Translate

Kamis, 04 Juni 2026

Presiden Copot Pengelola MBG Matikan Isu Pemakzulan

 

"Prabowo Naik Pitam" di Sentul, bongkar alasan mencopot tiga pimpinan BGN: Saya tidak mau uang rakyat dicuri !. Kemarahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6).





-----

Jum'at, 5Juni 2026



Presiden Copot Pengelola MBG Matikan Isu Pemakzulan

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Isu pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Prabowo sempat mencuat sebagai wacana politik yang dilemparkan oleh sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat. Wacana ini ramai diperbincangkan karena mengkritik berbagai arah kebijakan khususnya Program MBG, serta mengaitkannya dengan dinamika pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Para pengamat politik menilai bahwa isu ini sudah didesain dan memiliki rangkaian pola tersendiri dalam konstelasi politik nasional. Di tingkat parlemen (DPR), wacana ini dinilai sulit direalisasikan karena membutuhkan bukti hukum yang kuat atas pelanggaran konstitusi serta dukungan mayoritas fraksi di DPR.

Presiden Prabowo Subianto Menanggapi wacana tersebut, Prabowo menilainya dengan santai dan tidak menjadikannya masalah. Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, jika masyarakat menilai pemerintah tidak baik, ada mekanisme konstitusional yang mengatur pergantian kepemimpinan secara damai. Menurutnya, proses pemakzulan memiliki koridor yang sah melalui saluran seperti DPR, Mahkamah Konstitusi (MK), dan MPR.

Pengamat politik menilai kalau isu pemakzulan itu sengaja digoreng, juga sangat terkait dengan kebijakan dan pengelolaan Program MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengatasi malnutrisi, dan menggerakkan ekonomi pedesaan dengan menyediakan makanan bergizi.

Program MBG ini memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat, sebab program ini menyerap hasil panen dan tangkapan dari petani serta nelayan lokal, sehingga roda perekonomian ikut berputar hingga tingkat pedesaan.

Namun hal yang tidak terduga bagi Presiden, lahirnya tekanan politik yang kuat dari berbagai elemen masyarakat terkait tata kelola pemerintahannya. Begitu kerasnya tekanan politik kepada Pemerintahan Prabowo, sampai-sampai ada pihak yang mewacanakan upaya pemakzulan secara konstitusional kepada Presiden. Hal ini sangat terkait dengan tata kelola pemerintahan khususnya pengelolaan Program makan bergizi gratis (MBG), sehingga Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) harus dikorbankan dan dicopot. Hal ini dibaca oleh publik sebagai sikap integritas Presiden, dalam upaya penyelamatan uang rakyat dari budaya korupsi oleh tikus-tikus berdasi di tanah air.

Sekali lagi Presiden Prabowo Subianto membuktikan tekadnya, untuk memberantas penyakit korupsi yang sudah mendara daging ditanah air. Jal ini guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa adalah penyelenggaraan manajemen pembangunan negara yang sejalan dengan prinsip "good governance dan clean government." Hal ini berfokus pada pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta peningkatan pelayanan publik secara transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Publik berharap tidak cukup hanya sampai pada pencopotan Dadan, tetapi harus ada pemeriksaan hukum yang menyeluruh, untuk menghentikan dugaan korupsi dalam pengelolaan program MBG, termasuk upaya pengumpulan cost politics menjelang pesta demokrasi pada 2029. Sebab pencopotan Dadan dapat diduga sangat terkait dengan budaya korupsi di Indonesia. Sedangkan biaya politik (cost politics) tetap menjadi faktor utama maraknya budaya korupsi dalam birokrasi pemrintshan.

Presiden Prabowo Subianto menghadapi tekanan politik yang berpusat pada tantangan ekonomi domestik, perlawanan terhadap agenda reformasi, dan dilema diplomasi internasional. Beban fiskal hingga kritik oposisi mewarnai dinamika pemerintahannya dalam memastikan kesejahteraan dan stabilitas nasional. 

 

Uang Rakyat Dicuri Prabowo Naik Pitam

"Prabowo Naik Pitam" di Sentul, bongkar alasan mencopot tiga pimpinan BGN: Saya tidak mau uang rakyat dicuri !.

Kemarahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6).

Prabowo blak-blakan membongkar alasan utama di balik keputusannya mendepak tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

Di panggung bertajuk 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' itu, Prabowo menegaskan bahwa mencopot bawahan bukanlah hal mudah. Namun, demi nasib rakyat, ia memilih tidak berkompromi! Prabowo menyitir pesan mendalam dari sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo: "Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu."

Berangkat dari berbagai laporan miring terkait kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan di tubuh BGN, Prabowo langsung mengambil tindakan radikal. Baginya, kehancuran sebuah lembaga selalu dimulai dari borok pimpinannya. "Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegas Prabowo dengan nada tinggi dan penuh penekanan.

Sebagai panglima tertinggi, Prabowo mengirimkan sinyal perang terbuka bagi siapa pun yang berani menyentuh anggaran makan anak-anak sekolah. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian!" teriaknya membakar semangat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola dapur MBG.

Tak sekadar gertakan sambal, peringatan keras Prabowo ini terbukti nyata. Belum genap 24 jam dicopot, kantor BGN langsung digeledah maraton oleh JAM Pidsus Kejagung. Trio eks pimpinan BGN tersebut kini resmi berbaju rompi pink, menyandang status tersangka korupsi tata kelola SPPG, dan dijebloskan ke sel tahanan!

Prabowo pun memberi ultimatum terakhir bagi seluruh jajaran baru dan pengawas lapangan: "Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir!"

Ketegasan Prabowo ini patut diacungi jempol, karena bisa mematikan isu pemakzulan/ Menurut Anda, apakah langkah bersih-bersih ini bisa menyelamatkan program makan bergizi gratis (MBG) dari cengkeraman tikus berdasi lainnya? Mari kawal bersama dan ini opini saya!.

 

 

Makassar, 5 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar