Translate

Selasa, 04 Agustus 2026

BUKU: Menggiring Isu Membentuk Opini Strategi Komunisme

 

Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini, yang merupakan gambaran kepedulian penulis untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dalam membangun nasionalisme dan integritas public, agar masyarakat dapat terhindar dari upaya perpecahan antar kelompok yang dapat memicu disintegrasi bangsa. 





-----

Rabu, 5 Agustus 2026



Menggiring Isu Membentuk Opini Strategi Komunisme


                                                Kata Pengantar

 

Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan pertolongan Allah SWT, buku ini dapat ditulis dan disusun dari dari beberapa pandangan hukum dan politik seorang pendidik. Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini, yang merupakan gambaran kepedulian penulis untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dalam membangun nasionalisme dan integritas public, agar masyarakat dapat terhindar dari upaya perpecahan antar kelompok yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Tulisan ini juga penulis gunakan sebagai media “Dakwah bil-qalam” melawan proxy dan propaganda kaum kapitalis serta pembentukan opini public, melalui isu yang digiring oleh kelompok islamophobia (Barat) dan New Komunis. Mereka bersatu memanfaatkan para influencer dan buzzer-buzzer politik untuk melemahkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Tujuannya: adalah agar bangsa Indonesia tetap dapat dikuasai dan dikendalikan dengan memecah belah melalui politik Devide et invera..

Buku yang sedang anda baca ini berjudul “Menggiring Isu Membentuk Opini Strategi Komunisme” menggambarkan bagaimana kekuatan politik dan ekonomi global yang memperebutkan potensi dan SDA nusantara, yang diperebutkan oleh dua negara industri (AS-RRT), dengan membawa pengaruh ideologi sekuler dan ideologi komunis. Dimana kekuatan kapitalis dan kolonialisme (VOC-Belanda) demi menguasai perdagangan dan hasil bumi, terpaksa menjajah nusantara selama 350 tahun. Demikian juga PKI yang didukung dan dibesarkan oleh Partai Komunis Tiongko (RRT), sejarah mencatat karena pendekatan uang, materi, dan kepentingan kekuasaan terpaksa menghianati bangsanya. Sejarah pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia mencakup dua peristiwa besar: pemberontakan Madiun 1948 dan Gerakan 30 September (G30S) 1965. Kedua gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis. Di Indonesia, paham komunisme dilarang secara hukum berdasarkan TAP MPRS No. XXV/1966 dan Undang-Undang No. 27 Tahun 1999 karena dianggap bertentangan dengan Pancasila.

 

Konstelasi politik adalah keadaan, tatanan, atau peta kekuatan hubungan antara berbagai kelompok, partai, atau tokoh yang saling memengaruhi dalam suatu sistem pemerintahan. Istilah ini menggambarkan situasi yang sedang terjadi, seperti susunan koalisi atau persaingan kekuasaan.Sejarah pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia mencakup dua peristiwa besar: pemberontakan Madiun 1948 dan Gerakan 30 September (G30S) 1965. Kedua gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis.

Sedangkan Ideologi sekuler adalah pandangan hidup yang memisahkan urusan agama dari urusan politik, negara, dan kehidupan publik. Inti dari paham ini mencakup pemisahan kekuasaan, pengutamaan akal, dan persamaan hak. Prinsip utamanya adalah pemisahan lembaga negara dengan agama, dan berjalan di jalur yang berbeda. Sekulerisme mempromosikan moderasi beragama, dimana kebebasan berkeyakinan dipandan sama kebenarannya dan dijamin oleh negara. Berpedoman pada basis nalar, yaitu keputusan publik memakai akal dan ilmu, bukan dogma agama.  tetapi kumpulan opini dan pandangan politik seorang pendidik. Buku ini, dimaksudkan sebagai bagian dari dakwah lewat tulisan (dakwah bil-qalam), untuk membangun moral, integritas, dan etika publik bagi generasi muda calon elit politik dan calon pemimpin bangsa masa depan. Agar tidak sampai hati menggadaikan kedaulatan bangsa dan nasionalismenya dengan menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompok. Buku ini juga dimaksudkan lebih mengenal system politik traksasional yang diterapkan oleh kekompok New Komunis bersama oligarki dalam mengendalikan politik dan system pemerintahan di Indonesia, yang sangat bertentangan dengan sistem demokrasi Pancasila.

Buku ini banyak terinspirasi dari upaya melawan dan membungkam narasi atau konten negative yang sengaja digiring oleh para influencer dan buzzer-buzer bayaran di berbagai platform median social, yaitu aplikasi atau situs web berbasis digital yang memfasilitasi pembuatan, berbagai konten (teks, foto, vodeo), dan interaksi social. Lewat buku ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kesadaran politik bagi masyaraka luas agar tidak selalu menjadi objek permainan politik dalam era penjajahan modern sekarang ini, yaitu politik pecah belah lau kuasai (Devide et impera) oleh pemilik modal bersama kelompok kecil yang berkuasa (oligarki). Hal ini sangat penting dipahami oleh masyarakat agar makin cerdas membaca politik globalisasi (kapitaisme), karena sejara akan terulang, dimana masyarakat diadu domba untuk menghindari bersatunya kekuatan politik nasional agar negara industry  bersama pemiik modal (swasta) tetap menguasai pangsa pasar dan sumberdaya alam nusantara. Oleh karena itu, masyarakat sangat perlu disadarkan agar tidak selalu buta politik, sebab hal yang paling menyengsarakan bagi bangsa Indonesia, adalah kebodohan dan buta politik yang dimiliki kebanyakan rakyat.

Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi motovasi, atensi dan apresiasinya atas penerbitan buku ini, serta terimakasih khusus kepada sahabat media baik media cetak ataupun online yang telah menerbitkan beberapa tulisan (opini) ini melalui medianya. Seoga buku ini dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan tentang hukum dan politik dengan tetap mengingat ”Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna.”  Yang berarti, segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya dan setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan. Namun begitu, kita harus senantiasa bersyukur, selalu belajar dari kesalahan dan bangkit dari kegagalan. Bagaimanapun diri kita, jadiah orang-orang  yang baik yang memberi manfaat bagi orang-orang disekitar.

Penulis,

 

Drs. Achmad Ramli Karim, S.H.,M.H

 

 

 

Daftar Isi

1. Genosida Termasuk Extra Ordinary Crimes ……………   1

2. Mengapa PBB Mengeluarkan Resolusi Anti Islamofobia    5

3. Strategi Devide et Impera Untuk Memecah Lawan …….. 10

4. Dahsyatnya Kudeta Konstitusi Membegal Kekuasaan  14

5. Cyber Army Senjata Pemecah Persatuan & Kesatuan ….. 19

6. Kudeta Konstitusi Strategi Kuasai Politik & Kekuasaan... 23

7. MPR Dan CSIS 50 Tahun Kedua Dalam Kemunduran Demokrasi.. 28

8. Demi Fee & Cost Politik Kedaulatan Negara Dipertaruhkan……...  34

9. Merancang Capres Boneka Tancapkan New Kolonialisme………... 39

10. Strategi Bisnis Korporat Lunturkan Integritas Pejabat Publik……  44

11. Kedaulatan Negara Sedang Dipertaruhkan………………………... 47

12. Intervensi vs Destruction Dalam Kebijakan Publik ………………. 52

13. Mengingatkan Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah…………….. 55

14. Selamatkan Indonesia Dari Kudeta Konstitusi & Pemilu Curang…. 60

15. Putusan MK Cacat Hukum Menetapkan Materi Hukum…………... 63

16. Siapa Pilihanan Swing Voters dan Undecided Voters……………..  67

17. Pemuda Perlu Kapabilitas Politik Dalam Menyelamatkan Semesta.. 69

18. Kebijakan Non Publik Dipersimpangan Jalan……………………..  74

19. Adu Domba & Black Campaign Siasat Kapitalis………………….. 77

20. Presiden Tidak Bisa Lagi Di Impeachment, Kenapa ?…………….. 79

21. Memisahkan Agama Dari Politik Melahirkan Sikap Sekularisme… 81

22. Menggiring Opini Publik Strategi Sukses PKI Dimasa Lalu……… 83

23. Perang Asimetris & Proxy War Ancaman Disintegrasi Bangsa…..  88

24. Nasionalisme Indonesia Adalah Pancasila Bukan Sekularisme…… 91

25. Rekayasa Politik Merubah Hukum Mengubur Pancasila…………...96

26. Waspadai Globalisasi Politik Kaum Kapitalis di Indonesia……… 100

27. Amandemen UUD Pintu Masuk Kapitalis Amien Rais Dipersalahkan  104

28. Kebangkitan Ideologi Komunis Ancaman Disintegrasi Bangsa …… .  107

Tidak ada komentar:

Posting Komentar