Terlalu buta dan bodoh politik jika ada kelompok yang ingin pisahkan Aceh dari NKRI. Karena dapat mempercepat tercapainya tujuan kaum penjajah modern (negara industri), untuk menguasai sumber daya (ekonomi), politik, dan pemerintahan dengan terjadinya perpecahan bangsa (dis integrasi bangsa).
-----
Senin, 17 Agustus 2026
Aceh Harus Jadi Benteng Pertahanan Kesatua Bangsa
Oleh: Achmad Ramli Karim
(Pemerhati
Politik & Pendidikan)
Terlalu buta dan bodoh politik jika ada kelompok yang ingin pisahkan Aceh dari NKRI. Karena dapat mempercepat tercapainya tujuan kaum penjajah modern (negara industri), untuk menguasai sumber daya (ekonomi), politik, dan pemerintahan dengan terjadinya perpecahan bangsa (dis integrasi bangsa). Atau terjadinya Perang Saudara, jika pihak Asing
mensuplai senjata dan amunisi seperti di Papua dan Tim-Tim dulu. Ataukah bisa
berdampak terjadi penembakan oleh aparat (TNI dan POLRI) karena dianggap
separatisme.
Masyarakat harus dicerdaskan bahwa ini salah satu
target kaum kapitalis (penjajah modern) merancang cipta kondisi bangsa, agar
terjadi chaos untuk melahirkan perpecahan bangsa (dis integrasi bangsa). Karena
jika Indonesia terpecah menjadi negara-negara kecil, akan lebih memudahkan
negara industri seperti AS (Yahudi) dan RRT (China Komunis) membagi dan
menguasai kekayaan Nusantara.
Belajarlah dari sejarah penjajahan bangsa dimasa lalu,
dimana VOC (pedagang) dan Belanda mampu menguasai hasil bumi nusantara karena
politik pecah belah lalu kuasai (divide et invera). Begitu juga masyarakat yang
buta dan bodoh politik tergiur dan terjerumus menjadi anggota PKI, karena
pendekatan uang/materi, kepentingan, dan
bantuan sosial (bansos).
Begitu kuatnya strategi pendekatan uang, materi, dan
kepentingan, sehingga para elit politik, pimpinan parpol, lembaga pemilu, dan
aparat keamanan kehilangan integritas kejujuran dalam pelaksanaan pemilu dan
pemerintahan sepuluh tahun pemerintahan Mulyono. Karena semua komponen bangsa
tidak sanggup berdaya dan mengikuti kepentingan pedagang melalui transaksi
kepentingan (politik transaksional) seperti pendekatan VOC di masa lalu.
Kepentingan barat (AS/Yahudi) di Indonesia, mungkin
tetap hanya kepentingan dagang. Akan tetapi RRT (China Komunis) selain
kepentingan dagang dann pangsa pasar prodak industrinya, juga sangat
membutuhkan wilayah pulau-pulau kosong untuk tempat penampungan penduduknya.
Karena RRT mengalami pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang tidak terkendali,
yaitu ledakan penduduk (population explosion) atau overpopulasi
(overpopulation). Kondisi ini terjadi ketika jumlah manusia melebihi kapasitas
daya dukung wilayah atau sumber daya yang tersedia. Untuk itu Indonesia yang
memiliki beribu pulau, termasuk target imigran terselubung dari China Komunis
melalui proyek terselubung seperti TKA dan PSN.
Perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah sangat besar
bagi sejarah Indonesia. Aceh berperan sebagai benteng pertahanan terakhir yang
gigih melawan Belanda dalam Perang Aceh (1873–1904), menyumbang harta benda
serta pesawat pertama (Seulawah) untuk Republik Indonesia, dan mempertahankan
semangat merdeka dengan penuh kekuatan.
Saat perang yang mulai pada tahun 1873 saat Belanda
menyerang, rakyat dan ulama melawan dengan semangat jihad. Dalam perang gerilya
sangat sulit dipatahkan oleh pihak Belanda.Tokoh besar seperti Cut Nyak Dhien,
Teuku Umar, Cut Meutia, dan Teungku Chik di Tiro memimpin perlawanan. Dalam
meraih Kemerdekaan Indonesia rakyat Aceh memberi dukungan penuh kepada Republik
Indonesia setelah proklamasi. Pedagang dan rakyat Aceh menyumbang emas untuk
membeli pesawat terbang pertama RI, yaitu Seulawah Agam.Wilayah Aceh tidak
berhasil dikuasai secara total oleh Belanda hingga kemerdekaan RI
diproklamasikan.
Prediksi saya
Oleh karena itu, penulis mempredikai China Komunis
akan menguasai wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, melalui sistem
perjanjian konsesi lahan dalam jangka panjang 90-120 tahun. Sekarang pesisir
pantai nusantara sudah dijadikan pemukiman penduduknya seperti PIK-1, 2,&
3.
Sedangkan AS akan menguasai Aceh Sumatra, Irian, Papua, NTT, NTB, dan TimTim
yang lebih dahulu memisahkan diri dari NKRI. Maka kemungkinan NKRI tinggal nama
seperti Uni Sovyet dulu, jika DPR tidak membantu upaya Prabowo-Purbaya,
merampas aset para konglomerat hitam yang beternat tikus-tikus berdasi dalam
pemerintahan Indonesia.
Masyarakat harus sadar bahwa kekuatan dan ketahanan
Indonesia, jujactetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam prinsip bhineka
tunggal ika. Sedangkan khusus masyarakat Aceh wajib disadari bahwa Aceh
memiliki peran yang sangat besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan
Indonesia. Wilayah ini dikenal sebagai "Daerah Modal" karena
memberikan dukungan finansial, logistik, dan militer yang krusial bagi
kelangsungan Republik Indonesia di awal kemerdekaan, termasuk menyumbang
pesawat Seulawah dan mempertahankan kedaulatan saat agresi militer Belanda.
*Kekuatan bangsa Indonesia terjaga, jika tetap bersatu dalam bingkai
NKRI. Dan dapat dihancurkan oleh penjajah modern berkedok dagang, jika bercerai
berai.*
Selamat HUT Ke- 81 Kemerdekaan Bangsaku 17 Agustus
2026. Bersatu kita teguh, bercerai berai kita runtuh.
Makassar, 17 Agustus 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar