Translate

Kamis, 17 September 2026

Mengapa Adab Lebih Tinggi Dari Ilmu

 

Menjadi orang jujur jauh lebih sulit daripada orang pintar, karena orang jujur bisa menjadi orang pintar. Tetapi orang pintar belum tentu bisa menjadi orang jujur, itulah mengapa adab jauh lebih tinggi dari ilmu.







-----

Jum'at, 18 September 2026



Mengapa Adab Lebih Tinggi Dari Ilmu

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik & Pendidikan)

 

Keselarasan antara ilmu dan adab sangat penting karena keduanya saling melengkapi. Ilmu memberi kita cahaya dan kemampuan, sedangkan adab menuntun bagaimana ilmu itu digunakan dengan benar. Alasan mengapa keselarasan keduanya menjadi fondasi yang krusial:

1). Adab adalah penuntun arah ilmu: Ilmu yang tinggi tanpa adab bisa membuat seseorang menjadi sombong. Adab memastikan seseorang menggunakan ilmunya untuk kebaikan, bukan untuk merugikan orang lain. Sebagaimana diingatkan dalam pentingnya adab di atas ilmu dalam pendidikan, kecerdasan intelektual harus selalu dikawal oleh etika moral agar tidak salah arah.

2). Sumber Keberkahan dan Kemanfaatan: Ilmu akan mendatangkan berkah bagi diri sendiri dan sesama jika disertai dengan adab kepada guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Orang yang beradab dan berilmu pas-pasan seringkali lebih dihargai daripada orang pintar yang minim etika.

3). Mencegah Kerusakan di Masyarakat: Banyak masalah atau kejahatan modern lahir dari orang-orang cerdas yang kehilangan akhlak atau adabnya. Keselarasan ini menciptakan keharmonisan sosial dan rasa saling menghormati. Ilmu membuat kita tahu banyak hal, tetapi adab membuat kita tahu bagaimana cara menempatkan diri dengan mulia.

Adab lebih tinggi dari ilmu karena adab adalah fondasi moral yang mengarahkan dan memberkahi ilmu agar tidak disalahgunakan. Alasan utama adab lebih tinggi dari ilmu, karena adab sebagai pengendali dan pondasi ilmu.

Ilmu yang tidak memiliki adab bisa membuat seseorang menjadi sombong, egois, dan merugikan orang lain. Iblis memiliki ilmu yang tinggi, tetapi tetap dilaknat karena tidak beradab kepada Allah.

Orang yang beradab kepada guru, orang tua, dan sesama akan lebih mudah menyerap pelajaran serta menjadikan ilmunya bermanfaat bagi banyak orang. Ulama terdahulu seperti Imam Malik berpesan untuk mempelajari adab sebelum ilmu agar niat tetap lurus dan ikhlas dalam mengamalkannya.

Menjadi orang jujur jauh lebih sulit daripada orang pintar, karena orang jujur bisa menjadi orang pintar. Tetapi orang pintar belum tentu bisa menjadi orang jujur, itulah mengapa adab jauh lebih tinggi dari ilmu.

Jujurlah pada nurani masing-masing, karena bisikan nurani adalah suara Tuhan (kebenaran ilahiyah).

Kebenaran ilahiyah adalah kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Kebenaran ini disampaikan melalui wahyu, kitab suci, dan ajaran agama.

 

 

Makassar, 18 September 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar