Idealisme adalah pandangan yang menekankan peran sentral ide atau gagasan dalam membentuk realitas, baik dari sudut pandang filsafat maupun kehidupan sehari-hari. Dalam filsafat, idealisme berpendapat bahwa realitas pada dasarnya bersifat spiritual atau mental, sedangkan dalam pengertian umum, ini merujuk pada keyakinan untuk hidup berdasarkan cita-cita dan nilai yang dianggap sempurna.
-----
Sabtu, 10 Januari 2026
Idealisme Purbaya Amanah Konstitusi & Harapan
Publik
Oleh: Achmad Ramli Karim
(Pemerhati
Politik & Pendidikan)
Idealisme adalah pandangan yang menekankan peran
sentral ide atau gagasan dalam membentuk realitas, baik dari sudut pandang
filsafat maupun kehidupan sehari-hari. Dalam filsafat, idealisme berpendapat
bahwa realitas pada dasarnya bersifat spiritual atau mental, sedangkan dalam
pengertian umum, ini merujuk pada keyakinan untuk hidup berdasarkan cita-cita
dan nilai yang dianggap sempurna. Dalam filsafat, Idealisme adalah doktrin yang
berpendapat bahwa realitas yang dapat diketahui pada akhirnya dibentuk oleh ide-ide.
Dalam pandangan ini, manusia memahami dunia melalui ide, bukan materi yang
independen dari pikiran. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari; Idealisme
adalah keyakinan untuk hidup atau berusaha hidup sesuai dengan cita-cita dan
prinsip yang diyakini benar. Seseorang yang idealis sering kali memiliki
optimisme, inspirasi, dan teguh pada keyakinannya, meskipun terkadang dianggap
naif.
Istilah "idealisme Purbaya" merujuk pada
pemikiran dan kebijakan yang dijalankan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya
Yudhi Sadewa, terutama setelah menjabat pada September 2025. Idealisme ini
berkaitan dengan pendekatan ekonominya yang menekankan pada nilai-nilai
tertentu demi mencapai kemajuan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Berikut adalah beberapa keunggulan dari idealisme
Purbaya yang dapat diamati dari berbagai sumber:
1. Kombinasi Idealisme dan Pragmatisme.
(a) Berani dan jujur: Purbaya dianggap memiliki
keberanian untuk menyatakan fakta secara jujur dan apa adanya, bahkan jika hal
itu tidak populer. Ia berani menanggung konsekuensi dari pernyataannya. (b)
Berbasis data dan realistis: Meskipun didasari pada idealisme untuk mencapai
kesejahteraan, Purbaya tidak mengabaikan data dan realitas. Ia mengambil
langkah-langkah pragmatis untuk memajukan ekonomi, seperti mendorong likuiditas
perbankan dan memaksa bank-bank milik negara untuk meningkatkan kinerja. (c)
Inspirasi dari tokoh ekonomi: Beberapa analis mengaitkan idealisme Purbaya
dengan pemikiran ekonom seperti Milton Friedman (pendekatan likuiditas) dan Sumitro
Djojohadikusumo (terutama pandangannya yang pragmatis dan berorientasi pada
hasil).
2. Transparansi dan Komunikasi Publik.
(a) Gaya komunikasi yang lugas: Purbaya dikenal
memiliki gaya komunikasi yang langsung dan tidak bertele-tele. Meskipun sempat
menuai kritik, gaya ini kemudian berbalik menjadi sentimen positif karena
dianggap autentik dan kredibel oleh publik. (b) Membangun kepercayaan publik:
Dengan keterbukaannya, Purbaya mampu membangun kepercayaan publik. Masyarakat
merasa bahwa ia tidak menyembunyikan fakta, melainkan berbicara dengan argumen
yang jelas. (c) Dekat dengan publik: Sikapnya yang membumi dan komunikasinya
yang lugas membuatnya terasa lebih dekat dengan masyarakat, yang menginginkan
figur pejabat yang riil dan dapat dipercaya.
3. Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat.
(a) Fokus pada kesejahteraan: Salah satu tujuan utama
dari kebijakan fiskal Purbaya adalah memaksimalkan kesejahteraan sosial, yang
dilandasi oleh idealisme Pancasila. Keberhasilan tidak hanya diukur dari angka
pertumbuhan semata, tetapi juga dampaknya pada keadilan ekonomi. (b) Mendorong
sektor riil: Langkah-langkah seperti kucuran dana dari BI ke bank-bank negara
bertujuan untuk menghidupkan kembali sektor riil dan mendorong pasar agar lebih
bergeliat. (c) Pendekatan profesional dalam penegakan pajak: Purbaya menegaskan
bahwa penegakan pajak akan dilakukan secara profesional dengan mengejar potensi
kebocoran, bukan dengan cara yang intimidatif seperti "gedor rumah
orang".
4. Otonomi dari Tekanan Politik.
(a) Fokus pada kinerja: Purbaya menunjukkan bahwa ia
tidak tertarik untuk terikat dengan partai politik tertentu, dan lebih fokus
pada pekerjaannya sebagai Menteri Keuangan. Ia tidak takut dikritik, tetapi
meminta waktu untuk membuktikan kinerjanya. (b) Konsisten pada substansi:
Meskipun banyak tekanan dan opini yang beredar, Purbaya tetap kuat pada
substansi kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Secara keseluruhan, keunggulan idealisme Purbaya
terletak pada kemampuannya memadukan visi ideal untuk mewujudkan keadilan
ekonomi dengan strategi yang pragmatis dan berbasis data. Ditambah dengan gaya
komunikasi yang transparan dan jujur, ia berhasil membangun kepercayaan publik
dan mengarahkan kebijakan fiskal yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Imperialisme
Modern Mengubur Idealisme Bangsa
Imperialisme adalah kebijakan atau ideologi suatu
negara untuk memperluas kekuasaan dan pengaruhnya atas negara lain, sering kali
melalui penjajahan, kekuatan militer, atau kontrol ekonomi dan politik.
Tujuannya adalah untuk mencapai kepentingan diri sendiri dengan menguasai
sumber daya, pasar, dan wilayah negara lain.
Imperialisme modern muncul setelah Revolusi Industri
karena bertujuan untuk mengembangkan perekonomian. Tujuan utamanya adalah
mencari bahan mentah untuk industri yang semakin besar dan pasar baru untuk
menjual produk-produk industri mereka.
Revolusi industri menciptakan produksi besar-besaran
yang membutuhkan pasokan bahan mentah yang melimpah. Selain bahan baku,
negara-negara industri juga membutuhkan pasar yang luas untuk menjual produk-produk
yang mereka hasilkan. Namun persaingan ekonomi antar negara-negara maju menjadi
salah satu pendorong ekspansi wilayah untuk mengamankan sumber daya dan pasar.
Ciri-ciri utama imperialisme modern, antara lain; (1)
Perluasan kekuasaan: Melibatkan upaya suatu negara untuk memperluas dominasi
dan kendalinya ke wilayah lain. (2) Kontrol politik dan ekonomi: Menguasai
pemerintahan dan ekonomi negara lain untuk keuntungan diri sendiri. (3)
Penggunaan kekuatan: Sering kali menggunakan kekuatan politik, ekonomi, atau
diplomasi (kekuatan keras dan lunak) untuk mencapai tujuannya. (4) Dominasi dan
eksploitasi: Seringkali berujung pada dominasi satu bangsa atas bangsa lain,
yang mengarah pada eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja, serta
pemaksaan budaya dan sistem pemerintahan.
Kolonialisme berbeda dengan imperialisme, dimana
Imperialisme lebih luas meliputi dominasi politik dan ekonomi, sedangkan
kolonialisme adalah praktik pendirian pemukiman dan penguasaan wilayah secara
fisik. Seperti dugaan publik terkait proyek imigran terselubung m, berkedok TKA
sebagai syarat tersembunyi dari kerja sama Indonedia-RRT. Sebuah negara bisa
menjadi imperialis tanpa harus menjadi kolonial, tetapi kolonialisme adalah salah
satu bentuk imperialisme.
Idealisme Purbaya sesuai dengan amanah konstitusi,
sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia tercantum dalam Alinea Kedua dan Keempat
Pembukaan UUD 1945. Alinea kedua menyatakan cita-cita untuk mewujudkan negara
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sementara itu, Alinea
Keempat menguraikan tujuan spesifik, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia.
Namun sistem kapitalisme yang diberlakukan oleh kaum
kapitalis (pemilik modal) di Nusantara, telah mengaburkan cita-cita luhur
bangsa tersebut. Bahkan kaum kapitalis berhasil memberdayakan para politikus
dan legislatif untuk melakukan kudeta konstitisi, sebagai benteng invasi ekonomi
dan dagang kaum kapitalis.
Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana kepemilikan
pribadi atas alat-alat produksi (seperti pabrik dan modal) menjadi pendorong
utama kegiatan ekonomi. Dalam sistem ini, pelaku swasta memiliki dan
mengendalikan bisnis, dan harga barang serta jasa sebagian besar ditentukan
oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Motif utamanya adalah mencari
keuntungan sebesar-besarnya. Sistem kapitalisme ini juga berlaku di Indonesia
dimana pelaku swasta (investor) memiliki pengaruh politik yang kuat dalam
pemerintahan, serta mengendalikan bisnis, dan harga barang sesuai keinginan
pemilik modal.
Makassar, 1 Nopember 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar