Translate

Kamis, 30 Juli 2026

BUKU: Muhammadiyah Menjaga & Merawat Keutuhan Bangsa

 

Muhammadiyah dan NU sebagai Ormas terbesar yang turut serta berperan melahirkan dan membentuk pundasi NKRI, sudah sepatutnya menjadi pengendali social dan politik demi menjaga dan merawat keutuhan bangsa serta mencegah terjadinya disintergasi bangsa.




-----

Jum'at, 31 Juli 2026



Muhammadiyah Menjaga & Merawat Keutuhan Bangsa

 

Kata Pengantar

 

Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan pertolongan Allah SWT, buku ini dapat disusun dari beberapa tulisan opini dan pandangan seorang kader sebagai wujud cinta pada persyarikatan Muhammadiyah. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini, yang merupakan gambaran kepedulian penulis dalam membangun nasionalisme dan integritas public, serta memberikan pencerahan agar masyarakat umum terhindar dari upaya perpecahan antar kelompok yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Tulisan ini juga diperuntukkan untuk melawan propaganda para influencer dan buzzer-buzzer yang dimanfaatkan oleh kaum kapitalis untuk melemahkan kekuatan persatuandan kesatuan bangsa.

Mencermati kondisi ekonomi dan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sepuluh tahun terakhir di era pemerintahan Jokowi, sepertinya sistem pemerintahan Indonesia tidak lagi bertumpu pada pembagian kekuasaan negara dalam tiga bidang, yaitu “Trias Politica” adalah konsep pemisahan kekuasaan negara kedalam tiga lembaga utama. Yaitu legislative, eksekutif, dan yudikatif, Akan tetapi mengarah kepada kekuasaan absolut yang menjadikan Presiden sebagai “Raja Jawa dari kekuatan Oligarki.” Sedankan legislative dan yudikatif berada dibawah kendali koalisi Parpol melalui kontrak politik (politik transaksional). Sementara konsep trias politika dalam pemisahan kekuasaan tersebut,  untuk terjadinya mencegah kekuasaan absolut.

Dan mengamati beberapa proyek kerusuhan sejak Agustus 2025 yang diduga dirancang oleh para influencer dan buzzer-buzzer oligarki, sesungguhnya Indonesia berada dalam ancaman disintegrasi bangsa, Sebab kaum kapitalis atau pemilik modal (negara industry) tidak dapat menguasai potensi dan sumber daya alam jika Indonesia tidak dipecah belah menjadi negara-negara kecil.  Secara historis  strategi politik devide et imrpera akan terulang kembali, seperti strategi VOC dan Belanda utuk dapat menguasai Nusantar selama 350 tahun lalu..  Demikian juga bangkitnya ideology komunis dan sekulerisme dalam segala aspek kehidupan sosial termasuk bidang pendidikan dan kehidupan beragama, adalah tantangan terberat bagi segenap bangsa dalam mempertahankan kultur dan peradaban bangsa diera modern sekarang ini. Selain kaena faktor globalisasi dan akulturasi budaya sebagai dampak dari perkembangan IPTEK, adalah juga disebabkan oleh terjadinya kontrak politik antara elit politik, pimpinan parpol bersama pemilik modal (politik transaksional). Yaitu kontrak politik yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan mengubur etika publik dan nilai-niai moral bangsa (Charackter building).

Oleh sebab itu Muhammadiyah dan NU sebagai Ormas terbesar yang turut serta berperan melahirkan dan membentuk pundasi NKRI, sudah sepatutnya menjadi pengendali social dan politik demi menjaga dan merawat keutuhan bangsa serta mencegah terjadinya disintergasi bangsa. Sebab target utama kaum kapitalis (negara industry) untuk dapat menguasai potensi dan sumber daya alam Indonesia. Dan hal itu hanya bisa dicapai jika Bangsa Indonesia dipecah belah menjadi negara-negara kecil, seperti strategi “politik devide et imrpera” VOC dan Belanda utuk dapat menguasai Nusantar selama 350 tahun dimasa imperealisme dan  kolonialisme lalu.

Buku yang sedang anda baca ini denga judu “Muhammadiyah Menjaga & Merawat Keutuhan Bangsa” sekedar bacaan ringan bukanlah buku yang “full” ilmiah hasil penelitian, tetapi uraian opini dan pandangan penulis sebagai seorang kader persyarikatan “ Buku ini diharapkan menjadi bahan bacaan menambah wawasan dan sumber inspirasi dalam membangkitkan ruhul jihad Muhammadiyan, khususnya bagi anggota persyarikatan agar mampu menjadi control social politik. Muhammadiyah sebagai pranata social diharapkan menjadi salah satu elemen pengendali menjadi social politik, dalam menjaga dan merawat keutuhan bangsa dan mencegah disintegrasi bangsa.  Kontrol sosial politik adalah cara dan pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat atau pemerintah untuk mengatur perilaku, menjaga aturan, serta mengawasi kekuasaan agar berjalan sesuai nilai yang ada.

Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pemerintah serta Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayan dan Pimpinaan Daerah Muhammadiyah, atas sinergitas dalam mengembangkan program kegiatan dana mal usaha Muhammadiyah. Lebih khusus ucapan terimakasih kepada Kakanda Ketua Korwil IKA IPM Provinsi Sul-Sel DR. H. Ashabul Kahfi, M.Ag, atas pendampingan dan pemberdayaan para alumni IPM Sul-Sel melalui berbagai kegiatan social dan pengembagan kompetensi alumni.

Seoga buku ini dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan dan memberi manfaat bagi orang-orang disekitar. Aamiin….

Penulis,

 

Drs. Achmad Ramli Karim, SH.,MH

 

Daftar Isi

 

 

 

1. Muhammadiyah Patut Menjadi Kontrol Sosial Politik  1

 

2. PP Muhammadiyah Perlu Introspeksi Diri Dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar 4

3. Kembalikan Ruhul Jihad Muhammadiyah 9

4. Kepeloporan Muhammadiyah Mewujudkan Pendidikan Berkemajuan 12

5. Giatkan Kembali Pengkaderan IPM Di Gowa Sulsel………………… 18

6. Pemuda Muhammadiyah Lokomotif KNPI Gowa…………………… 29

7. Pemuda Muhammadiyah Sudah Kehilangan Jati Diri………………… 33

 ..

8. 62 Tahun Merajuk Karya Berdayakan Pelajar Pancasilais…………..  36

 

9. G30S/PKI Melatarbelakangi KOKAM Pemuda Muhammadiyah…...  39

 

10. Memisahkan Agama Dan Politik Lahirkan Sikap Sekularisme…….. 45

11. Jangan Jadikan Agama Sebagai Musuh Politik……………………... 47

12. AMM Harus Mampu Analisis Kondisi Dan Melek Politik…………  49

13. PP 28 Dapat Melegalkan Sex Bebas Dikalangan Pelajar …………..  52

14. Aturan Paskibraka Lepas Jilbab Pelanggaran Konstitusi …………… 55

 

15. 59 Tahun KOKAM Bersama TNI Merawat  NKRI ………………… 58

 

16. Umat Islam Bagaikan Buih Diatas Air Bah Imprealisme ……………62 

17. Barat Takut Khilafah Awal Kebangkitan Politik Islam…………..…  66

18. Jalin Sinergitas Diaspora KaderMu Bangun Etika Publik………..…  71

19. Dunia Mengusung Kedzaliman Mengubur Kebenaran……………..  76

 

20. Kenapa Singa Allah Berasal Dari Muallaf…………………………  78

 

21. Ulama Harus Berani Melawan Gerakan Sekulerisme…………….....82

22. Muhammadiyah Lebih Moderat Dari Paham Wahabi……………...  87

 

23. HALAL Label Hak Asasi & Konstitusi Indonesi…………………..  91

 

24. KH Ahmad Dahlan Pencetus Pendidikan Karakter………………...  95

25. Pemisahan Agama Dari  Politik  Melahirkan Pemimpin Amoral…... 99

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar