Translate

Kamis, 13 Agustus 2026

BUKU: Opini & Pandangan Politik Seorang Pendidik

 

Syukur Alhamdulillah,  atas rahmatNYA memberi inspirasi dan bisikan nurani, instuisi, serta gagasan yang tiba-tiba muncul menggerakkan pikiran hamba sehingga bisa menulis. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini dan pandangan politik seorang pendidik, sebagai gambaran kepedulian atas kondisi bangsanya, yang dibangun diatas meja politik transaksional oleh para elit, pimpinan parpol, bersama kelompok pemilik modal (oligarki).


-----

Jum'at, 14 Agustus 2026


Opini & Pandangan Politik Seorang Pendidik

 

Kata Pengantar

 

Pertama-tama saya mengungkapkan rasa kebahagiaan bathin yang tidak bisa diukur dengan materi. Syukur Alhamdulillah,  atas rahmatNYA memberi inspirasi dan bisikan nurani, instuisi, serta gagasan yang tiba-tiba muncul menggerakkan pikiran hamba sehingga bisa menulis. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini dan pandangan politik seorang pendidik, sebagai gambaran kepedulian atas kondisi bangsanya, yang dibangun diatas meja politik transaksional oleh para elit, pimpinan parpol, bersama kelompok pemilik modal (oligarki). Dan berupaya memberikan pencerahan kepada publik yang kebanyakan buta politik dapat cerdas membaca kondisi bangsanya sehingga tidak gampang dipecah belah kaeena semakin melek politik. Tulisan ini juga diperuntukkan untuk melawan propaganda New Komunis dan kaum kapitalis, yang menggerakkan para influencer dan buzzer-buzzer bayaran untuk melemahkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka melancarkan politik adu domba atau membenturkan antar kelompok tertentu khususnya kelompok  muslim garis lurus.

Buku yang sedang anda baca ini sekedar bacaan ringan bukanlah buku yang “full” ilmiah hasil penelitian, tetapi kumpulan opini penulis atas lunturnya moral, integritas, dan etika politik para elit dan pimpinan parpol, yang rela menggadaikan kedaulatan rakyat dan bangsanya melalui politik transaksional bersama oligarki, demi kepentingan politik dan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Lewat buku ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kesadaran politik bagi masyaraka luas agar tidak selalu menjadi objek permainan politik dalam era penjajahan modern sekarang ini, yaitu era politik pecah belah lalu kuasai (Devide et impera). Sebab praktik sejarah yang paling terkenal dari taktik ini diterapkan dinusantara oleh kongsi dagang VOC dan pemerintah colonial Belanda. Mereka mengeksploitasi perbedaan suku, agama, dan budaya untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan local. Beberapa contoh sejarah, meliputi: Komplik Kerajaan Mataram: Belanda memanfaatkan intrik internal hingga kerajaan terbagi menjadi empat wilayah. Perang Makassar: VOC memecah belah dan menaklukkan Kerajaan Gowa pada tahun 1669. Perang Jawa (Diponegoro): Menggunakan strategi hasutan dan memanipulasi tokoh-tokoh local.

Hal ini sangat penting dipahami oleh masyarakat agar makin cerdas membaca politik globalisasi, karena sejarah sepertinya akan terulang, dimana masyarakat diadu domba untuk menghindari bersatunya kekuatan politik nasional agar negara industry (pemiik modal/pinjaman) tetap menguasai potensi dan sumberdaya alam nusantara. Oleh sebab itu, masyarakat sangat perlu disadarkan agar tidak selalu buta politik, karena kebutaan politik berdampak pada posisi bangsa Indonesia yang selalu dikuasai oleh simtem kapitalisme. Buku ini juga banyak terinspirasi dari upaya melawan dan membungkam narasi atau konten negative yang sengaja digiring oleh para influencer dan buzzer-buzer di berbagai platform median social, yaitu aplikasi atau situs web berbasis digital yang memfasilitasi pembuatan, berbagai konten (teks, foto, vodeo), dan interaksi social..

Untuk itu, ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penerbitan buku ini. Dan ucapan terimakasih khusus kepada teman-teman media baik media cetak maupun media online, yang telah menerbitkan opini-opini penulis yang terangkum dalam buku yang berjudul “Opini & Pandangan Politik Seorang Pendidik.”

Seoga buku ini dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan tentang hukum dan politik dengan tetap mengingat ”Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna.”  Yang berarti, segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya dan setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan.

 

Penulis,

 

Drs. Achmad Ramli Karim, S.H., M.H

  

 

 Daftar Isi

 

 

1. Demokrasi Pancasila Solusi Dari Demokrasi Liberal & Syariat Islam.. 1

2. Pelanggaran Pemilu Dan Asas Legalitas Hukum Pidana …………….  6

3. Jangan Jadikan Agama Musuh Politik Dalam Moderasi Beragama … 10

4. Imperealisme & Kapitalisme Tidak Sesuai Amanat UUD 1945 …….. 13

5. Hikmat Kebijaksanaan Asas Keputusan Politik Bukan Transaksi ……17

6. Politik Dagang Sapi Merobohkan Nasionalisme Pribumi …………… 21

7. Penyelesaian Pelanggaran Pilkada Tidak Bisa Efektif Karena UU……25

8. Politik Bebas Aktif Benteng Pertahanan Kedaulatan Negara………… 30

9. Pemerintahan Berlandaskan Ketuhanan YME Bukan Sekularisme……35

10. Umat Islam Bagaikan Buih Diatas Air Bah Imprealisme ……….……39

11. Parpol Menggadaikan Kedaulatan Dalam Transaksi Politik…………  43

12. Membungkam Informasi Menjaga Legitimasi Kekuasaan…………… 47

13. Intervensi Asing Menjadi Rintangan Persatuan & Kesatuan…………  51

14. Rapuhnya Moralitas Pemimpin Merobohkan Etika Publik………........55

15. Ketika Pemimpin Diuji Bagai Makan Buah Simalakama…………….. 59

16. Kontra Opini & Black Campaign Senjata Kapitalisme………………… 62

17. Ibarat Semut Lumpuhkan Lawan Dari Bawah Tanah…………. ……….66

18. Iman & Ilmu Disandingkan Dalam Putusan Politik……………………  73

19. Perbedaan Penafsiran & Disharmoni Perjanjian Helsinki ……………..  76

20. Hukum & Moral Tidak Boleh Rapuh Karena Kapitalisme…………….   80

21. King Maker Capres Jalur Sutra Dan Demokrasi………..……………….  85

22. Attitude Pejabat Yang Harus Diperbaiki Bukan Regulasi………………. 89

23. Kebijakan De Islamisasi Untuk Meraih Simpati Oligarki ………………. 92

24. Sekulerisme Syarat Tersirat Perjanjian Antar Bangsa ……………………94

25. Oligarki Mengubur Pancasila & Karakter Bangsa...……………………. . 99

26. Waspadai Operasi Hitam New Komunis & Gerakan Islamofobia ……..  104

27. Prabowo Tersandera Dalam Trasaksi Politik Oligarki ………………….  108

28. Cost Politik Penyebab Suburnya Budaya Korupsi ………………………. 112

29. Konsesi Media Investasi & Ancaman Penjajahan Modern ………………. 115

30. Kedaulatan Ekonomi Terpasung Sabotase Dalam Selimut ………………. 120

31. Politik Identitas Senjata Devide et Invera …………………………………125

.                                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar