Buku yang sedang anda baca ini yang berjudul “Menakar Integritas Dengan Hukum & Kekuasaan” menggambarkan bagaimana pejabat public menjaga dan mempertahankan integritasnya dalam memjalankan hukum dan pemerintahan, ditengah-tengah pengaruh pendekatan transaksi kepentingan oleh kaum kapitalis. Menakar integritas adalah proses mengukur atau menilai kejujuran, konsistensi, serta keselarasan antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan seseorang atau lembaga berdasarkan nilai moral dan etika yang benar.
-----
Senin, 11 Agustus 2026
Menakar Integritas
Dengan Hukum & Kekuasaan
Kata Pengantar
Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan pertolongan Allah SWT, buku ini
dapat disusun dan dipersembahkan kepada khalayak (audiens), sebagai refernsi
atau bahan literasi untuk menngkatkan kemampuan membaca, memahami informasi,
dan berpikir kritis. Tulisan dalam buku ini merupakan kumpulan dari beberapa
pandangan hukum dan politik penulis sebagai
seorang pendidik, yang merupakan gambaran kepedulian penulis untuk
memberikan pencerahan kepada publik dalam membangun nasionalisme dan integritas
pribadi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengedepankan sifat jujur
yang utuh yang menunjukkan keselarasan antara ucapan, keyakinan, dan tindakan.
Karena orang yang berintegritas tinggi selalu bertindak benar secara konsisten,
bahkan saat tidak ada orang yang melihat atau saat menghadapi situasi sulitpun.
Integritas adalah nilai dasar kejujuran dan tanggung jawab. Hukum adalah aturan
resmi yang mengatur kehidupan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengatur atau
memerintah. Ketiganya harus berjalan bersama agar negara tetap adil dan bersih
dari korupsi. Kekuasaan tanpa integritas dan hukum akan berubah menjadi
sewenang-wenang.
. Buku yang sedang anda baca ini yang berjudul “Menakar
Integritas Dengan Hukum & Kekuasaan” menggambarkan bagaimana
pejabat public menjaga dan mempertahankan integritasnya dalam memjalankan hukum
dan pemerintahan, ditengah-tengah pengaruh pendekatan transaksi kepentingan oleh kaum
kapitalis. Menakar integritas adalah proses mengukur atau menilai kejujuran,
konsistensi, serta keselarasan antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan
seseorang atau lembaga berdasarkan nilai moral dan etika yang benar. Sebab
sekarang 2 (dua) kekuatan global (AS-RRT) mempengaruhi system politik, hukum,
dan pemerintahan Indonesia, demi memperebutkan potensi dan SDA nusantara dengan
membawa pengaruh ideologi sekuler dan ideologi komunis. Tulisan dalam buku ini
penulis gunakan sebagai media “Dakwah
bil-qalam”, dalam melawan propaganda kaum kapitalis bersama kelompok anti
islam (islamophobia) dan New Komunis yang ingin menanamkan paham sekulerisme di
Nusantara. Sebab kondisi politik nasional, menggambarkan mereka telah bersatu
memanfaatkan para influencer dan buzzer-buzzer politik untuk melemahkan
kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Tujuannya: agar bangsa Indonesia tetap
dapat dikuasai dan dikendalikan dengan memecah belah melalui politik Devide et
invera.. Seperti kekuatan kapitalis dan kolonialisme (VOC-Belanda) dalam
menguasai perdagangan dan hasil bumi Nusantara dimasa lalu.
Demikian jugasejarah kedikjayaan PKI yang didukung dan dibesarkan oleh
Partai Komunis Tiongko (RRT), mencatat karena pendekatan uang, materi, dan
kepentingan kekuasaan terpaksa menghianati bangsanya. Banyaknya umat islam
terperangkap dalam ikatan poitik PKI dimasa lalu karena pendekatan uang dan
materi (Bansos), sejarah ini sepertintya akan teruang kembali dengan
keluarnya Keputusan Presiden Nomor 17
Tahu 2022 tentang pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM
Berat Masa Lalu. Dimana Kepres ini dijadikan oleh keturunan PKI sebagai dasar
huu pemulihan nama baik dan berhak mendapatkan santunan atau ganti rugi.
Sejarah pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia mencakup dua
peristiwa besar: pemberontakan Madiun 1948 dan Gerakan 30 September (G30S)
1965. Kedua gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan
mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis. Di Indonesia, paham
komunisme dilarang secara hukum berdasarkan TAP MPRS No. XXV/1966 dan
Undang-Undang No. 27 Tahun 1999, karena mau merubah konstelasi politik dalam
negeri dan dianggap bertentangan dengan Pancasila. Sedangkan Ideologi sekuler
adalah pandangan hidup yang memisahkan urusan agama dari urusan politik. Inti
dari paham ini mencakup pemisahan kekuasaan, pengutamaan akal, dan persamaan
hak. Prinsip utamanya adalah pemisahan lembaga negara dengan agama, dan
berjalan di jalur yang berbeda. Sekulerisme mempromosikan moderasi beragama,
dimana kebebasan berkeyakinan dipandan sama kebenarannya dan dijamin oleh
negara. Berpedoman pada basis nalar, yaitu keputusan publik memakai akal dan
ilmu, bukan dogma agama.
Buku ini, dimaksudkan sebagai bagian dari dakwah lewat tulisan (dakwah
bil-qalam), untuk membangun moral, integritas, dan etika publik bagi generasi
muda calon elit politik dan calon pemimpin bangsa masa depan. Agar tidak sampai
hati menggadaikan kedaulatan bangsa dan nasionalismenya dengan menghalalkan
segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompok. Buku ini banyak terinspirasi
dari upaya melawan dan membungkam narasi atau konten negative yang sengaja
digiring oleh para influencer dan buzzer-buzer bayaran di berbagai platform
median social, yaitu aplikasi atau situs web berbasis digital yang
memfasilitasi pembuatan, berbagai konten (teks, foto, vodeo), dan interaksi
social. Lewat buku ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kesadaran
politik bagi masyaraka luas agar tidak selalu menjadi objek permainan politik
dalam era penjajahan modern sekarang ini, yaitu politik pecah belah lau kuasai
(Devide et impera) oleh pemilik modal bersama kelompok kecil yang berkuasa
(oligarki). Hal ini sangat penting dipahami oleh masyarakat agar makin cerdas
membaca politik globalisasi (kapitaisme), karena sejara akan terulang, dimana
masyarakat diadu domba untuk menghindari bersatunya kekuatan politik nasional agar
negara industry bersama pemiik modal
(swasta) tetap menguasai pangsa pasar dan sumberdaya alam nusantara. Oleh
karena itu, masyarakat sangat perlu disadarkan agar tidak selalu buta politik,
sebab hal yang paling menyengsarakan bagi bangsa Indonesia, adalah kebodohan
dan buta politik yang dimiliki kebanyakan rakyat.
Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi motovasi,
atensi dan apresiasinya atas penerbitan buku ini, serta terimakasih khusus
kepada sahabat media baik media cetak ataupun online yang telah menerbitkan
beberapa tulisan (opini) ini melalui medianya. Semoga buku ini dapat memberi
manfaat dalam khzanah bacaan tentang hukum dan politik dengan tetap mengingat
”Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna.” Yang berarti, segala sesuatu tidak ada yang
sempurna, pasti ada cacatnya dan setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan.
Namun begitu, kita harus senantiasa bersyukur, selalu belajar dari kesalahan
dan bangkit dari kegagalan. Bagaimanapun diri kita, jadiah orang-orang yang baik yang memberi manfaat bagi
orang-orang disekitar.
Penulis,
Drs. Achmad Ramli
K, S.H., M.H
Daftar Isi
1. Politik Traksaksional Diatas panggung Demokrasi ………………… 1
2. Peradilan Agama Khusus Untuk Muslim …………………………… 6
3. Pilkada
Langsung Bertentangan Asas Musyawarah Mufakat ……… 11
4. Kecurangan Pilpres 2024 Berpotensi Berulang Pada Pilkada Serentak 15
5. Kecerdasan Agus Salim Membungkam Mulut Islamophobia ………. 17
6. Kecerdikan Purbaya Potensi Penyelamatan Keuangan Negara ……… 21
7. Idealisme Purbaya Amanah Konstitusi & Harapan Publik ………….. 25
8. Dibutuhkan
Sikap Patriotisme Melawan Kezaliman ………………….. 29
9. Kemampuan Membaca Tanda-Tanda Akhir Zaman …………………. 33
10. Ketidak
Adilan Tersembunyi Dibalik Meja DPR
……………………………. 40
11. Tanggapan
Klarifikasi Taman Nasional Tesso Nilo………………… 45
12. Penetapan Bencana Nasional Menyelamatkan Ilegal Logging ……… 50
13. Said Didu Ingin Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat ……………… 53
14. KPK
Lumpuh Butuh Strong and Sustainable Commitment………….. 56
15. Ketika Ambisi Kekuasaan Melepas Etika Publik ………….................
62
16. Pejabat Tidak Tegas Pintu Korupsi & Kebocoran Negara …………….66
17. Sariba Tiro Dieksekusi Tapi Tidak Terima Hak Veteran …………….. 69
18. Oligarki Mengendalikan Politik DPR Lebih Baik Bubar ……………..73
19. CCTV
Pengawasan Pejabat Publik Tidak
Berfungsi ………………………….
77
20. Hilangnya
Giroh Idealisme diantara Godaan Pragmatisme …………. 81
21. Tawaran Iran Perkuat Pertahanan & Kemandirian Industri …. 85
22. Patuhi Syarat Sah Berlakunya Perjanjian Bilateral …..………………. 89
23. Syiah Kekuatan Revolusioner Anti Tatanan Barat ……………………. 94
24. Efek Domino Jika Prabowo Mengakui Negara Israel …………………. 99
25. Indonesia
Seharusnya Konsisten Pada Gerakan Non Blok ……………….. 107
26. Indonesia Masuk Perangkap BoP Melegitimasi Israel ………........... 111
27. Palestina
Pemantik Kedaulatan Indonesia Di Dunia Arab ….………. 115
28. Peluang
Indonesia Bangkit Melepaskan Hegemoni Barat & Cina .…..119
29. Aliansi
Bersama Negara Teluk Akhiri Hegemoni Amerika ………….124
30. Belajar
Dari Kemandirian Iran Membangun Potensi Ketahanan ……..128
31. Invasi
AS Untuk Menguasai Perdagangan & Sumber Energi ………. .133
32. AS
Takut Perang & Gagal Menang Di Meja Perundingan ………….. 137
33. Islamopobia Dibalik Agresi Dilawan Dengan Patriotisme ………….. 141
34. Propaganda
Barat Lumpuh Dihadapan Repoblik Islam Iran ………… 144
35. Politik Traksaksional Diatas panggung Demokrasi……………………147
36. Geopolitik
Bukan Berati Menggadaikan Kedaulatan Negara ………. 150
37. Refleksi
Peran Pendidikan & Perjuangan Ki Hajar Dewantara ……… 154
38. Hari
Lahir Pancasila Momen Refleksi Moral Bagi Elit Politik……….. 156
39. Ulama
Tertidur Elit Politik Gagal Moral ………………………………160
40. Politisi
Gadaikan Nasionalisme Demi Barter Kepentingan ……………162
41. Utang
China Jebakan Geopolitik Menguasai Nusantara ……………… 166
42. Ketika
Mafia Dagang Bertransformasi Menjadi Penguasa …………….169
43. Proyek
Islamofobia Menggiring Opini & Fitnah ………………………174
44. Negara
Kehilangan Arah Karena Keserakahan Elit Politik ……………176
45. Tanpa
Keadilan Kekuasaan Merampok Dilegalkan ……………………178
46. Prabowo
Digoyang Oligarki Takut Kandidatnya Kalah 2029 ………….183
47. Siri'
na Pacce Falsafah Hidup Suku Makassar ………………………… 186
48. Prabowo
Sudah Berani Bersihkan Jebakan Batman ……………………192
49. Intelektualitas
Tanpa Integritas Ancaman Degradasi Moral …………. 196
50. HOS
Tjokroaminoto: Pandangan Islam Tentang Sosialisme & Kapitaliame 199
51. Ketegasan
Prabowo Bongkar Benteng Pertahanan Oligarki ……….………. 204
52. Kekuatan
Oligarki Di DPR Rintangan Terberat Presiden …………………. 208
53. Pembentukan
Opini Strategi Jatuhkan Prabowo Naikkan PSI ……………… 211
54. Pundasi
Sekuler Telah Dibangun Dinusantara ……………………………….213
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar