Muhammadiyah dan NU sebagai Ormas terbesar yang turut serta berperan melahirkan dan membentuk pundasi NKRI, sudah sepatutnya menjadi pengendali social dan politik demi menjaga dan merawat keutuhan bangsa serta mencegah terjadinya disintergasi bangsa.
-----
Jum'at, 31 Juli 2026
Muhammadiyah
Menjaga & Merawat Keutuhan Bangsa
Kata Pengantar
Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan
pertolongan Allah SWT, buku ini dapat disusun dari beberapa tulisan opini dan
pandangan seorang kader sebagai wujud cinta pada persyarikatan Muhammadiyah.
Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini, yang merupakan gambaran
kepedulian penulis dalam membangun nasionalisme dan integritas public, serta
memberikan pencerahan agar masyarakat umum terhindar dari upaya perpecahan
antar kelompok yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Tulisan ini juga
diperuntukkan untuk melawan propaganda para influencer dan buzzer-buzzer yang
dimanfaatkan oleh kaum kapitalis untuk melemahkan kekuatan persatuandan
kesatuan bangsa.
Mencermati kondisi ekonomi dan politik dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara sepuluh tahun terakhir di era pemerintahan
Jokowi, sepertinya sistem pemerintahan Indonesia tidak lagi bertumpu pada
pembagian kekuasaan negara dalam tiga bidang, yaitu “Trias Politica” adalah
konsep pemisahan kekuasaan negara kedalam tiga lembaga utama. Yaitu
legislative, eksekutif, dan yudikatif, Akan tetapi mengarah kepada kekuasaan
absolut yang menjadikan Presiden sebagai “Raja Jawa dari kekuatan Oligarki.”
Sedankan legislative dan yudikatif berada dibawah kendali koalisi Parpol
melalui kontrak politik (politik transaksional). Sementara konsep trias
politika dalam pemisahan kekuasaan tersebut,
untuk terjadinya mencegah kekuasaan absolut.
Dan mengamati beberapa proyek kerusuhan sejak
Agustus 2025 yang diduga dirancang oleh para influencer dan buzzer-buzzer
oligarki, sesungguhnya Indonesia berada dalam ancaman disintegrasi bangsa,
Sebab kaum kapitalis atau pemilik modal (negara industry) tidak dapat menguasai
potensi dan sumber daya alam jika Indonesia tidak dipecah belah menjadi
negara-negara kecil. Secara
historis strategi politik devide et
imrpera akan terulang kembali, seperti strategi VOC dan Belanda utuk dapat
menguasai Nusantar selama 350 tahun lalu..
Demikian juga bangkitnya ideology komunis dan sekulerisme dalam segala
aspek kehidupan sosial termasuk bidang pendidikan dan kehidupan beragama,
adalah tantangan terberat bagi segenap bangsa dalam mempertahankan kultur dan
peradaban bangsa diera modern sekarang ini. Selain kaena faktor globalisasi dan
akulturasi budaya sebagai dampak dari perkembangan IPTEK, adalah juga
disebabkan oleh terjadinya kontrak politik antara elit politik, pimpinan parpol
bersama pemilik modal (politik transaksional). Yaitu kontrak politik yang
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan mengubur etika publik dan
nilai-niai moral bangsa (Charackter building).
Oleh sebab itu Muhammadiyah dan NU sebagai
Ormas terbesar yang turut serta berperan melahirkan dan membentuk pundasi NKRI,
sudah sepatutnya menjadi pengendali social dan politik demi menjaga dan merawat
keutuhan bangsa serta mencegah terjadinya disintergasi bangsa. Sebab target
utama kaum kapitalis (negara industry) untuk dapat menguasai potensi dan sumber
daya alam Indonesia. Dan hal itu hanya bisa dicapai jika Bangsa Indonesia
dipecah belah menjadi negara-negara kecil, seperti strategi “politik devide et
imrpera” VOC dan Belanda utuk dapat menguasai Nusantar selama 350 tahun dimasa
imperealisme dan kolonialisme lalu.
Buku yang sedang anda baca ini denga judu “Muhammadiyah
Menjaga & Merawat Keutuhan Bangsa” sekedar bacaan ringan bukanlah
buku yang “full” ilmiah hasil penelitian, tetapi uraian opini dan pandangan
penulis sebagai seorang kader persyarikatan “ Buku ini diharapkan menjadi bahan
bacaan menambah wawasan dan sumber inspirasi dalam membangkitkan ruhul jihad
Muhammadiyan, khususnya bagi anggota persyarikatan agar mampu menjadi control
social politik. Muhammadiyah sebagai pranata social diharapkan menjadi salah
satu elemen pengendali menjadi social politik, dalam menjaga dan merawat
keutuhan bangsa dan mencegah disintegrasi bangsa. Kontrol sosial politik adalah cara dan
pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat atau pemerintah untuk mengatur
perilaku, menjaga aturan, serta mengawasi kekuasaan agar berjalan sesuai nilai
yang ada.
Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada
pemerintah serta Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayan dan Pimpinaan Daerah
Muhammadiyah, atas sinergitas dalam mengembangkan program kegiatan dana mal
usaha Muhammadiyah. Lebih khusus ucapan terimakasih kepada Kakanda Ketua Korwil
IKA IPM Provinsi Sul-Sel DR. H. Ashabul Kahfi, M.Ag, atas pendampingan dan
pemberdayaan para alumni IPM Sul-Sel melalui berbagai kegiatan social dan
pengembagan kompetensi alumni.
Seoga buku ini dapat memberi manfaat dalam
khzanah bacaan dan memberi manfaat bagi orang-orang disekitar. Aamiin….
Penulis,
Drs. Achmad Ramli Karim, SH.,MH
Daftar
Isi
1. Muhammadiyah Patut Menjadi Kontrol Sosial Politik… 1
2. PP Muhammadiyah Perlu Introspeksi Diri Dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar… 4
3. Kembalikan Ruhul Jihad Muhammadiyah… 9
4. Kepeloporan Muhammadiyah Mewujudkan Pendidikan Berkemajuan 12
5. Giatkan Kembali
Pengkaderan IPM Di Gowa Sulsel………………… 18
6. Pemuda Muhammadiyah Lokomotif KNPI Gowa…………………… 29
7. Pemuda Muhammadiyah Sudah Kehilangan Jati Diri………………… 33
..
8. 62 Tahun Merajuk Karya Berdayakan Pelajar Pancasilais………….. 36
9. G30S/PKI Melatarbelakangi KOKAM Pemuda Muhammadiyah…... 39
10. Memisahkan Agama Dan Politik Lahirkan Sikap Sekularisme…….. 45
11. Jangan Jadikan Agama Sebagai Musuh Politik……………………... 47
12. AMM
Harus Mampu Analisis Kondisi Dan Melek Politik………… 49
13. PP 28 Dapat Melegalkan Sex Bebas Dikalangan
Pelajar ………….. 52
14. Aturan Paskibraka Lepas Jilbab Pelanggaran Konstitusi …………… 55
15. 59 Tahun KOKAM Bersama TNI Merawat
NKRI ………………… 58
16. Umat Islam Bagaikan Buih Diatas Air Bah Imprealisme ……………62
17. Barat Takut Khilafah Awal Kebangkitan Politik Islam…………..… 66
18. Jalin Sinergitas Diaspora KaderMu Bangun Etika Publik………..… 71
19. Dunia Mengusung Kedzaliman Mengubur Kebenaran…………….. 76
20. Kenapa Singa Allah Berasal Dari Muallaf………………………… 78
21. Ulama Harus Berani Melawan Gerakan Sekulerisme…………….....82
22. Muhammadiyah Lebih Moderat Dari Paham Wahabi……………... 87
23. HALAL Label Hak Asasi & Konstitusi Indonesi………………….. 91
24. KH Ahmad Dahlan Pencetus Pendidikan Karakter………………... 95
25. Pemisahan Agama Dari
Politik Melahirkan Pemimpin
Amoral…... 99
Tidak ada komentar:
Posting Komentar