Belajar dari Norwegia dan Alaska dua wilayah yang kaya dengan sumber daya alam, tapi punya cara berpikir yang berbeda dari kebanyakan negara berkembang.
-----
Sabtu, 20 Juni 2026
Belajar Dari Pola Pikir Norwegia & Alaska
Oleh: Achmad Ramli Karim
(Pemerhati
Politik & Pendidikan)
Belajar dari Norwegia dan Alaska dua wilayah yang kaya
dengan sumber daya alam, tapi punya cara berpikir yang berbeda dari kebanyakan
negara berkembang.
Di Alaska sejak 1982 sebagian keuntungan dari minyak
bumi dibagikan kepada warga negara dalam bentuk diveden tunai tahunan, jadi
setiap penduduk menerima bagian karena dianggap memiliki kekayaan tersebut di
tanah mereka tinggal.
Sementara Norwegia mengambil langkah jangka
panjang, mereka membangun dana abadi
raksasa dari hasil minyak dan gas bumi. Dana tersebut di investasikan
ke-berbagai sektor global, agar nilainya terus tumbuh dan bisa menjaga
kesejahteraan rakyat sampai kegenerasi berikutnya.
Bisakah pola pikir ini diterapkan di Indonesia?.
Mengingat hal ini sangat cocok dengan semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana
amanat UUD 1945. Pasal 33 UUD 1945 adalah landasan konstitusional sistem
perekonomian Indonesia. Pasal ini mengatur tentang asas kekeluargaan,
penguasaan negara atas sumber daya vital demi kemakmuran rakyat, serta prinsip
demokrasi ekonomi.
Bagaimana perbandingan pola pikir pengelolaan Migas di
Norwegia dan di Indonesia?.
Pengelolaan sumber daya alam (khususnya minyak dan
gas) di Norwegia dijalankan oleh beberapa institusi pemerintah dan perusahaan
BUMN dengan tata kelola yang transparan. Sedangkan di Indonesia SDA
seperti:(minyak, gas, sawit, batubara, nikel, emas, dll) dikelola oleh Swasta dan
Perusahaan Asing (Oligarki) bukan dikelola oleh Negara (BUMN). Sedangkan
mindset dan pola pikir pejabat publik dan aparat, mendahulukan kepentingan
pribadi dan kelompoknya.
Andaikan SDA dikelola oleh Negara (BUMN) atau
penguasanya dari Pribumi yang nasionalis islami, pasti sangat susah disogok dan
dibeli integritasnya.
Contoh
:
Kementerian Energi (Ministry of Energy) Norwegia:
Merupakan otoritas utama yang menetapkan kebijakan dan bertanggung jawab atas
pengelolaan seluruh sumber daya energi negara.
Direktorat Perminyakan Norwegia (Norwegian Petroleum
Directorate / NPD): Bertindak sebagai penasihat kementerian dan mengelola
kegiatan eksplorasi serta produksi agar berjalan optimal.
Equinor :
Merupakan perusahaan energi multinasional yang sebagian besar sahamnya dimiliki
oleh negara (BUMN) Norwegia. Equinor bertindak sebagai operator terbesar yang
mengeksplorasi dan memproduksi sumber daya minyak serta gas bumi.
Norges Bank Investment Management (NBIM): Badan di
bawah Bank Sentral Norwegia yang mengelola Dana Kekayaan Negara (Sovereign
Wealth Fund) dari surplus pendapatan minyak.
Sementara di Indonesia bukan saja sumberdaya alamnya
yang dikuasai oleh "Kapitalis Asing", tapi sumber daya manusianya
juga dikendalikan oleh oligarki, seperti; elit politik/pejabat publik, Partai
Politik/anggota DPR, serta aparat keamanan khususnya petugas Bea cukai.
Rubah Mindset & Cara Pandangmu Dulu
Mindset (atau pola pikir) adalah sekumpulan keyakinan,
asumsi, dan cara berpikir yang memengaruhi cara seseorang memandang diri mereka
sendiri dan dunia. Hal ini menjadi "lensa" yang menentukan bagaimana
seseorang memahami situasi, mengambil keputusan, serta bereaksi terhadap suatu
peristiwa. Berdasarkan konsep yang dipopulerkan oleh psikolog Carol Dweck,
mindset terbagi menjadi dua kategori utama:
(1). Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang). Pandangan
bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan dasar dapat dikembangkan melalui
dedikasi, kerja keras, dan proses belajar.
(2). Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap). Keyakinan bahwa kecerdasan, bakat, dan
kemampuan adalah bawaan sejak lahir yang sifatnya sudah mutlak dan tidak bisa
diubah lagi.
Mindset dan cara pandang adalah dua konsep yang sangat
berkaitan, namun tidak sepenuhnya sama. Mindset (pola pikir) adalah landasan
atau keyakinan dasar yang membentuk cara seseorang memproses informasi,
sedangkan cara pandang adalah wujud penerapan mindset tersebut saat melihat
atau menghadapi suatu situasi tertentu.
Cara pandang merupakan hasil atau turunan dari mindset
yang dimiliki seseorang. Sebagai ilustrasi: Jika mindset Anda adalah keyakinan
bahwa kegagalan adalah proses belajar (growth mindset), maka saat menghadapi
masalah, cara pandang Anda adalah melihat masalah tersebut sebagai batu
loncatan, bukan sebagai halangan yang menakutkan.
Indonesia kalau mau maju dan berkembang sejajar dengan
negara industri, maka ubah mindset dan cara pandang bangsa dulu agar tidak
selalu menjadi kaki tangan kapitalisme. Sebab kelemahan terbesar bangsa
Indonesia adalah mindset dan pola pikir para elit dan politikus yang terikat
dalam sistem kapitalisme. Dimana pemilik modal asing dan aseng mampu menguasai
ekonomi dan mengendalikan politik dalam pemerintahan.
Dulu Soeharto mampu membubarkan IGGI saat Belanda
sebagai Ketua IGGI mensyaratkan pencairan pinjaman luar negeri, dengan masalah
Timor Timur (Kedaulatan Intern Indonesia). Sekarang Kau (bangsa) pemilik modal
pinjaman atau kapitalis, bukan lagi mencampuri kedaulatan intern, tapi sudah
mengacak-acaqk tatanan hokum, politik, dan system pemerintahan Indonesia
melalui transaksi politik bersama elit politik (caln pemimpin) dan pimpinan
parpol.
Ubahlah mindsetmu jangan selalu menjadi pelayan
kapitalisme, tapi jadilah pelayan rakyat. Karena dengan merubah mindset, Anda
akan melahirkan pola pikir yang berorientasi kemaslahatan besama. Contoh:
bagaimana cara agar sumber daya alam yang melimpah, menjadi sumber utama
pendatan negara (APBN) menggantikan pajak rakyat (rakyat miskin dibebaskan dari
pajak).
Makassar, 20 Juni 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar