Syukur Alhamdulillah, atas rahmatNYA memberi inspirasi dan bisikan nurani, instuisi, serta gagasan yang tiba-tiba muncul menggerakkan pikiran hamba sehingga bisa menulis. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini dan pandangan politik seorang pendidik, sebagai gambaran kepedulian atas kondisi bangsanya, yang dibangun diatas meja politik transaksional oleh para elit, pimpinan parpol, bersama kelompok pemilik modal (oligarki).
-----
Jum'at, 14 Agustus 2026
Opini
& Pandangan Politik Seorang Pendidik
Kata
Pengantar
Pertama-tama saya mengungkapkan rasa kebahagiaan bathin yang tidak
bisa diukur dengan materi. Syukur Alhamdulillah, atas rahmatNYA memberi inspirasi dan bisikan nurani, instuisi, serta gagasan yang tiba-tiba muncul menggerakkan pikiran hamba sehingga bisa menulis. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini dan pandangan politik seorang pendidik, sebagai gambaran kepedulian atas kondisi bangsanya, yang dibangun diatas meja politik transaksional oleh para elit, pimpinan parpol, bersama kelompok pemilik modal (oligarki). Dan berupaya memberikan
pencerahan kepada publik yang kebanyakan buta politik dapat cerdas membaca
kondisi bangsanya sehingga tidak gampang dipecah belah kaeena semakin melek
politik. Tulisan ini juga diperuntukkan untuk melawan propaganda New Komunis
dan kaum kapitalis, yang menggerakkan para influencer dan buzzer-buzzer bayaran
untuk melemahkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka melancarkan
politik adu domba atau membenturkan antar kelompok tertentu khususnya
kelompok muslim garis lurus.
Buku yang sedang anda baca ini sekedar bacaan ringan bukanlah buku
yang “full” ilmiah hasil penelitian, tetapi kumpulan opini penulis atas
lunturnya moral, integritas, dan etika politik para elit dan pimpinan parpol,
yang rela menggadaikan kedaulatan rakyat dan bangsanya melalui politik transaksional
bersama oligarki, demi kepentingan politik dan kekuasaan dengan menghalalkan
segala cara. Lewat buku ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kesadaran
politik bagi masyaraka luas agar tidak selalu menjadi objek permainan politik
dalam era penjajahan modern sekarang ini, yaitu era politik pecah belah lalu
kuasai (Devide et impera). Sebab praktik sejarah yang paling terkenal dari
taktik ini diterapkan dinusantara oleh kongsi dagang VOC dan pemerintah
colonial Belanda. Mereka mengeksploitasi perbedaan suku, agama, dan budaya
untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan local. Beberapa contoh sejarah, meliputi:
Komplik Kerajaan Mataram: Belanda memanfaatkan intrik internal hingga kerajaan
terbagi menjadi empat wilayah. Perang Makassar: VOC memecah belah dan menaklukkan
Kerajaan Gowa pada tahun 1669. Perang Jawa (Diponegoro): Menggunakan strategi
hasutan dan memanipulasi tokoh-tokoh local.
Hal ini sangat penting dipahami oleh masyarakat agar makin cerdas
membaca politik globalisasi, karena sejarah sepertinya akan terulang, dimana
masyarakat diadu domba untuk menghindari bersatunya kekuatan politik nasional
agar negara industry (pemiik modal/pinjaman) tetap menguasai potensi dan
sumberdaya alam nusantara. Oleh sebab itu, masyarakat sangat perlu disadarkan
agar tidak selalu buta politik, karena kebutaan politik berdampak pada posisi
bangsa Indonesia yang selalu dikuasai oleh simtem kapitalisme. Buku ini juga
banyak terinspirasi dari upaya melawan dan membungkam narasi atau konten
negative yang sengaja digiring oleh para influencer dan buzzer-buzer di
berbagai platform median social, yaitu aplikasi atau situs web berbasis digital
yang memfasilitasi pembuatan, berbagai konten (teks, foto, vodeo), dan
interaksi social..
Untuk itu, ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak
yang telah berpartisipasi dalam penerbitan buku ini. Dan ucapan terimakasih
khusus kepada teman-teman media baik media cetak maupun media online, yang
telah menerbitkan opini-opini penulis yang terangkum dalam buku yang berjudul “Opini
& Pandangan Politik Seorang Pendidik.”
Seoga buku ini dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan tentang
hukum dan politik dengan tetap mengingat ”Tak ada gading yang tak retak, tak
ada manusia yang sempurna.” Yang
berarti, segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya dan setiap
kita pasti pernah melakukan kesalahan.
Penulis,
Drs. Achmad Ramli
Karim, S.H., M.H
Daftar Isi
1. Demokrasi
Pancasila Solusi Dari Demokrasi Liberal & Syariat Islam.. 1
2. Pelanggaran
Pemilu Dan Asas Legalitas Hukum Pidana ……………. 6
3. Jangan
Jadikan Agama Musuh Politik Dalam Moderasi Beragama … 10
4. Imperealisme
& Kapitalisme Tidak Sesuai Amanat UUD 1945 …….. 13
5. Hikmat
Kebijaksanaan Asas Keputusan Politik Bukan Transaksi ……17
6. Politik Dagang Sapi Merobohkan Nasionalisme Pribumi …………… 21
7. Penyelesaian
Pelanggaran Pilkada Tidak Bisa Efektif Karena UU……25
8. Politik
Bebas Aktif Benteng Pertahanan Kedaulatan Negara………… 30
9. Pemerintahan
Berlandaskan Ketuhanan YME Bukan Sekularisme……35
10. Umat
Islam Bagaikan Buih Diatas Air Bah Imprealisme ……….……39
11. Parpol Menggadaikan Kedaulatan Dalam Transaksi Politik………… 43
12. Membungkam Informasi Menjaga Legitimasi Kekuasaan…………… 47
13. Intervensi Asing Menjadi Rintangan Persatuan & Kesatuan………… 51
14. Rapuhnya Moralitas Pemimpin Merobohkan Etika Publik………........55
15. Ketika Pemimpin Diuji Bagai Makan Buah Simalakama…………….. 59
16. Kontra Opini & Black Campaign Senjata Kapitalisme………………… 62
17. Ibarat Semut Lumpuhkan Lawan Dari Bawah Tanah…………. ……….66
18. Iman & Ilmu Disandingkan Dalam Putusan Politik……………………
73
19. Perbedaan
Penafsiran & Disharmoni Perjanjian Helsinki …………….. 76
20. Hukum & Moral Tidak Boleh Rapuh Karena Kapitalisme…………….
80
21. King Maker Capres Jalur
Sutra Dan Demokrasi………..………………. 85
22. Attitude Pejabat Yang Harus Diperbaiki Bukan Regulasi………………. 89
23. Kebijakan
De Islamisasi Untuk Meraih Simpati Oligarki ………………. 92
24. Sekulerisme
Syarat Tersirat Perjanjian Antar Bangsa ……………………94
25. Oligarki Mengubur Pancasila & Karakter Bangsa...……………………. . 99
26. Waspadai Operasi Hitam New Komunis
& Gerakan Islamofobia …….. 104
27. Prabowo
Tersandera Dalam Trasaksi Politik Oligarki …………………. 108
28. Cost Politik Penyebab Suburnya Budaya Korupsi ………………………. 112
29. Konsesi Media Investasi & Ancaman Penjajahan Modern ………………. 115
30. Kedaulatan Ekonomi Terpasung Sabotase Dalam Selimut ………………. 120
31. Politik Identitas Senjata Devide et Invera …………………………………125
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar