Translate

Minggu, 16 Agustus 2026

Aceh Harus Jadi Benteng Pertahanan Kesatua Bangsa

 

Terlalu buta dan bodoh politik jika ada kelompok yang ingin pisahkan Aceh dari NKRI. Karena dapat mempercepat tercapainya tujuan kaum penjajah modern (negara industri), untuk menguasai sumber daya (ekonomi), politik, dan pemerintahan dengan terjadinya perpecahan bangsa (dis integrasi bangsa). 






-----

Senin, 17 Agustus 2026



Aceh Harus Jadi Benteng Pertahanan Kesatua Bangsa

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Terlalu buta dan bodoh politik jika ada kelompok yang ingin pisahkan Aceh dari NKRI. Karena dapat mempercepat tercapainya tujuan kaum penjajah modern (negara industri), untuk menguasai sumber daya (ekonomi), politik, dan pemerintahan dengan terjadinya perpecahan bangsa (dis integrasi bangsa).  Atau terjadinya Perang Saudara, jika pihak Asing mensuplai senjata dan amunisi seperti di Papua dan Tim-Tim dulu. Ataukah bisa berdampak terjadi penembakan oleh aparat (TNI dan POLRI) karena dianggap separatisme.

Masyarakat harus dicerdaskan bahwa ini salah satu target kaum kapitalis (penjajah modern) merancang cipta kondisi bangsa, agar terjadi chaos untuk melahirkan perpecahan bangsa (dis integrasi bangsa). Karena jika Indonesia terpecah menjadi negara-negara kecil, akan lebih memudahkan negara industri seperti AS (Yahudi) dan RRT (China Komunis) membagi dan menguasai kekayaan Nusantara.

Belajarlah dari sejarah penjajahan bangsa dimasa lalu, dimana VOC (pedagang) dan Belanda mampu menguasai hasil bumi nusantara karena politik pecah belah lalu kuasai (divide et invera). Begitu juga masyarakat yang buta dan bodoh politik tergiur dan terjerumus menjadi anggota PKI, karena pendekatan uang/materi,  kepentingan, dan bantuan sosial (bansos).

Begitu kuatnya strategi pendekatan uang, materi, dan kepentingan, sehingga para elit politik, pimpinan parpol, lembaga pemilu, dan aparat keamanan kehilangan integritas kejujuran dalam pelaksanaan pemilu dan pemerintahan sepuluh tahun pemerintahan Mulyono. Karena semua komponen bangsa tidak sanggup berdaya dan mengikuti kepentingan pedagang melalui transaksi kepentingan (politik transaksional) seperti pendekatan VOC di masa lalu.

Kepentingan barat (AS/Yahudi) di Indonesia, mungkin tetap hanya kepentingan dagang. Akan tetapi RRT (China Komunis) selain kepentingan dagang dann pangsa pasar prodak industrinya, juga sangat membutuhkan wilayah pulau-pulau kosong untuk tempat penampungan penduduknya. Karena RRT mengalami pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang tidak terkendali, yaitu ledakan penduduk (population explosion) atau overpopulasi (overpopulation). Kondisi ini terjadi ketika jumlah manusia melebihi kapasitas daya dukung wilayah atau sumber daya yang tersedia. Untuk itu Indonesia yang memiliki beribu pulau, termasuk target imigran terselubung dari China Komunis melalui proyek terselubung seperti TKA dan PSN.

Perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah sangat besar bagi sejarah Indonesia. Aceh berperan sebagai benteng pertahanan terakhir yang gigih melawan Belanda dalam Perang Aceh (1873–1904), menyumbang harta benda serta pesawat pertama (Seulawah) untuk Republik Indonesia, dan mempertahankan semangat merdeka dengan penuh kekuatan.

 

Saat perang yang mulai pada tahun 1873 saat Belanda menyerang, rakyat dan ulama melawan dengan semangat jihad. Dalam perang gerilya sangat sulit dipatahkan oleh pihak Belanda.Tokoh besar seperti Cut Nyak Dhien, Teuku Umar, Cut Meutia, dan Teungku Chik di Tiro memimpin perlawanan. Dalam meraih Kemerdekaan Indonesia rakyat Aceh memberi dukungan penuh kepada Republik Indonesia setelah proklamasi. Pedagang dan rakyat Aceh menyumbang emas untuk membeli pesawat terbang pertama RI, yaitu Seulawah Agam.Wilayah Aceh tidak berhasil dikuasai secara total oleh Belanda hingga kemerdekaan RI diproklamasikan.

 

Prediksi saya

 

Oleh karena itu, penulis mempredikai China Komunis akan menguasai wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, melalui sistem perjanjian konsesi lahan dalam jangka panjang 90-120 tahun. Sekarang pesisir pantai nusantara sudah dijadikan pemukiman penduduknya seperti PIK-1, 2,& 3.

Sedangkan AS akan menguasai Aceh  Sumatra, Irian, Papua, NTT, NTB, dan TimTim yang lebih dahulu memisahkan diri dari NKRI. Maka kemungkinan NKRI tinggal nama seperti Uni Sovyet dulu, jika DPR tidak membantu upaya Prabowo-Purbaya, merampas aset para konglomerat hitam yang beternat tikus-tikus berdasi dalam pemerintahan Indonesia.

Masyarakat harus sadar bahwa kekuatan dan ketahanan Indonesia, jujactetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam prinsip bhineka tunggal ika. Sedangkan khusus masyarakat Aceh wajib disadari bahwa Aceh memiliki peran yang sangat besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Wilayah ini dikenal sebagai "Daerah Modal" karena memberikan dukungan finansial, logistik, dan militer yang krusial bagi kelangsungan Republik Indonesia di awal kemerdekaan, termasuk menyumbang pesawat Seulawah dan mempertahankan kedaulatan saat agresi militer Belanda.

*Kekuatan bangsa Indonesia  terjaga, jika tetap bersatu dalam bingkai NKRI. Dan dapat dihancurkan oleh penjajah modern berkedok dagang, jika bercerai berai.*

Selamat HUT Ke- 81 Kemerdekaan Bangsaku 17 Agustus 2026. Bersatu kita teguh, bercerai berai kita runtuh.

 

 

Makassar, 17 Agustus 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar