Menjadi orang jujur jauh lebih sulit daripada orang pintar, karena orang jujur bisa menjadi orang pintar. Tetapi orang pintar belum tentu bisa menjadi orang jujur, itulah mengapa adab jauh lebih tinggi dari ilmu.
-----
Jum'at, 18 September 2026
Mengapa Adab Lebih Tinggi Dari Ilmu
Oleh: Achmad Ramli
Karim
(Pemerhati Politik & Pendidikan)
Keselarasan antara ilmu
dan adab sangat penting karena keduanya saling melengkapi. Ilmu memberi kita
cahaya dan kemampuan, sedangkan adab menuntun bagaimana ilmu itu digunakan
dengan benar. Alasan mengapa keselarasan keduanya menjadi fondasi yang krusial:
1). Adab adalah penuntun
arah ilmu: Ilmu yang tinggi tanpa adab bisa membuat seseorang menjadi sombong.
Adab memastikan seseorang menggunakan ilmunya untuk kebaikan, bukan untuk
merugikan orang lain. Sebagaimana diingatkan dalam pentingnya adab di atas ilmu
dalam pendidikan, kecerdasan intelektual harus selalu dikawal oleh etika moral
agar tidak salah arah.
2). Sumber Keberkahan dan
Kemanfaatan: Ilmu akan mendatangkan berkah bagi diri sendiri dan sesama jika
disertai dengan adab kepada guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Orang yang
beradab dan berilmu pas-pasan seringkali lebih dihargai daripada orang pintar
yang minim etika.
3). Mencegah Kerusakan di
Masyarakat: Banyak masalah atau kejahatan modern lahir dari orang-orang cerdas
yang kehilangan akhlak atau adabnya. Keselarasan ini menciptakan keharmonisan
sosial dan rasa saling menghormati. Ilmu membuat kita tahu banyak hal, tetapi
adab membuat kita tahu bagaimana cara menempatkan diri dengan mulia.
Adab lebih tinggi dari
ilmu karena adab adalah fondasi moral yang mengarahkan dan memberkahi ilmu agar
tidak disalahgunakan. Alasan utama adab lebih tinggi dari ilmu, karena adab
sebagai pengendali dan pondasi ilmu.
Ilmu yang tidak memiliki
adab bisa membuat seseorang menjadi sombong, egois, dan merugikan orang lain.
Iblis memiliki ilmu yang tinggi, tetapi tetap dilaknat karena tidak beradab
kepada Allah.
Orang yang beradab kepada
guru, orang tua, dan sesama akan lebih mudah menyerap pelajaran serta
menjadikan ilmunya bermanfaat bagi banyak orang. Ulama terdahulu seperti Imam
Malik berpesan untuk mempelajari adab sebelum ilmu agar niat tetap lurus dan
ikhlas dalam mengamalkannya.
Menjadi orang jujur jauh
lebih sulit daripada orang pintar, karena orang jujur bisa menjadi orang
pintar. Tetapi orang pintar belum tentu bisa menjadi orang jujur, itulah
mengapa adab jauh lebih tinggi dari ilmu.
Jujurlah pada nurani
masing-masing, karena bisikan nurani adalah suara Tuhan (kebenaran ilahiyah).
Kebenaran ilahiyah adalah
kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Kebenaran ini
disampaikan melalui wahyu, kitab suci, dan ajaran agama.
Makassar, 18 September
2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar