Translate

Sabtu, 06 Juni 2026

Mahasiswa Dan Ulama Cermin Idealisme & Jalan Kebenaran


Dengan demikian! Mahasiswa dan Ulama adalah cermin Idealisme dan jalan kebenaran, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun cermin bisa retak dan jalan bisa bengkok karena kepentingan duniawi. 



-----

Ahad, 7 Juni 2026


Mahasiswa Dan Ulama Cermin Idealisme & Jalan Kebenaran

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patron berarti model, suri teladan, atau cetak biru, seperti pola pakaian atau desain batik. Kata ini juga sering digunakan dalam arsitektur atau desain sebagai acuan bentuk.

Mahasiswa berfungsi sebagai agen perubahan, kekuatan moral, penjaga nilai, dan pengontrol sosial. Mereka tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademis di kampus, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

5 (Lima) fungsi utama mahasiswa yang menjadi pilar tanggung jawab moral, meliputi; (1) Agen Perubahan (Agent of Change): Berperan sebagai penggerak untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih baik melalui pemikiran kritis, inovasi, dan penguasaan ilmu pengetahuan. (2) Pengontrol Sosial (Social Control): Menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa berfungsi mengawasi kebijakan publik, memberikan kritik konstruktif, serta menawarkan solusi atas permasalahan sosial. (3) Kekuatan Moral (Moral Force): Menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga etika, moralitas, dan nilai-nilai luhur agar tidak tergerus oleh arus globalisasi. (4) Penjaga Nilai (Guardian of Value): Melindungi dan mempertahankan nilai-nilai esensial bangsa seperti keadilan, kejujuran, gotong royong, dan integritas dari berbagai ancaman penyimpangan. (5) Penerus Bangsa (Iron Stock): Dipersiapkan menjadi generasi tangguh dan pemimpin masa depan yang akan menggantikan estafet kepemimpinan nasional.

Sedangkan tugas utama ulama adalah menjaga dan meneruskan risalah para nabi (warasatul anbiya) dengan membimbing umat kejalan lurus dalam memahami melaksanakan ajaran Islam yang benar, membentengi moral masyarakat, serta menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah.

Peran utama alim ulama meliputi; (a) Pewaris Para Nabi: Menjaga kemurnian agama dari penyimpangan paham yang merusak. (b) Pendidik dan Pembimbing Umat: Mengajarkan ilmu agama secara luas dan membimbing akhlak agar masyarakat tetap berada di jalan yang lurus. (c) Mujtahid (Pemecah Masalah): Memberikan jawaban dan solusi atas berbagai persoalan baru yang muncul di masyarakat melalui ijtihad dan fatwa yang relevan. (d) Pemberi Nasihat bagi Pemimpin: Menjalankan fungsi " *amar makruf nahi mungkar* " serta memberikan panduan moral dan etika bagi para penguasa agar tercipta pemerintahan yang adil dan maslahat.

Dengan demikian! Mahasiswa dan Ulama adalah cermin Idealisme dan jalan kebenaran, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun cermin bisa retak dan jalan bisa bengkok karena kepentingan duniawi. Dan setiap insan yang cinta duniawi akan mengorbankan moral dan kompetensinya karena terperangkap dalam sumpah iblis. Iblis menolak tunduk kepada Nabi Adam karena kesombongan, merasa dirinya lebih mulia (diciptakan dari api) dibandingkan Adam (dari tanah). Akibat pembangkangan tersebut, Allah SWT melaknatnya. Iblis kemudian bersumpah akan menyesatkan Adam dan seluruh keturunannya hingga hari kiamat.

Kompetensi memberikan kita kemampuan dan kecakapan untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencapai tujuan, sedangkan moralitas memastikan bahwa kemampuan tersebut digunakan dengan cara yang benar, adil, dan bertanggung jawab.

Moralitas (Karakter) menjadi kompas penuntun yang jelas tentang batasan antara yang benar dan yang salah. Ini membantu kita membuat keputusan yang etis dalam situasi sulit. Sementara integritas dan kejujuran adalah fondasi dari reputasi yang baik. Orang yang beriman dan bermoral dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan oleh masyarakat. Tanpa moral, kompetensi atau keahlian tinggi justru rentan disalahgunakan untuk merugikan orang lain atau melakukan kecurangan.

Oleh karena itu, idealisme dan jalan kebenaran hanya bisa dijaga dan dipertahankan, oleh iman (moral), dan kompetensi individu. Karena orang-orang yang berkarakter, mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhiratnya.

 

 

Makassar, 7 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar