Translate

Sabtu, 08 Agustus 2026

Sepuluh Sifat Kepribadian Muhammadiyah

Bermuhammadiyah adalah berislam dan berislam yang sebenar-benarnya, adalah memastikan kebaikan itu tidak berhenti pada diri kita. Jangan biarkan Islam hanya menjadi kata-kata dan jangan biarkan ilmu hanya berhenti dikepala kita. 




-----

Ahad, 9 Agustus 2026


 Sepuluh Sifat Kepribadian Muhammadiyah

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912, untuk memajukan pendidikan, sosial, dan memurnikan ajaran agama Islam di Indonesia.

Bermuhammadiyah adalah berislam dan berislam yang sebenar-benarnya, adalah memastikan kebaikan itu tidak berhenti pada diri kita. Jangan biarkan Islam hanya menjadi kata-kata dan jangan biarkan ilmu hanya berhenti dikepala kita. Dan jangan juga biarkan kebaikan hanya berputar diantara mereka yang sudah berdaya. Tapi  butuh upaya agar semua elemen bangsa dan masyarakat, untuk di cerdaskan dan diberdayakan.

Mari kita bawa obor matahari itu kedalam masyarakat, kita terangi yang masih gelap (cerdaskan), kuatkan yang masih lemah dan berdayakan yang masih tertinggal. Sebab tugas kita bukan hanya menyalakan obor tetapi kita harus memastikan kalau cahaya itu sampai kesemua umat di semesta ini, melalui  pencerahan "Dakwah amar ma'ruf nahi mungkar" serta sepuluh sifat kepribadian Muhammadiyah ini:

1. Beramal dan berjuang mewujudkan perdamaian serta kesejahteraan umum.

Sesuai firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal ayat 61: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya." Serta Surah Al-Hashr ayat 17: "...agar kamu tidak berputus asa terhadap apa yang hilang darimu dan agar kamu tidak bersukacita terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu." Mengupayakan kesejahteraan adalah wujud ibadah dan pengabdian kepada sesama.

2. Memperbanyak persahabatan dan mengukuhkan ukhuwah Islamiyah.

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW: "Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mengasihi, menyayangi, dan mengasihani adalah bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan terjaga." Ukhuwah adalah ikatan persaudaraan yang didasarkan pada iman, bukan pada pertemuan kepentingan sesaat.

3. Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam.

Mengambil teladan dari firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syura ayat 15: "Dan sesungguhnya itulah jalan yang lurus, maka ikutilah jalan itu, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain." Kelapangan dada dan keluasan pandangan tidak berarti meleburkan kebenaran, melainkan memandang segala sesuatu secara adil dan seimbang, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip agama.

4. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.

Sesuai Al-Qur'an Surah Al-Ma'un ayat 1–7, yang memerintahkan beribadah sekaligus memelihara hak orang lain. Agama tidak semata-mata urusan hubungan hamba dengan Tuhan, melainkan juga hubungan antarmanusia. Keduanya berjalan beriringan, tidak boleh dipisahkan.

5. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, serta peraturan negara yang sah yang berlandaskan Pancasila.

Berdasarkan Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 59: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan pemimpin di antara kamu." Ketaatan kepada aturan negara adalah bagian dari ketaatan kepada Allah, selama peraturan itu tidak melanggar hukum-Nya. Pancasila sebagai falsafah negara selaras dengan nilai-nilai luhur agama, sehingga wajib kita junjung tinggi.

6. Senantiasa menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam segala aspek kehidupan, serta menjadi teladan yang baik.

Firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 104: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar." Amal perbuatan harus mendahului seruan, agar perkataan dibenarkan oleh perbuatan.

7. Aktif membina kemajuan masyarakat melalui pembaruan dan pembangunan yang selaras dengan tuntunan ajaran Islam.

Sesuai firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." Pembaruan dan pembangunan tidak boleh meninggalkan ajaran agama, karena kemajuan yang sejati adalah kemajuan yang berlandaskan petunjuk-Nya.

8. Bekerja sama dengan kelompok Islam manapun dalam menyiarkan dan mengamalkan ajaran Islam, serta membela kepentingannya.

Berdasarkan Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 2: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa." Perbedaan cara pandang tidak boleh menghalangi persatuan dalam kebaikan. Yang menjadi landasan adalah kebenaran agama, bukan kelompok atau aliran tertentu.

9. Membantu pemerintah dan bekerja sama dengan semua golongan dalam memelihara serta membangun negara, guna mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

Negara adalah wadah tempat kita berbakti dan beribadah. Kemakmuran dan keadilan yang dikehendaki agama tidak terwujud tanpa ketertiban dan kerja sama. Maka mendukung pemerintahan yang sah demi kebaikan bersama adalah bagian dari ibadah yang berbuah ridha Allah SWT.

10. Bersikap adil serta korektif, baik terhadap sesama anggota organisasi maupun terhadap pihak luar dengan bijaksana.

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Maidah ayat 8: "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau kerabat dekat." Keadilan tidak boleh berat sebelah. Koreksi dan pengawasan dilakukan dengan kebijaksanaan, bukan dengan kebencian atau permusuhan, semata-mata demi menjaga kebenaran dan kemaslahatan bersama.

Demikianlah sepuluh sifat kepribadian Muhammadiyah, yang kesemuanya berakar pada tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah, bertujuan membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia, bermanfaat bagi sesama, dan membangun negara menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Inilah pelajaran berharga KH. Ahmad Dahlan yang selalu menjadi materi  ideologis dalam gerakan. Itulah Muhammadiyah, dan itulah Islam berkemajuan.

 

 

Makassar, 9 Agustus 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar