Translate

Minggu, 09 Agustus 2026

BUKU: Menakar Integritas Dengan Hukum & Kekuasaan

 

Buku yang sedang anda baca ini yang berjudul “Menakar Integritas Dengan Hukum & Kekuasaan” menggambarkan bagaimana pejabat public menjaga dan mempertahankan integritasnya dalam memjalankan hukum dan pemerintahan, ditengah-tengah pengaruh pendekatan transaksi kepentingan oleh kaum kapitalis. Menakar integritas adalah proses mengukur atau menilai kejujuran, konsistensi, serta keselarasan antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan seseorang atau lembaga berdasarkan nilai moral dan etika yang benar.



-----

Senin, 11 Agustus 2026



Menakar Integritas Dengan Hukum & Kekuasaan

 

Kata Pengantar

 

Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan pertolongan Allah SWT, buku ini dapat disusun dan dipersembahkan kepada khalayak (audiens), sebagai refernsi atau bahan literasi untuk menngkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, dan berpikir kritis. Tulisan dalam buku ini merupakan kumpulan dari beberapa pandangan hukum dan politik penulis sebagai  seorang pendidik, yang merupakan gambaran kepedulian penulis untuk memberikan pencerahan kepada publik dalam membangun nasionalisme dan integritas pribadi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengedepankan sifat jujur yang utuh yang menunjukkan keselarasan antara ucapan, keyakinan, dan tindakan. Karena orang yang berintegritas tinggi selalu bertindak benar secara konsisten, bahkan saat tidak ada orang yang melihat atau saat menghadapi situasi sulitpun. Integritas adalah nilai dasar kejujuran dan tanggung jawab. Hukum adalah aturan resmi yang mengatur kehidupan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengatur atau memerintah. Ketiganya harus berjalan bersama agar negara tetap adil dan bersih dari korupsi. Kekuasaan tanpa integritas dan hukum akan berubah menjadi sewenang-wenang.

. Buku yang sedang anda baca ini yang berjudul “Menakar Integritas Dengan Hukum & Kekuasaan” menggambarkan bagaimana pejabat public menjaga dan mempertahankan integritasnya dalam memjalankan hukum dan pemerintahan, ditengah-tengah pengaruh pendekatan transaksi kepentingan oleh kaum kapitalis. Menakar integritas adalah proses mengukur atau menilai kejujuran, konsistensi, serta keselarasan antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan seseorang atau lembaga berdasarkan nilai moral dan etika yang benar. Sebab sekarang 2 (dua) kekuatan global (AS-RRT) mempengaruhi system politik, hukum, dan pemerintahan Indonesia, demi memperebutkan potensi dan SDA nusantara dengan membawa pengaruh ideologi sekuler dan ideologi komunis. Tulisan dalam buku ini penulis gunakan sebagai media “Dakwah bil-qalam”, dalam melawan propaganda kaum kapitalis bersama kelompok anti islam (islamophobia) dan New Komunis yang ingin menanamkan paham sekulerisme di Nusantara. Sebab kondisi politik nasional, menggambarkan mereka telah bersatu memanfaatkan para influencer dan buzzer-buzzer politik untuk melemahkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Tujuannya: agar bangsa Indonesia tetap dapat dikuasai dan dikendalikan dengan memecah belah melalui politik Devide et invera.. Seperti kekuatan kapitalis dan kolonialisme (VOC-Belanda) dalam menguasai perdagangan dan hasil bumi Nusantara dimasa lalu.

Demikian jugasejarah kedikjayaan PKI yang didukung dan dibesarkan oleh Partai Komunis Tiongko (RRT), mencatat karena pendekatan uang, materi, dan kepentingan kekuasaan terpaksa menghianati bangsanya. Banyaknya umat islam terperangkap dalam ikatan poitik PKI dimasa lalu karena pendekatan uang dan materi (Bansos), sejarah ini sepertintya akan teruang kembali dengan keluarnya  Keputusan Presiden Nomor 17 Tahu 2022 tentang pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu. Dimana Kepres ini dijadikan oleh keturunan PKI sebagai dasar huu pemulihan nama baik dan berhak mendapatkan santunan atau ganti rugi. Sejarah pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia mencakup dua peristiwa besar: pemberontakan Madiun 1948 dan Gerakan 30 September (G30S) 1965. Kedua gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis. Di Indonesia, paham komunisme dilarang secara hukum berdasarkan TAP MPRS No. XXV/1966 dan Undang-Undang No. 27 Tahun 1999, karena mau merubah konstelasi politik dalam negeri dan dianggap bertentangan dengan Pancasila. Sedangkan Ideologi sekuler adalah pandangan hidup yang memisahkan urusan agama dari urusan politik. Inti dari paham ini mencakup pemisahan kekuasaan, pengutamaan akal, dan persamaan hak. Prinsip utamanya adalah pemisahan lembaga negara dengan agama, dan berjalan di jalur yang berbeda. Sekulerisme mempromosikan moderasi beragama, dimana kebebasan berkeyakinan dipandan sama kebenarannya dan dijamin oleh negara. Berpedoman pada basis nalar, yaitu keputusan publik memakai akal dan ilmu, bukan dogma agama.

Buku ini, dimaksudkan sebagai bagian dari dakwah lewat tulisan (dakwah bil-qalam), untuk membangun moral, integritas, dan etika publik bagi generasi muda calon elit politik dan calon pemimpin bangsa masa depan. Agar tidak sampai hati menggadaikan kedaulatan bangsa dan nasionalismenya dengan menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompok. Buku ini banyak terinspirasi dari upaya melawan dan membungkam narasi atau konten negative yang sengaja digiring oleh para influencer dan buzzer-buzer bayaran di berbagai platform median social, yaitu aplikasi atau situs web berbasis digital yang memfasilitasi pembuatan, berbagai konten (teks, foto, vodeo), dan interaksi social. Lewat buku ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kesadaran politik bagi masyaraka luas agar tidak selalu menjadi objek permainan politik dalam era penjajahan modern sekarang ini, yaitu politik pecah belah lau kuasai (Devide et impera) oleh pemilik modal bersama kelompok kecil yang berkuasa (oligarki). Hal ini sangat penting dipahami oleh masyarakat agar makin cerdas membaca politik globalisasi (kapitaisme), karena sejara akan terulang, dimana masyarakat diadu domba untuk menghindari bersatunya kekuatan politik nasional agar negara industry  bersama pemiik modal (swasta) tetap menguasai pangsa pasar dan sumberdaya alam nusantara. Oleh karena itu, masyarakat sangat perlu disadarkan agar tidak selalu buta politik, sebab hal yang paling menyengsarakan bagi bangsa Indonesia, adalah kebodohan dan buta politik yang dimiliki kebanyakan rakyat.

Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi motovasi, atensi dan apresiasinya atas penerbitan buku ini, serta terimakasih khusus kepada sahabat media baik media cetak ataupun online yang telah menerbitkan beberapa tulisan (opini) ini melalui medianya. Semoga buku ini dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan tentang hukum dan politik dengan tetap mengingat ”Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna.”  Yang berarti, segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya dan setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan. Namun begitu, kita harus senantiasa bersyukur, selalu belajar dari kesalahan dan bangkit dari kegagalan. Bagaimanapun diri kita, jadiah orang-orang  yang baik yang memberi manfaat bagi orang-orang disekitar.

Penulis,

 

Drs. Achmad Ramli K, S.H., M.H

 

 

 

 

 

Daftar Isi

 

 

 

1. Politik Traksaksional Diatas panggung Demokrasi …………………  1

2. Peradilan Agama Khusus Untuk Muslim ……………………………  6

3. Pilkada Langsung Bertentangan Asas Musyawarah Mufakat ……… 11

4. Kecurangan Pilpres 2024 Berpotensi Berulang Pada Pilkada Serentak 15

5. Kecerdasan Agus Salim Membungkam Mulut Islamophobia  ………. 17

6. Kecerdikan Purbaya Potensi Penyelamatan Keuangan Negara ……… 21

7. Idealisme Purbaya Amanah Konstitusi & Harapan Publik ………….. 25

8. Dibutuhkan Sikap Patriotisme Melawan Kezaliman …………………..  29

9. Kemampuan Membaca Tanda-Tanda Akhir Zaman …………………. 33

10. Ketidak Adilan Tersembunyi Dibalik Meja DPR ……………………………. 40

11. Tanggapan Klarifikasi Taman Nasional Tesso Nilo…………………  45

12. Penetapan Bencana Nasional Menyelamatkan Ilegal Logging ……… 50

13. Said Didu Ingin Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat ……………… 53

14. KPK Lumpuh Butuh Strong and Sustainable Commitment………….. 56

15. Ketika Ambisi Kekuasaan Melepas Etika Publik …………................. 62

16. Pejabat Tidak Tegas Pintu Korupsi & Kebocoran Negara …………….66

17. Sariba Tiro Dieksekusi Tapi Tidak Terima Hak Veteran …………….. 69

18. Oligarki Mengendalikan Politik  DPR Lebih Baik Bubar ……………..73

19. CCTV Pengawasan  Pejabat Publik Tidak Berfungsi ………………………….   77

20. Hilangnya Giroh Idealisme diantara Godaan Pragmatisme ………….   81

21. Tawaran Iran Perkuat Pertahanan & Kemandirian Industri ….  85

22. Patuhi Syarat Sah Berlakunya Perjanjian Bilateral …..……………….   89

23. Syiah Kekuatan Revolusioner Anti Tatanan Barat …………………….  94

24. Efek Domino Jika Prabowo Mengakui Negara Israel …………………. 99

25. Indonesia Seharusnya Konsisten Pada Gerakan Non Blok ……………….. 107

26. Indonesia Masuk Perangkap BoP Melegitimasi Israel ………........... 111

27. Palestina Pemantik Kedaulatan Indonesia Di Dunia Arab ….………. 115

28. Peluang Indonesia Bangkit Melepaskan Hegemoni Barat & Cina .…..119

29. Aliansi Bersama Negara Teluk Akhiri Hegemoni Amerika ………….124

30. Belajar Dari Kemandirian Iran Membangun Potensi Ketahanan ……..128

31. Invasi AS Untuk Menguasai Perdagangan & Sumber Energi ………. .133

32. AS Takut Perang & Gagal Menang Di Meja Perundingan …………..  137

33. Islamopobia Dibalik Agresi Dilawan Dengan Patriotisme …………..  141

34. Propaganda Barat Lumpuh Dihadapan Repoblik Islam Iran ………… 144

35. Politik Traksaksional Diatas panggung Demokrasi……………………147

36. Geopolitik Bukan Berati Menggadaikan Kedaulatan Negara ………. 150

37. Refleksi Peran Pendidikan & Perjuangan Ki Hajar Dewantara ……… 154

38. Hari Lahir Pancasila Momen Refleksi Moral Bagi Elit Politik……….. 156

39. Ulama Tertidur Elit Politik Gagal Moral ………………………………160

40. Politisi Gadaikan Nasionalisme Demi Barter Kepentingan ……………162

41. Utang China Jebakan Geopolitik Menguasai Nusantara ……………… 166

42. Ketika Mafia Dagang Bertransformasi Menjadi Penguasa …………….169

43. Proyek Islamofobia Menggiring Opini & Fitnah ………………………174

44. Negara Kehilangan Arah Karena Keserakahan Elit Politik ……………176

45. Tanpa Keadilan Kekuasaan Merampok Dilegalkan ……………………178

46. Prabowo Digoyang Oligarki Takut Kandidatnya Kalah 2029 ………….183

47. Siri' na Pacce Falsafah Hidup Suku Makassar ………………………… 186

48. Prabowo Sudah Berani Bersihkan Jebakan Batman ……………………192

 

49. Intelektualitas Tanpa Integritas Ancaman Degradasi Moral ………….   196

50. HOS Tjokroaminoto: Pandangan Islam Tentang Sosialisme & Kapitaliame  199

51. Ketegasan Prabowo Bongkar Benteng Pertahanan Oligarki ……….………. 204

52. Kekuatan Oligarki Di DPR Rintangan Terberat Presiden ………………….  208

53. Pembentukan Opini Strategi Jatuhkan Prabowo Naikkan PSI ……………… 211

54. Pundasi Sekuler Telah Dibangun Dinusantara ……………………………….213

.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar