara ke seluruh pelosok dunia agar orang-orang mengakui kekuasaan
dan menjadi pengikutnya.
Menurut Ustaz Khalillurrahman El-Mahfan, saat ini
Dajjal masih hidup dan tengah dibelenggu dengan rantai yang sangat kuat dan
kokoh. Pada masanya nanti, hari kiamat, Dajjal akan lepas dari belenggunya dan
mulai merusak bumi secara membabi buta.
B.
Pengikut dajjal
Sebagai penyebar fitnah terbesar di seluruh muka bumi,
Dajjal memiliki sejumlah pengikut dalam beberapa kelompok. Setidaknya ada 6
kelompok besar di muka bumi ini yang nantinya menjadi pengikut Dajjal, seperti
yang disebutkan dalam laman resmi Kemenag Majalengka.
Para pengikut Dajjal adalah:
1.
Yahudi
Ketika Dajjal membuat kerusakan dan menebar fitnah di
muka bumi, ada kumpulan manusia pendukung utamanya yakni mereka adalah orang-orang
Yahudi. Disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 64,
كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ
ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya: "...Setiap mereka menyalakan api
peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di
bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan,"
Ayat tersebut tengah membicarakan tentang bangsa
Yahudi. Suatu bangsa yang digambarkan Allah SWT sebagai bangsa yang suka
membuat kekacauan di muka bumi dari zaman dahulu hingga sekarang.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda,
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ
أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
Artinya: "Yang mengikuti Dajjal adalah orang
Yahudi dari Ashbahan (Iran) dan jumlahnya ada 70.000 orang dan mereka memakai
thilsan (yang menutup pundak dan badan)" (HR Muslim).
2.
Setan dan jin
Kedua makhluk ini tentunya dengan senang hati menjadi
pengikut Dajjal. Mereka akan mencoba membantu Dajjal dalam menghasut manusia
dan menghancurkan muka bumi ini. Tidak dapat dibayangkan oleh siapa pun bagaimana
jadinya bila saat itu tiba.
3.
Orang dengan perilaku seks menyimpang
Menurut Kemenag, orang-orang ini sudah disebut telah
menjauh dari norma agama yang berlaku. Perkara ini sudah ditentang keras dalam
ajaran agama Islam, bahkan dari Abdillah bin Muhammad bin Aqil dan mendengar
Jabir RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى عَمَلُ قَوْمِ
لُوطٍ
Artinya: "Sesungguhnya perkara yang paling aku
takuti pada umatku adalah munculnya perilaku kaum Luth." (HR Tirmidzi).
4.
Orang yang bermaksiat
Umat Nabi Muhammad SAW yang kerap melakukan perbuatan
tercela, disebut akan menjadi kelompok orang yang mudah menjadi pengikut
Dajjal. Mereka ini adalah orang yang suka bermaksiat, tidak mau berpuasa,
mengabaikan panggilan azan, meninggalkan salat, dan pemakan harta riba.
5.
Hamba dengan keimanan lemah
Para wanita akhir zaman disebut sebagai wanita yang
memiliki keimanan paling lemah di bumi, sebagaimana disebut dalam salah satu
riwayat hadits. Bahkan diceritakan pula, orang-orang akhir zaman mengikat
wanita di keluarganya pada tiang agar tidak mudah pergi menjadi pengikut
Dajjal.
Dinukil dari hadits Ibnu 'Umar, Rasulullah SAW
bersabda,
يَنْزِلُ الدَّجَّالُ فِى هَذِهِ السَّبَخَةِ بِمَرِّ قَنَاةَ
فَيَكُونُ أَكْثَرَ مَنْ يَخْرُجُ إِلَيْهِ النِّسَاءُ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لِيَرْجِعُ
إِلَى حَمِيمِهِ وَإِلَى أُمِّهِ وَابْنَتِهِ وَأُخْتِهِ وَعَمَّتِهِ فَيُوثِقُهَا
رِبَاطاً مَخَافَةَ أَنْ تَخْرُجَ إِلَيْهِ
"Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah
lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang
yang pergi ke istrinya, ibunya, putrinya, dan saudarinya, dan bibinya kemudian
mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal," (HR Ahmad).
6.
Kelompok khawarij
Kaum Khawarij ini dicirikan sebagai kelompok yang
mudah mengkafirkan orang lain karena tidak segolongan dengan mereka. Dikutip
dari buku Membongkar Ciri Kaum Munafik: Tafsir Surah al-Jumu'ah dan
al-Munafiqun karya Sayid Ali Khamene'i, Syekh Nashir Makarim Syirazi, Syekh
Ja'far Subhani, kaum khawarij memang memiliki penilaian sendiri pada Al Quran.
"Kaum khawarij menjadikan ayat Al Quran keputusan
menetapkan sesuatu hanyalah hak Allah SWT sebagai slogan. Mereka menafsirkan
dengan pendapatnya sendiri kemudian memerangi Ali bin Abi Thalib karena dinilai
bersebrangan dengan Al Quran," tulis buku tersebut.
Kisah Kaum Khawarij ini juga disebut kemunculannya
pada akhir zaman dalam riwayat hadits berikut,
سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ
سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ، يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ
لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ
مِنْ الرَّمِيَّةِ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ؛ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ
أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: "Akan keluar di akhir zaman, sekelompok
kaum yang pengalamannya kurang (pemahaman agamanya sedikit), akalnya bodoh.
Mereka mendengung-dengungkan ucapan terbaik yang ada di muka bumi ini. mereka
membaca Al-Quran, namun tidak melewati tenggorokannya. Mereka melesat dari
agama, sebagaimana anak panah melesat dari hewan sasaran. Jika kalian menjumpai
mereka, bunuhlah mereka. Karena membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah,
bagi yang berhasil membunuh mereka." (HR Bukhari).
Jika kita resapi uraian diatas atas dasar iman dan
taqwa lalu dikaitkan dengan kondisi rill geopolitik Global sekarang ini, maka
tidak menutup kemungkinan tanda-tanda akhir zaman itu sudah dekat bagi
orang-orang yang mampu membacanya.
Kesimpulan
:
Uraian dan penafsiran dari hadits-hadits Rasulullah
Muhammad SAW, sangat bermanfaat untuk direnungkan oleh setiap insan manusia,
khususnya bagi orang-orang yang beriman dan berakal. Agar dapat mempersiapkan
bekal yang cukup bagi diri dan keluarganya, dalam perjalanan pulang menuju
kampung akhirat. "Selamat dunia akhirat" adalah permohonan agar
mendapatkan keselamatan, kebaikan, dan perlindungan dari Allah SWT baik di
dunia maupun di kehidupan setelah mati (akhirat).
Frasa ini mencakup harapan untuk terhindar dari segala
macam bahaya, keburukan, kemaksiatan, bencana, dan siksa neraka, serta
mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan di kedua kehidupan tersebut. Do'a Dan
harapan ini hanya bisa dicapai melalui usaha dan amal kebajikan yang
sungguh-sungguh dari orang-orang yang berakal dan berpikir.
Jika kita resapi uraian diatas atas dasar iman dan
taqwa lalu dikaitkan dengan kondisi rill geopolitik Global sekarang ini, maka
tidak menutup kemungkinan tanda-tanda akhir zaman itu sudah dekat bagi
orang-orang yang yang diberi hidayah untuk mampu membacanya.
Naudzubillah min dzaalik. Semoga kita semua dapat
terhindar dari fitnah Dajjal. Aamiin.
Makassar, 04 Desember 2025.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar