Translate

Jumat, 19 Juni 2026

Belajar Dari Pola Pikir Norwegia & Alaska

 

Belajar dari Norwegia dan Alaska dua wilayah yang kaya dengan sumber daya alam, tapi punya cara berpikir yang berbeda dari kebanyakan negara berkembang.








-----

Sabtu, 20 Juni 2026



Belajar Dari Pola Pikir Norwegia & Alaska

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Belajar dari Norwegia dan Alaska dua wilayah yang kaya dengan sumber daya alam, tapi punya cara berpikir yang berbeda dari kebanyakan negara berkembang.

Di Alaska sejak 1982 sebagian keuntungan dari minyak bumi dibagikan kepada warga negara dalam bentuk diveden tunai tahunan, jadi setiap penduduk menerima bagian karena dianggap memiliki kekayaan tersebut di tanah mereka tinggal.

Sementara Norwegia mengambil langkah jangka panjang,  mereka membangun dana abadi raksasa dari hasil minyak dan gas bumi. Dana tersebut di investasikan ke-berbagai sektor global, agar nilainya terus tumbuh dan bisa menjaga kesejahteraan rakyat sampai kegenerasi berikutnya.

Bisakah pola pikir ini diterapkan di Indonesia?. Mengingat hal ini sangat cocok dengan semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat UUD 1945. Pasal 33 UUD 1945 adalah landasan konstitusional sistem perekonomian Indonesia. Pasal ini mengatur tentang asas kekeluargaan, penguasaan negara atas sumber daya vital demi kemakmuran rakyat, serta prinsip demokrasi ekonomi.

Bagaimana perbandingan pola pikir pengelolaan Migas di Norwegia dan di Indonesia?.

Pengelolaan sumber daya alam (khususnya minyak dan gas) di Norwegia dijalankan oleh beberapa institusi pemerintah dan perusahaan BUMN dengan tata kelola yang transparan. Sedangkan di Indonesia SDA seperti:(minyak, gas, sawit, batubara, nikel, emas, dll) dikelola oleh Swasta dan Perusahaan Asing (Oligarki) bukan dikelola oleh Negara (BUMN). Sedangkan mindset dan pola pikir pejabat publik dan aparat, mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Andaikan SDA dikelola oleh Negara (BUMN) atau penguasanya dari Pribumi yang nasionalis islami, pasti sangat susah disogok dan dibeli integritasnya.

Contoh :

Kementerian Energi (Ministry of Energy) Norwegia: Merupakan otoritas utama yang menetapkan kebijakan dan bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh sumber daya energi negara.

Direktorat Perminyakan Norwegia (Norwegian Petroleum Directorate / NPD): Bertindak sebagai penasihat kementerian dan mengelola kegiatan eksplorasi serta produksi agar berjalan optimal.

Equinor : Merupakan perusahaan energi multinasional yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh negara (BUMN) Norwegia. Equinor bertindak sebagai operator terbesar yang mengeksplorasi dan memproduksi sumber daya minyak serta gas bumi.

Norges Bank Investment Management (NBIM): Badan di bawah Bank Sentral Norwegia yang mengelola Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund) dari surplus pendapatan minyak.

Sementara di Indonesia bukan saja sumberdaya alamnya yang dikuasai oleh "Kapitalis Asing", tapi sumber daya manusianya juga dikendalikan oleh oligarki, seperti; elit politik/pejabat publik, Partai Politik/anggota DPR, serta aparat keamanan khususnya petugas Bea cukai.

 

Rubah Mindset & Cara Pandangmu Dulu

 

Mindset (atau pola pikir) adalah sekumpulan keyakinan, asumsi, dan cara berpikir yang memengaruhi cara seseorang memandang diri mereka sendiri dan dunia. Hal ini menjadi "lensa" yang menentukan bagaimana seseorang memahami situasi, mengambil keputusan, serta bereaksi terhadap suatu peristiwa. Berdasarkan konsep yang dipopulerkan oleh psikolog Carol Dweck, mindset terbagi menjadi dua kategori utama:

(1). Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang). Pandangan bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan dasar dapat dikembangkan melalui dedikasi, kerja keras, dan proses belajar.

(2). Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap).  Keyakinan bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan adalah bawaan sejak lahir yang sifatnya sudah mutlak dan tidak bisa diubah lagi.

Mindset dan cara pandang adalah dua konsep yang sangat berkaitan, namun tidak sepenuhnya sama. Mindset (pola pikir) adalah landasan atau keyakinan dasar yang membentuk cara seseorang memproses informasi, sedangkan cara pandang adalah wujud penerapan mindset tersebut saat melihat atau menghadapi suatu situasi tertentu.

Cara pandang merupakan hasil atau turunan dari mindset yang dimiliki seseorang. Sebagai ilustrasi: Jika mindset Anda adalah keyakinan bahwa kegagalan adalah proses belajar (growth mindset), maka saat menghadapi masalah, cara pandang Anda adalah melihat masalah tersebut sebagai batu loncatan, bukan sebagai halangan yang menakutkan.

Indonesia kalau mau maju dan berkembang sejajar dengan negara industri, maka ubah mindset dan cara pandang bangsa dulu agar tidak selalu menjadi kaki tangan kapitalisme. Sebab kelemahan terbesar bangsa Indonesia adalah mindset dan pola pikir para elit dan politikus yang terikat dalam sistem kapitalisme. Dimana pemilik modal asing dan aseng mampu menguasai ekonomi dan mengendalikan politik dalam pemerintahan.

Dulu Soeharto mampu membubarkan IGGI saat Belanda sebagai Ketua IGGI mensyaratkan pencairan pinjaman luar negeri, dengan masalah Timor Timur (Kedaulatan Intern Indonesia). Sekarang Kau (bangsa) pemilik modal pinjaman atau kapitalis, bukan lagi mencampuri kedaulatan intern, tapi sudah mengacak-acaqk tatanan hokum, politik, dan system pemerintahan Indonesia melalui transaksi politik bersama elit politik (caln pemimpin) dan pimpinan parpol.

Ubahlah mindsetmu jangan selalu menjadi pelayan kapitalisme, tapi jadilah pelayan rakyat. Karena dengan merubah mindset, Anda akan melahirkan pola pikir yang berorientasi kemaslahatan besama. Contoh: bagaimana cara agar sumber daya alam yang melimpah, menjadi sumber utama pendatan negara (APBN) menggantikan pajak rakyat (rakyat miskin dibebaskan dari pajak).

 

 

Makassar, 20 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar