Translate

Kamis, 12 Februari 2026

Hilangnya Giroh Idealisme diantara Godaan Pragmatisme

 

Giroh Idealisme dapat diartikan sebagai semangat, gairah, atau jiwa yang membara (giroh) untuk mempertahankan gagasan, cita-cita luhur, moral tertinggi, atau prinsip kebenaran (idealisme) meskipun dihadapkan pada realitas yang sulit atau godaan pragmatisme.







-----

Kamis, 12 Pebruari 2026



Hilangnya Giroh Idealisme diantara Godaan Pragmatisme

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Tidak semua orang mampu mempertahankan prinsip hidupnya pada jalan kebenaran dan kejujuran, diantara godaan pragmatisme yang menggiurkan. Karena pada hakikatnya manusia adalah orang-orang yang merugi, kecuali bagi mereka yang menggunakan akal dan nuraninya (iman & integritas).

Giroh Idealisme dapat diartikan sebagai semangat, gairah, atau jiwa yang membara (giroh) untuk mempertahankan gagasan, cita-cita luhur, moral tertinggi, atau prinsip kebenaran (idealisme) meskipun dihadapkan pada realitas yang sulit atau godaan pragmatisme. Istilah ini sering dikaitkan dengan pergerakan mahasiswa atau kaum intelektual yang berusaha memperjuangkan nilai-nilai ideal di tengah masyarakat, seringkali dianggap "naif" namun krusial untuk perubahan sosial.

Arti pentingnya Giroh Idealisme:

1. Hakikat Giroh (Semangat Perjuangan).

(a). Bukan Sekadar Paham: Idealisme bukan hanya teori, melainkan keyakinan yang menggerakkan perilaku. (b). Pantang Menyerah: Orang dengan idealisme tinggi tidak pernah hilang harapan dan berani berjuang mewujudkan mimpinya. (c). Keinginan untuk Terbaik: Selalu berusaha memperbaiki diri dan mencapai hasil tertinggi, bukan sekadar "yang penting jalan".

2. Konsep Idealisme dalam Pergerakan.

(a). Realitas adalah Ide: Idealisme memandang bahwa ide-ide rasional, moral tertinggi, atau gagasan kesempurnaan adalah realitas sesungguhnya, bukan sekadar materi. (b). Berbasis Nilai: Giroh idealisme berakar pada prinsip-prinsip moral, kebenaran, dan etika, bukan pada keuntungan materiil jangka pendek.

3. Giroh Idealisme dalam Konteks Mahasiswa.

(a). Ruh Pergerakan: Idealisme dianggap sebagai ruh mahasiswa yang menjaga mereka untuk tetap kritis dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran (moralitas). (b). Tantangan: Seringkali diuji oleh realitas pragmatis di semester akhir atau tuntutan karir. (c). Pemecah Masalah: Mahasiswa yang idealis menggunakan pola pikir kreatif untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

4. Ciri Seseorang yang Memiliki Giroh Idealisme. (a). Visi Tinggi: Memiliki cita-cita mulia yang ingin dicapai.

Konsisten (Istiqomah): (b). Teguh pada prinsip meskipun situasi tidak mendukung. (c). Rasional & Logis: Melihat dunia dengan pandangan logis untuk memperbaiki keadaan.

Secara ringkas, giroh idealisme adalah perpaduan antara keyakinan akan nilai luhur (idealisme) dan semangat juang tanpa lelah untuk mewujudkannya (giroh).

Godaan Pragmatisme

"Hilangnya giroskop karena godaan pragmatisme" adalah sebuah metafora yang menggambarkan situasi ketika seseorang, organisasi, atau bangsa kehilangan kompas moral, prinsip dasar, atau idealisme yang teguh (giroskop) akibat terlalu fokus pada hasil instan, manfaat praktis, dan jalan pintas (godaan pragmatisme).

Giroskop (Metafora Prinsip/Idealitas): Secara harfiah, giroskop berfungsi untuk mempertahankan orientasi dan arah. Dalam metafora ini, ia melambangkan etika, moralitas, idealisme, visi jangka panjang, dan nilai-nilai fundamental yang memandu perilaku agar tetap lurus, meskipun dalam situasi kacau atau sulit.

Pragmatisme adalah aliran yang menekankan pada kegunaan praktis, manfaat langsung, dan "apa yang berhasil". Godaan pragmatisme terjadi ketika seseorang mengabaikan prinsip moral demi keuntungan cepat, solusi mudah, atau efisiensi sesaat, sering kali membenarkan segala cara untuk mencapai hasil.

Hilangnya Giroskop: Ketika pragmatisme dianut tanpa batas moral, kompas moral (giroskop) manusia hilang. Hal ini mengakibatkan hilangnya orientasi—tidak lagi membedakan yang benar dan salah, melainkan hanya yang menguntungkan dan tidak.

Dampak: Hilangnya giroskop akibat pragmatisme dapat menyebabkan degradasi moral, hilangnya integritas, kerusakan lingkungan, dan keputusan yang mengorbankan jangka panjang demi keuntungan jangka pendek.

Secara ringkas, fenomena ini menggambarkan pergeseran dari "melakukan hal yang benar" menjadi "melakukan apa saja yang berhasil," yang berpotensi menghilangkan arah tujuan mulia.

Pentingnya Idealisme Dalam Hidup Berbangsa & Bernegara

Idealisme dalam hidup berbangsa dan bernegara adalah pemikiran, pandangan, atau cita-cita luhur yang berorientasi pada nilai-nilai moral dan kebenaran tertinggi, melebihi sekadar kepentingan materiil atau realitas fisik semata. Dalam konteks Indonesia, idealisme ini berakar pada Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan ideologi negara.

(https://lemhannas.go.id).

Berikut adalah beberapa poin penting mengapa idealisme penting bagi kedaulatan bangsa:

1. Fondasi Identitas dan Kepribadian Bangsa:

Idealisme (seperti Pancasila di Indonesia) memberikan jati diri yang membedakan bangsa kita dari bangsa lain. Hal ini membuat kita tidak mudah ikut-ikutan budaya atau ideologi asing yang tidak sesuai, sehingga menjaga kedaulatan budaya dan pemikiran.

2. Pemersatu dalam Keberagaman:

Idealisme menyediakan cita-cita bersama. Ketika masyarakat memiliki tujuan ideal yang sama, perpecahan akibat perbedaan suku, ras, atau agama dapat diminimalisir. Bangsa yang bersatu lebih kuat mempertahankan kedaulatannya.

3. Benteng Terhadap Penjajahan Modern (Neokolonialisme):

Di era globalisasi, ancaman tidak lagi sekadar fisik, tetapi ekonomi dan budaya. Idealisme yang kuat (seperti cinta tanah air dan kemandirian) akan memacu rakyat untuk mencintai produk dalam negeri dan mempertahankan aset strategis bangsa.

4. Panduan dalam Pengambilan Kebijakan:

Para pemimpin yang memegang teguh idealisme akan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Ini penting agar kebijakan negara tetap bertujuan untuk kemakmuran rakyat (berdaulat ekonomi).

5. Pendorong Pemuda untuk Berinovasi:

Idealisme memberikan "api" kepada generasi muda untuk berkarya dan memajukan bangsa, bukan sekadar menjadi konsumen. Bangsa yang inovatif lebih berdaulat dan disegani di dunia internasional.

Singkatnya, idealisme adalah jiwa kedaulatan. Kedaulatan fisik (wilayah) tanpa idealisme akan rapuh, sedangkan idealisme yang kuat akan melahirkan kedaulatan yang kokoh, bermartabat, dan mandiri.

Dalam konteks ideologi terbuka, idealisme memberikan penyegaran dan memelihara relevansi nilai-nilai dasar dari waktu ke waktu, sehingga negara tetap dinamis namun tidak kehilangan arah.

Dalam kehidupan sehari-hari, idealisme mewujud dalam bentuk integritas, kejujuran, semangat gotong royong, dan dedikasi untuk kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Seorang pemimpin sangat penting mengedepankan giroh idealismenya, diantara godaan pragmatisme. Karena pemimpin adalah figur, yang diteladani orang banyak (publik). Idealisme bagi seorang pemimpin adalah kompas moral dan visi jangka panjang. Tanpa idealisme, pemimpin cenderung terjebak dalam pragmatisme sesaat (hanya mengejar hasil instan) dan mudah terombang-ambing kepentingan.

Idealisme sangat krusial bagi kedaulatan sebuah bangsa karena berperan sebagai kompas moral, identitas, dan fondasi pertahanan mental masyarakat. Tanpa idealisme, sebuah bangsa akan mudah terombang-ambing oleh kepentingan asing dan pragmatisme sesaat.

 

Makassar, 12 Pebruari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar