"Prabowo Naik Pitam" di Sentul, bongkar alasan mencopot tiga pimpinan BGN: Saya tidak mau uang rakyat dicuri !. Kemarahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6).
-----
Jum'at, 5Juni 2026
Presiden Copot Pengelola MBG Matikan Isu Pemakzulan
Oleh: Achmad Ramli
Karim
(Pemerhati Politik & Pendidikan)
Isu pemakzulan
(impeachment) terhadap Presiden Prabowo sempat mencuat sebagai wacana politik
yang dilemparkan oleh sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat. Wacana ini ramai
diperbincangkan karena mengkritik berbagai arah kebijakan khususnya Program
MBG, serta mengaitkannya dengan dinamika pemerintahan bersama Wakil Presiden
Gibran Rakabuming Raka.
Para pengamat politik
menilai bahwa isu ini sudah didesain dan memiliki rangkaian pola tersendiri
dalam konstelasi politik nasional. Di tingkat parlemen (DPR), wacana ini
dinilai sulit direalisasikan karena membutuhkan bukti hukum yang kuat atas
pelanggaran konstitusi serta dukungan mayoritas fraksi di DPR.
Presiden Prabowo Subianto
Menanggapi wacana tersebut, Prabowo menilainya dengan santai dan tidak
menjadikannya masalah. Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, jika
masyarakat menilai pemerintah tidak baik, ada mekanisme konstitusional yang
mengatur pergantian kepemimpinan secara damai. Menurutnya, proses pemakzulan
memiliki koridor yang sah melalui saluran seperti DPR, Mahkamah Konstitusi
(MK), dan MPR.
Pengamat politik menilai
kalau isu pemakzulan itu sengaja digoreng, juga sangat terkait dengan kebijakan
dan pengelolaan Program MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) adalah inisiatif prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden
Prabowo Subianto yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Program ini bertujuan
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengatasi malnutrisi, dan
menggerakkan ekonomi pedesaan dengan menyediakan makanan bergizi.
Program MBG ini memiliki
dampak ekonomi bagi masyarakat, sebab program ini menyerap hasil panen dan
tangkapan dari petani serta nelayan lokal, sehingga roda perekonomian ikut berputar
hingga tingkat pedesaan.
Namun hal yang tidak
terduga bagi Presiden, lahirnya tekanan politik yang kuat dari berbagai elemen
masyarakat terkait tata kelola pemerintahannya. Begitu kerasnya tekanan politik
kepada Pemerintahan Prabowo, sampai-sampai ada pihak yang mewacanakan upaya
pemakzulan secara konstitusional kepada Presiden. Hal ini sangat terkait dengan
tata kelola pemerintahan khususnya pengelolaan Program makan bergizi gratis
(MBG), sehingga Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) harus
dikorbankan dan dicopot. Hal ini dibaca oleh publik sebagai sikap integritas
Presiden, dalam upaya penyelamatan uang rakyat dari budaya korupsi oleh tikus-tikus
berdasi di tanah air.
Sekali lagi Presiden
Prabowo Subianto membuktikan tekadnya, untuk memberantas penyakit korupsi yang
sudah mendara daging ditanah air. Jal ini guna mewujudkan tata kelola pemerintahan
yang bersih dan berwibawa.
Tata kelola pemerintahan
yang bersih dan berwibawa adalah penyelenggaraan manajemen pembangunan negara
yang sejalan dengan prinsip "good governance dan clean government."
Hal ini berfokus pada pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta
peningkatan pelayanan publik secara transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Publik berharap tidak
cukup hanya sampai pada pencopotan Dadan, tetapi harus ada pemeriksaan hukum
yang menyeluruh, untuk menghentikan dugaan korupsi dalam pengelolaan program
MBG, termasuk upaya pengumpulan cost politics menjelang pesta demokrasi pada
2029. Sebab pencopotan Dadan dapat diduga sangat terkait dengan budaya korupsi
di Indonesia. Sedangkan biaya politik (cost politics) tetap menjadi faktor
utama maraknya budaya korupsi dalam birokrasi pemrintshan.
Presiden Prabowo Subianto
menghadapi tekanan politik yang berpusat pada tantangan ekonomi domestik,
perlawanan terhadap agenda reformasi, dan dilema diplomasi internasional. Beban
fiskal hingga kritik oposisi mewarnai dinamika pemerintahannya dalam memastikan
kesejahteraan dan stabilitas nasional.
Uang Rakyat Dicuri Prabowo Naik Pitam
"Prabowo Naik
Pitam" di Sentul, bongkar alasan mencopot tiga pimpinan BGN: Saya tidak
mau uang rakyat dicuri !.
Kemarahan Presiden
Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6).
Prabowo blak-blakan
membongkar alasan utama di balik keputusannya mendepak tiga petinggi Badan Gizi
Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Di panggung bertajuk
'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' itu, Prabowo
menegaskan bahwa mencopot bawahan bukanlah hal mudah. Namun, demi nasib rakyat,
ia memilih tidak berkompromi! Prabowo menyitir pesan mendalam dari sang ayah,
Sumitro Djojohadikusumo: "Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau
ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu."
Berangkat dari berbagai
laporan miring terkait kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan
di tubuh BGN, Prabowo langsung mengambil tindakan radikal. Baginya, kehancuran
sebuah lembaga selalu dimulai dari borok pimpinannya. "Apalagi pemimpin
tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegas Prabowo dengan nada
tinggi dan penuh penekanan.
Sebagai panglima
tertinggi, Prabowo mengirimkan sinyal perang terbuka bagi siapa pun yang berani
menyentuh anggaran makan anak-anak sekolah. "Saya tidak mau uang rakyat
dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada
pengecualian!" teriaknya membakar semangat Sarjana Penggerak Pembangunan
Indonesia (SPPI) dan pengelola dapur MBG.
Tak sekadar gertakan
sambal, peringatan keras Prabowo ini terbukti nyata. Belum genap 24 jam
dicopot, kantor BGN langsung digeledah maraton oleh JAM Pidsus Kejagung. Trio
eks pimpinan BGN tersebut kini resmi berbaju rompi pink, menyandang status
tersangka korupsi tata kelola SPPG, dan dijebloskan ke sel tahanan!
Prabowo pun memberi
ultimatum terakhir bagi seluruh jajaran baru dan pengawas lapangan: "Kalau
kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau
kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir!"
Ketegasan Prabowo ini patut
diacungi jempol, karena bisa mematikan isu pemakzulan/ Menurut Anda, apakah
langkah bersih-bersih ini bisa menyelamatkan program makan bergizi gratis (MBG)
dari cengkeraman tikus berdasi lainnya? Mari kawal bersama dan ini opini saya!.
Makassar, 5 Juni 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar