Tulisan dalam buku ini adalah kumpulan opini, yang merupakan gambaran kepedulian penulis untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dalam membangun nasionalisme dan integritas public, agar masyarakat dapat terhindar dari upaya perpecahan antar kelompok yang dapat memicu disintegrasi bangsa.
-----
Rabu, 5 Agustus 2026
Menggiring Isu Membentuk Opini Strategi Komunisme
Kata Pengantar
Syukur Alhamdulilah atas rahmat dan
pertolongan Allah SWT, buku ini dapat ditulis dan disusun dari dari beberapa
pandangan hukum dan politik seorang pendidik. Tulisan dalam buku ini adalah
kumpulan opini, yang merupakan gambaran kepedulian penulis untuk memberikan
pencerahan kepada masyarakat umum dalam membangun nasionalisme dan integritas
public, agar masyarakat dapat terhindar dari upaya perpecahan antar kelompok
yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Tulisan ini juga penulis gunakan sebagai
media “Dakwah bil-qalam” melawan
proxy dan propaganda kaum kapitalis serta pembentukan opini public, melalui isu
yang digiring oleh kelompok islamophobia (Barat) dan New Komunis. Mereka
bersatu memanfaatkan para influencer dan buzzer-buzzer politik untuk melemahkan
kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Tujuannya: adalah agar bangsa Indonesia
tetap dapat dikuasai dan dikendalikan dengan memecah belah melalui politik
Devide et invera..
Buku yang sedang anda baca ini berjudul “Menggiring
Isu Membentuk Opini Strategi Komunisme” menggambarkan bagaimana kekuatan
politik dan ekonomi global yang memperebutkan potensi dan SDA nusantara, yang
diperebutkan oleh dua negara industri (AS-RRT), dengan membawa pengaruh
ideologi sekuler dan ideologi komunis. Dimana kekuatan kapitalis dan kolonialisme
(VOC-Belanda) demi menguasai perdagangan dan hasil bumi, terpaksa menjajah
nusantara selama 350 tahun. Demikian juga PKI yang didukung dan dibesarkan oleh
Partai Komunis Tiongko (RRT), sejarah mencatat karena pendekatan uang, materi,
dan kepentingan kekuasaan terpaksa menghianati bangsanya. Sejarah pengkhianatan
Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia mencakup dua peristiwa besar:
pemberontakan Madiun 1948 dan Gerakan 30 September (G30S) 1965. Kedua gerakan
ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti dasar
negara Pancasila dengan ideologi komunis. Di Indonesia, paham komunisme
dilarang secara hukum berdasarkan TAP MPRS No. XXV/1966 dan Undang-Undang No.
27 Tahun 1999 karena dianggap bertentangan dengan Pancasila.
Konstelasi politik adalah keadaan, tatanan,
atau peta kekuatan hubungan antara berbagai kelompok, partai, atau tokoh yang
saling memengaruhi dalam suatu sistem pemerintahan. Istilah ini menggambarkan
situasi yang sedang terjadi, seperti susunan koalisi atau persaingan
kekuasaan.Sejarah pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia
mencakup dua peristiwa besar: pemberontakan Madiun 1948 dan Gerakan 30
September (G30S) 1965. Kedua gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan
pemerintahan yang sah dan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi
komunis.
Sedangkan Ideologi sekuler adalah pandangan
hidup yang memisahkan urusan agama dari urusan politik, negara, dan kehidupan
publik. Inti dari paham ini mencakup pemisahan kekuasaan, pengutamaan akal, dan
persamaan hak. Prinsip utamanya adalah pemisahan lembaga negara dengan agama,
dan berjalan di jalur yang berbeda. Sekulerisme mempromosikan moderasi
beragama, dimana kebebasan berkeyakinan dipandan sama kebenarannya dan dijamin
oleh negara. Berpedoman pada basis nalar, yaitu keputusan publik memakai akal
dan ilmu, bukan dogma agama. tetapi
kumpulan opini dan pandangan politik seorang pendidik. Buku ini, dimaksudkan
sebagai bagian dari dakwah lewat tulisan (dakwah bil-qalam), untuk membangun
moral, integritas, dan etika publik bagi generasi muda calon elit politik dan
calon pemimpin bangsa masa depan. Agar tidak sampai hati menggadaikan
kedaulatan bangsa dan nasionalismenya dengan menghalalkan segala cara demi
kepentingan pribadi dan kelompok. Buku ini juga dimaksudkan lebih mengenal
system politik traksasional yang diterapkan oleh kekompok New Komunis bersama
oligarki dalam mengendalikan politik dan system pemerintahan di Indonesia, yang
sangat bertentangan dengan sistem demokrasi Pancasila.
Buku ini banyak terinspirasi dari upaya
melawan dan membungkam narasi atau konten negative yang sengaja digiring oleh
para influencer dan buzzer-buzer bayaran di berbagai platform median social,
yaitu aplikasi atau situs web berbasis digital yang memfasilitasi pembuatan,
berbagai konten (teks, foto, vodeo), dan interaksi social. Lewat buku ini
diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kesadaran politik bagi masyaraka luas
agar tidak selalu menjadi objek permainan politik dalam era penjajahan modern
sekarang ini, yaitu politik pecah belah lau kuasai (Devide et impera) oleh
pemilik modal bersama kelompok kecil yang berkuasa (oligarki). Hal ini sangat
penting dipahami oleh masyarakat agar makin cerdas membaca politik globalisasi
(kapitaisme), karena sejara akan terulang, dimana masyarakat diadu domba untuk
menghindari bersatunya kekuatan politik nasional agar negara industry bersama pemiik modal (swasta) tetap menguasai
pangsa pasar dan sumberdaya alam nusantara. Oleh karena itu, masyarakat sangat
perlu disadarkan agar tidak selalu buta politik, sebab hal yang paling
menyengsarakan bagi bangsa Indonesia, adalah kebodohan dan buta politik yang
dimiliki kebanyakan rakyat.
Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang
telah memberi motovasi, atensi dan apresiasinya atas penerbitan buku ini, serta
terimakasih khusus kepada sahabat media baik media cetak ataupun online yang
telah menerbitkan beberapa tulisan (opini) ini melalui medianya. Seoga buku ini
dapat memberi manfaat dalam khzanah bacaan tentang hukum dan politik dengan
tetap mengingat ”Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang
sempurna.” Yang berarti, segala sesuatu
tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya dan setiap kita pasti pernah
melakukan kesalahan. Namun begitu, kita harus senantiasa bersyukur, selalu
belajar dari kesalahan dan bangkit dari kegagalan. Bagaimanapun diri kita,
jadiah orang-orang yang baik yang
memberi manfaat bagi orang-orang disekitar.
Penulis,
Drs. Achmad Ramli
Karim, S.H.,M.H
Daftar Isi
1. Genosida Termasuk Extra Ordinary Crimes …………… 1
2. Mengapa PBB Mengeluarkan Resolusi Anti Islamofobia 5
3. Strategi Devide et Impera Untuk Memecah Lawan …….. 10
4. Dahsyatnya
Kudeta Konstitusi Membegal Kekuasaan … 14
5. Cyber Army Senjata Pemecah Persatuan & Kesatuan ….. 19
6. Kudeta Konstitusi Strategi Kuasai Politik & Kekuasaan... 23
7. MPR Dan CSIS 50 Tahun Kedua Dalam Kemunduran Demokrasi.. 28
8. Demi Fee & Cost Politik Kedaulatan Negara Dipertaruhkan……... 34
9. Merancang Capres Boneka Tancapkan New Kolonialisme………... 39
10. Strategi Bisnis Korporat Lunturkan Integritas
Pejabat Publik…… 44
11. Kedaulatan Negara Sedang Dipertaruhkan………………………...
47
12. Intervensi vs Destruction Dalam Kebijakan Publik
………………. 52
13. Mengingatkan Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah……………..
55
14. Selamatkan Indonesia Dari Kudeta Konstitusi &
Pemilu Curang…. 60
15. Putusan MK Cacat Hukum Menetapkan Materi Hukum…………...
63
16. Siapa Pilihanan Swing Voters dan Undecided
Voters…………….. 67
17. Pemuda Perlu Kapabilitas Politik Dalam
Menyelamatkan Semesta.. 69
18. Kebijakan Non Publik Dipersimpangan
Jalan…………………….. 74
19. Adu Domba & Black Campaign Siasat
Kapitalis………………….. 77
20. Presiden Tidak Bisa Lagi Di Impeachment, Kenapa
?…………….. 79
21. Memisahkan Agama Dari Politik Melahirkan
Sikap Sekularisme… 81
22. Menggiring Opini Publik Strategi Sukses PKI Dimasa
Lalu……… 83
23. Perang Asimetris & Proxy War Ancaman
Disintegrasi Bangsa….. 88
24. Nasionalisme Indonesia Adalah Pancasila
Bukan Sekularisme…… 91
25. Rekayasa Politik Merubah Hukum Mengubur
Pancasila…………...96
26. Waspadai Globalisasi Politik Kaum Kapitalis di
Indonesia……… 100
27. Amandemen UUD Pintu Masuk Kapitalis Amien Rais
Dipersalahkan 104
28. Kebangkitan Ideologi Komunis Ancaman Disintegrasi
Bangsa …… . 107

Tidak ada komentar:
Posting Komentar